Ayah Perempuan Pencari Suaka Asal Saudi Tiba di Thailand

Qunun khawatir bila pulang ke Saudi, dia akan dibunuh oleh keluarganya.

ceramah.xyz, RIYADH — Ayah seorang perempuan asal Saudi, yang berusia 18 tahun dan melarikan diri ke Thailand, tiba di Bangkok dan ingin bertemu dengan putrinya. Hal itu diungkapkan kepala imigrasi Thailand di Selasa (8/1).

Perempuan tersebut, Rahaf Mohammed al-Qunun, mengatakan ia takut keluarganya akan membunuhnya dan di karenakan itu ia pergi mencari suaka. Ayah dan saudara laki-laki Qunun wajib menunggu apakah badan pengungsi PBB (UNHCR) akan mengizinkan mereka bertemu dia, Perkataan Kepala Imigrasi Surachate Hakpan.

“Ayah dan saudara (Rahaf Mohammed al-Qunun) ingin bertemu dan berbicara dengan putrinya akan tetapi PBB wajib menyetujui pembicaraan itu,” Perkataan Surachate kepada wartawan.

Badan PBB urusan pengungsi itu mengatakan di Selasa sedang menyelidiki perkara Qunun setelah ia melarikan diri ke Thailand di karenakan takut keluarganya akan membunuhnya bila ia dipulangkan ke Arab Saudi. Para pegiat mengkhawatirkan apa yang akan Arab Saudi lakukan setelah pihak berwenang Thailand mengubah keputusannya memulangkan Qunun dan mengizinkan perempuan tersebut memasuki negara itu di bawah penanganan UNHCR.

“Ayahnya sudah di sini sekarang dan jadi sumber keprihatinan,” Perkataan Phil Robertson, wakil direktur Human Rights Watch untuk Asia, kepada wartwan.

“Kami tak tahu apa yang akan dia (ayah Qunun) lakukan … apakah dia akan berusaha mencari tahu di mana putrinya berada dan mengusiknya. Kami tak tahu apakah dia (ayah Qunun) akan berusaha meminta Donasi kedutaan untuk menjalankan itu.”

Qunun saat ini tinggal di satu hotel di Bangkok, sementara UNHCR memproses permintaannya untuk mendapatkan status pengungsi, sebelum dia Bisa suaka di negara ketiga. Staf UNHCR mewawancarainya di Selasa setelah bertemu sehari sebelumnya.

“Untuk memproses perkara ini dan menentukan langkah-langkah ke depan wajib beberapa hari,” Perkataan wakil UNHCR Thailand Giuseppe de Vincentiis dalam satu pernyataan.

“Kami berterima Afeksi bahwa pihak berwenang Thailand tak mengirim (Qunun) pulang yang bertentangan dengan keinginannya serta membagikan perlindungan baginya,” ujar dia.

Kasus itu telah menarik perhatian baru dari Global soal peraturan-peraturan ketat Arab Saudi, termasuk ketentuan bahwa wanita wajib punya izin dari “wali” lekaki untuk bepergian. Ketentuan itu dikatakan kelompok-kelompok Copyright asasi manusia Bisa memerangkap wanita dan anak-anak perempuan sebagai tahanan keluarga yang menjalankan tindakan menyimpang.

Baca: Dilindungi UNHCR, Perempuan Saudi Tinggalkan Bandara Bangkok

Ayah Perempuan Pencari Suaka Asal Saudi Tiba di Thailand

Facebook Comments
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *