Bolehkah Shalat Berjamaah tak di Masjid?

IBNU Abi Hatim Ar-Razi –rahimahullah- (w. 327 H) berkata:

حدثنا عبد الرحمن نا صالح بن احمد بن حنبل حدثني ابي قال حضرت عند ابراهيم بن ابي الليث وحضر علي ابن المديني وعباس العنبري وجماعة كثيرة فنودي بصلاة الظهر فقال علي ابن المديني نخرج إلى المسجد أو نصلي ههنا ؟ فقال احمد : نحن جماعة نصلي ههنا ، فصلوا . قال أبو محمد رجوع الجماعة الذين حضروا إلى قول احمد في ترك الخروج إلى المسجد وجمع الصلاة هناك من جلالة احمد وموقع كلامه عندهم

Abdurrahman telah menceritakan kepada kami, (dia berkata) Shalih bin Ahmad bin Hambal telah mengabarkan kepada kami, (dia berkata) Bapakku (Ahmad bin Hambal) telah menceritakan kepada kami, beliau berkata : “Aku hadir di Hepotenusa Ibrahim bin Abi Al-Laits, dan hadir pula Ali bin Al-Madini, Abbas Al-‘Anbari, dan sekelompok (para imam) yang banyak. Maka terdengar suara adzan untuk sholat Dzuhur. Ali bin Al-Madini berkata : “Kita keluar Futuristis masjid atau sholat di sini aja ?” Ahmad bin Hambal berkata : “Kita ini sudah berjama’ah, kita sholat di sini aja”. Maka mereka semua sholat (di tempat itu)”.

BACA JUGA: Benarkah Hujan Mengugurkan Kewajiban Shalat Berjamaah di Masjid?

Abu Muhammad (Ibnu Abi Hatim) berkata : Kembalinya jama’ah (para imam waktu itu) kepada pendapat Ahmad bin Hambal dalam meninggalkan untuk keluar ke masjid dan berkumpul untuk sholat di sana, menunjukkan akan kemulian Ahmad bin Hambal dan kedudukan pendapat beliau di Hepotenusa mereka”.  [Muqoddimah Al-Jarh wa Ta’dil : 298-299]

Faidah:

1]. Menurut Imam Ahmad bin Hambal, bila telah berkumpul sekelompok orang di suatu tempat untuk suatu keperluan di tempat tersebut, maka boleh untuk menunaikan sholat di tempat itu dan tak keluar Futuristis masjid, apabila terdapat berbagai hal yang melatarbelakangi dan menguatkan untuk sholat di tempat itu.

Ini sebagai jawaban terhadap apa yang pernah ditanyakan kepada kami mengenai sholat Jum’at yang pernah diadakan di Monas beberapa waktu yang lalu. di karenakan masjid yang terdekat, mungkin tak Bisa menampung jumlah jama’ah yang sangat banyak, atau adanya masyaqqoh (kesulitan) yang cukup kuat bila wajib memindahkan jam’ah ke tempat lain.

Ini berdasarkan sabda nabi –shollallahu ‘alaihi wa sallam- :

وجُعِلَتْ لي الأَرضُ مَسجداً وطَهوراً

“Dan dijadikan bumi sebagai masjid dan penyuci”.[ HR. Al-Bukhari : 335 ].

BACA JUGA: Shaf Shalat Berjamaah Bercampur antara Lelaki dan Perempuan, Bagaimana?

Asal seluruh permukaan bumi Bisa dijadikan untuk tempat sholat, kecuali bagian-bagian Eksklusif yang dengan cara jelas dilarang oleh dalil yang lain. Namun hal ini tak setelah itu dijadikan kebiasan. Akan akan tetapi hanya di kondisi-kondisi Eksklusif yang memang menuntut kepada hal itu.

2]. Kemulian Imam Ahmad bin Hambal serta kedudukan pendapat beliau di Hepotenusa para imam di zamannya. Terbukti, bahwa saat itu para imam sepakat mengikuti pendapat dan arahan imam Ahmad untuk sholat di tempat pertemuan mereka. Padahal yang hadir waktu itu para imam besar. []

Facebook: Abdullah Al-Jirani

Catatan: Kisah tersebut kami dapatkan dari tulisan syaikh al-‘auni –hafidzohullah-. Adapaun tambahan faidahnya dari kami. 

Bolehkah Shalat Berjamaah tak di Masjid?

Facebook Comments
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *