10 Kesalahan Generik Saat Berwudhu (2 – Demisioner)

10 Kesalahan Generik Saat Berwudhu (2 – Demisioner)

6. Beristinja (mencuci dubur) setelah buang angin (kentut).

tak ada istinja saat buang angin (kentut), istinja hanya di buang air kecil dan buang air besar, maka tak disyari’atkan untuk orang yang kentut untuk beristinja sebelum berwudhu sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian orang, di karenakan dalil-dalil syari’at tak ada yang jelaskan akan istinja` dari kentut, yang ada hanyalah Elaborasi bahwa kentut merupakan hadats yang mengharuskan wudhu, dan segala puji hanya milik Allah atas kemudahan dari-Nya.

Imam Ahmad rahimahullah berkata, “tak terdapat dalam Al-Kitab, tak pula dalam sunnah Rasul-Nya adanya istinja dalam kentut, yang ada hanyalah wudhu”.

(Al-Minzhar fi Bayan Al-Akhtha` Asy-Syai’ah karya Asy-Syaikh Saleh bin Abdil Aziz Alu Asy-Syaikh)

7. Tertidur setelah itu tak mengulang wudhu

Sebagian orang tertidur di masjid, setelah itu apabila iqamat dikumandangkan dibangunkan oleh orang di sebelahnya lalu langsung bangkit shalat tanpa berwudhu lagi. Orang yang seperti ini wajib baginya untuk berwudhu, di karenakan dia lelap dalam tidurnya. Adapun kalau dia sekedar mengantuk dan tidur ringan sehingga masih mengetahui siapa yang ada di sekitarnya, maka tak wajib baginya untuk berwudhu lagi.

8. Meninggalkan Istinsyaq dan Istintsar

Istinsyaq merupakan menghirup air lewat hidung hingga ke pangkal hidung, dan Istintsar merupakan mengeluarkannya (air yang dihirup tadi) dari hidung. Sebagian kaum muslimin saat bewudhu hanya memasukan jarinya yang basah ke dalam hidung. Dalil mengenai Istinsyaq dan istintsar merupakan hadits yang terdapat dalam Shahih al-Bukhari:

Dari Humran, (beliau menyifati wudhu Utsman radhiyallahu ‘anhu). setelah itu ia memasukkan tangan kanannya di bejana, lalu ia berkumur, menghirup air ke hidung [dan mengeluarkannya, l/49].

Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ”Barangsiapa berwudhu, hendaklah ia menghirup air ke hidung (dan mengembuskannya kembali); dan barangsiapa yang menjalankan istijmar (bersuci dari buang air besar dengan batu), hendaklah melakukannya dengan ganjil (tak genap).”

9. Menganggap mengusap leher dianjurkan, padahal sebenarnya tak demikian, ia tak dianjurkan dan tak termasuk ibadah wudhu.

10. Doa di saat membasuh anggota wudhu.
Imam an-Nawawi berkata, “Doa-doa ini –yakni doa-doa di saat membasuh anggota wudhu- tak mempunyai dasar.”
Dalam fatwa Lajnah Daimah no. 2588 dikatakan, “tak ada doa dari Nabi saw di saat membasuh dan mengusap anggota wudhu dan doa yang disebutkan dalam hal ini merupakan bikinan orang tak berdasar, yang dikatahui dengan cara syar’i merupakan basmalah di awal wudhu, mengucap dua kalimat syahadat di akhir wudhu ditambah dengan: “Ya Allah jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bersuci.”

Semoga Allah memperkenankan segala upaya kita dalam menyempurnakan ibadah dan menerima segala amalan yang kita lakukan semata-mata hanya untuk mengharap keridhoanNya. []

Demisioner

Sumber: ummi-online

10 Kesalahan Generik Saat Berwudhu (2 – Demisioner)

10 Kesalahan Generik Saat Berwudhu (2 – Demisioner)

Facebook Comments

Incoming search terms:

  • throw1m5
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *