3 Ciri ciri wanita penghuni neraka



bila kita membaca hadits Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam mengenai penghuni neraka, niscaya kita akan dapati beberapa sebab yang menjerumuskan kaum wanita ke dalam neraka bahkan menjadi mayoritas penduduknya dan yang menyebabkan mereka menjadi golongan minoritas dari penghuni Surga, diantaranya:
1. Kufur Terhadap Suami dan Kebaikan-Kebaikannya
Di dalam kisah gerhana matahari yang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya menjalankan shalat gerhana padanya dengan shalat yang panjang, beliau Shalallahu ‘alaihi wassalam melihat Surga dan neraka, seraya bersabda:
 “ … Dan aku melihat neraka maka tak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya merupakan kaum wanita. Shahabat pun bertanya :“Mengapa (demikian) wahai Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam?” Beliau Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab : “di karenakan kekufuran mereka.” setelah itu ditanya lagi : “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab :“Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat bagus kepada Disorientasi seorang di antara mereka selama waktu yang panjang setelah itu dia melihat sesuatu di dirimu (yang tak dia sukai) niscaya dia akan berkata : ‘Aku tak pernah melihat sedikitpun kebaikan di dirimu.’ ” (HR. Bukhari, no. 1053, dari Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma)
Kekufuran style ini terlalu banyak kita dapati di tengah keluarga kaum Muslimin, yakni seorang istri yang mengingkari kebaikan-kebaikan suaminya selama demikian waktu yang panjang hanya dengan sikap suami yang tak cocok dengan kehendak sang istri sebagaimana Perkataan pepatah, Geothermal setahun dihapus oleh hujan sehari. Padahal yang wajib dilakukan oleh seorang istri ialah bersyukur terhadap apa yang diberikan suaminya, janganlah ia mengkufuri kebaikan-kebaikan sang suami di karenakan Allah Subhanahu wa Ta’ala tak akan melihat istri style begini sebagaimana dijelaskan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam :
 “Allah tak akan melihat kepada wanita yang tak mensyukuri suaminya sedang ia selalu membutuhkannya.” (HR. Nasa’i di dalam Al Kubra (9086) dan Al Bazzar dalam musnadnya (2349) dari Abdullah bin ‘Amr). Di shohihkan oleh syekh Al Bani (no. 289).
Hadits di atas merupakan peringatan keras untuk para wanita Mukminah yang menginginkan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Surga-Nya. Maka tak sepantasnya untuk wanita yang mengharapkan akhirat untuk mengkufuri kebaikan-kebaikan suaminya dan nikmat-nikmat yang diberikannya atau meminta dan banyak mengadukan hal-hal sepele yang tak pantas untuk dibesar-besarkan.
bila demikian keadaannya maka sungguh sangat cocok sekali bila wanita yang kufur terhadap suaminya serta kebaikan-kebaikannya dikatakan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam sebagai mayoritas kaum yang masuk ke dalam neraka walaupun mereka tak kekal di dalamnya.
Cukup kiranya istri-istri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabiyah sebagai suri tauladan untuk istri-istri kaum Mukminin dalam mensyukuri kebaikan-kebaikan yang diberikan suaminya kepadanya, supaya mereka tergolong kedalam orang orang yang mensyukuri Allah Ta’ala, sebagaimana yang di jelaskan oleh Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam dalam sabda beliau:
“Tidaklah bersyukur kepada Allah orang yang tak bersyukur kepada manusia”
2. Durhaka Terhadap Suami (النشوز)
Kedurhakaan yang dilakukan seorang istri terhadap suaminya di umumnya berupa tiga bentuk kedurhakaan yang sering kita jumpai di kehidupan masyarakat kaum Muslimin.
Tiga bentuk kedurhakaan itu merupakan :
    Durhaka dengan ucapan.
    Durhaka dengan perbuatan.
    Durhaka dengan ucapan dan perbuatan.
Bentuk pertama ialah seorang istri yang biasanya berucap dan bersikap bagus kepada suaminya serta Genjah memenuhi panggilannya, tiba-tiba berubah sikap dengan berbicara kasar dan tak Genjah memenuhi panggilan suaminya. Atau ia memenuhinya akan tetapi dengan wajah yang menunjukkan rasa tak suka atau lambat mendatangi suaminya. Kedurhakaan seperti ini sering dilakukan seorang istri saat ia lupa atau memang sengaja melupakan ancaman-ancaman Allah terhadap sikap ini.
Termasuk bentuk kedurhakaan ini ialah apabila seorang istri membicarakan perbuatan suami yang tak ia sukai kepada teman-teman atau keluarganya tanpa sebab yang diperbolehkan syar’i. Atau ia menuduh suaminya dengan tuduhan-tuduhan dengan maksud untuk menjelekkannya dan merusak kehormatannya sehingga nama suaminya jelek di mata orang lain. Bentuk serupa merupakan apabila seorang istri meminta di thalaq atau di khulu’ (dicerai) tanpa sebab syar’i. Atau ia mengaku-aku telah dianiaya atau didhalimi suaminya atau yang semisal dengan itu.
Permintaan cerai biasanya diawali dengan pertengkaran antara suami dan istri di karenakan ketidakpuasan sang istri terhadap kebaikan dan usaha sang suami. Atau yang lebih menyedihkan lagi apabila hal itu dilakukannya di karenakan suaminya berusaha mengamalkan syari’at-syari’at Allah Subhanahu wa Ta’ala dan sunnah-sunnah Rasul-Nya Shalallahu ‘alaihi wassalam. Sungguh jelek apa yang dilakukan istri seperti ini terhadap suaminya.
Ingatlah sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam :
“Wanita mana aja yang meminta cerai di suaminya tanpa sebab (yang syar’i, pent.) maka haram baginya wangi Surga.” (HR. Abu Daud, no. 2228, dan Ibnu Majah, no. 2055). Di shohihkan oleh syekh Al Bani dalam “shohih sunan abu daud” (no. 1928).
Bentuk kedurhakaan kedua yang dilakukan para istri terjadi dalam hal perbuatan yaitu saat seorang istri tak mau melayani kebutuhan seksual suaminya atau bermuka masam saat melayaninya atau menghindari suami saat hendak disentuh dan dicium atau menutup pintu saat suami hendak mendatanginya dan yang semisal dengan itu.
Dalam hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
“Apabila suami mengajak istri keranjangnya (untuk jima’) lalu ia tak memenuhi maka ia dilaknat oleh para malaikat hingga subuh”. Dalam riwayat : “lalu ia tidur malam sedang suaminya murka maka para malaikat akan melaknatnya hingga subuh”. Dalam riwayat lain: “Apabila istri diwaktu malam meninggalkan ranjang suaminya, ia enggan mendatanginya, maka yang di langit (Allah) akan murka kepadanya hingga ia minta keridhaan suaminya”.
Termasuk dari bentuk ini ialah apabila seorang istri keluar rumah tanpa izin suaminya walaupun hanya untuk mengunjungi kedua orang tuanya. Yang demikian seakan-akan seorang istri lari dari rumah suaminya tanpa sebab syar’i. Demikian pula bila sang istri enggan untuk bersafar (menjalankan perjalanan) bersama suaminya, mengkhianati suami dan hartanya, membuka dan menampakkan apa yang seharusnya ditutupi dari anggota tubuhnya, berjalan di tempat Generik dan pasar-pasar tanpa mahram, bersenda gurau atau berbicara lemah-lembut penuh mesra kepada lelaki yang bukan mahramnya dan yang semisal dengan itu.
Bentuk lain merupakan apabila seorang istri tak mau berdandan atau mempercantik diri untuk suaminya padahal suaminya menginginkan hal itu, menjalankan puasa sunnah tanpa izin suaminya, meninggalkan Copyright-Copyright Allah seperti shalat, mandi janabat, atau puasa Ramadlan.
Dalam hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
“tak boleh untuk perempuan yang beriman dengan Allah dan hari akhirat berpuasa (sunat) sedang suminya bersamanya kecuali dengan izinnya, dan tak mengizinkan (seseorangpun) masuk kedalam rumahnya kecuali dengan izinnya”.
Maka setiap istri yang menjalankan perbuatan-perbuatan seperti tersebut merupakan istri yang durhaka terhadap suami dan bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
bila kedua bentuk kedurhakaan ini dilakukan sekaligus oleh seorang istri maka ia dikatakan sebagai istri yang durhaka dengan ucapan dan perbuatannya. (Dinukil dari kitab An Nusyuz karya Dr. Shaleh bin Ghanim As Sadlan halaman 23-25 dengan beberapa tambahan).
Sungguh merugi wanita yang menjalankan kedurhakaan ini. Mereka lebih memilih jalan ke neraka daripada jalan ke Surga di karenakan memang biasanya wanita yang menjalankan kedurhakaan-kedurhakaan ini tergoda oleh angan-angan dan kesenangan Global yang menipu.
Ketahuilah wahai saudariku Muslimah, jalan Futuristis Surga tidaklah dihiasi dengan bunga-bunga nan indah, melainkan dipenuhi dengan rintangan-rintangan yang berat untuk dilalui oleh manusia kecuali orang-orang yang diberi ketegaran iman oleh Allah. akan tetapi ingatlah di ujung jalan ini ada Surga yang Allah sediakan untuk hamba-hamba-Nya yang sabar menempuhnya. Ketahuilah pula bahwa jalan Futuristis neraka memang indah, penuh dengan syahwat dan kesenangan Global yang setiap manusia tertarik untuk menjalaninya.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
“(Jalan ke) Syurga dipenuhi dengan rintangan rintangan dan (jalan ke) neraka di penuhi dengan syahawat”. (H. R Muslim, no. 7308, dari Anas Bin Malik –radhiyallahu ‘anhu-).
Dan ketahuilah bahwa suamimu wahai saudariku Muslimah merupakan syurgamu atau nerakamu, bila kita mentaatinya balasanmu merupakan syurga, akan akan tetapi sebaliknya bila kita mendurhakainya maka nerakalah balasannya, sebagaimana dalam hadits:
“Abdullah Bin Mihshan mengabarkan dari bibinya, bahwasanya ia masuk menemui Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam, lalu Rasulullah berdiri (pergi) untuk sebagian keperluannya, lalu ia memenuhi kebutuhannya, dan beliau bertanya kepadanya: apakah kita mempunyai suami? Ia menjawab: Ya, beliau bertanya: bagaimana (sikap/layanan) kita kepadanya, ia menjawab: Saya tak membiarkannya (selalu memperhatikannya) kecuali bila saya tak mampu, maka Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam bersabda: “perhatikanlah sikapmu (layananmu) kepadanya, sesungguh ia merupakan syurgamu dan nerakamu”).
Maksudnya merupakan: ia (suami) merupakan penyebab istri masuk syurga dengan keridhaannya, dan juga penyebab istri masuk neraka dengan kemurkaannya, maka hendaklah para istri bermu’amalah bagus dan membagikan layanan yang terbaik dan tak menyelisihi perintahnya selagi dalam keta’atan kepada Allah.
Dalam hadits Rasulullah –shalallahu’alahi wasallam- bersabda:
“bila aku menyuruh seorang sujud kepda seseorang tentu akan akau suruh istri sujud kepada suaminya”.
Hanya wanita yang bijaksanalah yang mau bertaubat kepada Allah dan meminta maaf kepada suaminya dari kedurhakaan-kedurhakaan yang pernah ia lakukan. Ia akan kembali berusaha mencintai suaminya dan sabar dalam mentaati perintahnya. Ia mengerti nasib di akhirat dan bukan kesengsaraan di Global yang ia takuti dan tangisi.
3. Tabarruj


Yang dimaksud dengan tabarruj ialah seorang wanita yang menampakkan perhiasannya dan Estetika tubuhnya serta apa-apa yang seharusnya wajib untuk ditutupi dari hal-hal yang Bisa menarik syahwat lelaki. (Jilbab Al Mar’atil Muslimah halaman 0)
Hal ini kita dapati di sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam mengenai wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang dikarenakan minimnya pakaian mereka dan tipisnya bahan kain yang dipakainya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata: Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda :
“Dua golongan dari penghuni nereka yang tak (pernah) aku lihat: suatu kaum yang mempunyai cambuk (cemeti) seperti ekor sapi yang mereka gunakan untuk memukul manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian akan tetapi hakikatnya mereka telanjang, melenggak-lenggokkan kepala mereka (di karenakan Arogan dan berpaling dari ketaatan kepada Allah dan suaminya), kepala mereka seakan-akan seperti punuk onta. Mereka tak masuk Surga dan tak mendapatkan wanginya Surga padahal wanginya Bisa didapati dari jarak perjalanan demikian dan demikian.” (HR. Muslim, no. 5704 ).
Ibnul ‘Abdil Barr rahimahullah mengomentari hadits diatas seraya berkata: “Wanita-wanita yang dimaksudkan Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam merupakan yang memakai pakaian yang tipis yang membentuk tubuhnya dan tak menutupinya, maka mereka merupakan wanita-wanita yang berpakaian di dhahirnya dan telanjang di hakikatnya … .” (Dinukil oleh Suyuthi di dalam Tanwirul Hawalik 3/103 )
Mereka merupakan wanita-wanita yang hobi menampakkan perhiasan mereka, padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah melarang hal ini dalam firman-Nya :
“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan-perhiasan mereka kecuali yang tampak darinya.” (An Nur : 31)
Imam Adz Dzahabi rahimahullah menyatakan di dalam kitab Al Kabair halaman 131 : “Termasuk dari perbuatan-perbuatan yang menyebabkan mereka dilaknat ialah menampakkan hiasan emas dan permata yang ada di dalam niqab (tutup muka/kerudung) mereka, memakai minyak wangi dengan misik dan yang semisalnya bila mereka keluar rumah … .”
Dan ini merupakan termasuk dosa besar sebagaiamana yang di sebutkan oleh Ibnu Hajar AL Haitami dalam kitabnya (Az zawajir ‘anil iqtiraafil kabaair), dosa besar no. 108.
Dengan perbuatan seperti ini berarti mereka dengan cara tak langsung menyeret kaum pria ke dalam neraka, di karenakan di diri kaum wanita terdapat daya tarik syahwat yang sangat kuat yang Bisa menggoyahkan keimanan yang kokoh sekalipun. Terlebih untuk iman yang lemah yang tak dibentengi dengan ilmu Al Qur’an dan As Sunnah. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam sendiri menyatakan di dalam hadits yang shahih bahwa fitnah yang paling besar yang paling ditakutkan atas kaum pria merupakan fitnahnya wanita.
Sejarah sudah berbicara bahwa betapa banyak tokoh-tokoh legendaris Global yang tak beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala hancur karirnya hanya dikarenakan bujuk rayu wanita.
Dan berapa banyak persaudaraan di antara kaum Mukminin terputus hanya dikarenakan wanita. Berapa banyak seorang anak tega dan menelantarkan ibunya demi mencari cinta seorang wanita, dan masih banyak lagi kasus lainnya yang Bisa membuktikan bahwa wanita style mereka ini memang pantas untuk tak mendapatkan wanginya Surga.
Hanya dengan ucapan dan rayuan seorang wanita mampu menjerumuskan kaum pria ke dalam lembah dosa dan hina terlebih lagi bila mereka bersolek dan menampakkan di hadapan kaum pria. tak mengherankan lagi bila di sana-sini terjadi pelecehan terhadap kaum wanita, di karenakan yang demikian merupakan hasil perbuatan mereka sendiri. Oleh karenanya Allah menyuruh mereka untuk menetap dirumah dan melarang bertabarruj, sebagaimana dalam firman-Nya:
 “Dan tinggallah kalian di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj dengan tabarrujnya orang-orang jahiliyyah pertama dahulu.” (Al Ahzab : 33)
Masih banyak sebab-sebab lainnya yang mengantarkan wanita menjadi mayoritas penduduk neraka. akan tetapi kami hanya mencukupkan tiga sebab ini aja di karenakan memang tiga style inilah yang sering kita dapati di dalam kehidupan masyarakat negeri kita ini.

Facebook Comments
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *