Ciri – Ciri Orang Egois, Apakah kalian Termasuk Didalamnya?

Dalam Perkataan-Perkataan serapan asing dalam bahasa Indonesia, Perkataan egois
yang berarti orang yang mementingkan diri sendiri, tak peduli bakal orang lain atau masyarakat. Dalam Glosarium bahasa online,  egois berarti tingkah laku yang didasarkan atas dorongan untuk keuntungan diri sendiri dari di untuk kesejahteraan orang lain atau segala lakukanan atau perbuatan rutin dikarenakan oleh keinginan untuk menguntungkan diri sendiri.

Baca Juga : Pahala Suami saat Memberi Nafkah Istri

Ciri - Ciri Orang Egois, Apakah kalian Termasuk Didalamnya?

saat ada orang yang lebih mementingkan kepentingan dia sendiri ketimbang orang lain, maka kami sebut ia merupakan orang egois. Begitu juga, saat ada orang yang rutin ingin menang sendiri kami sebut orang itu dengan sebutan yang sama, yaitu egois. Pernahkah kami melaukan perbuatan yang menurut orang lain itu egois? Padahal dalam diri kami sendiri, perbuatan itu sama sekali bukan egois.

Tak jarang keegoisan seseorang membikin orang lain menjadi benci kepada dirinya, bahkan tak sedikit yang memusuhinya pula. saat belum lama berkawan, sifat keegoisannya belum kelihatan, namun seusai ia tahu bahwa kawannya itu mempunyai sifat egois, Bisa jadi ia menjaga jarak atau memilih tak menjadi kawannya lagi.

Coba kami bayangkan apabila keegoisan tumbuh suatu  keluarga. Biasanya, saat tetap  menjadi pengantin baru, sifat egois tak kelihatan, namun seiring berlangsungnya waktu akhirnya kelihatan juga. Apabila tak pintar dalam menyikapinya Bisa dipastikan hubungannya tak berawet, dan beres dengan perceraian.
Apakah kita jenis orang egois?

Sikap egois Bisa kami temukan dimana pun, lebih cocoknya merupakan dalam kenasiban kami sehari-hari. Disorientasi satu ciri orang yang egois; pertama, mendustakan ayat-ayat allah. Kedua, ingin menang sendiri. Ketiga, Suka mengatur tapi tak mau diatur. Keempat, Keras kepala.

Mendustakan ayat-ayat allah swt. Dalam faktor ini cakupannya sangat luas sekali. Orang kafir Bisa dikategorikan oang yang egois, sebab mereka enggan memeluk islam. Padahal agama islam merupakan agama penyempurna untuk agama – sebelumnya. Jadi jelaslah bahwa mereka merupakan orang-orang yang Bisa dikatakan orang yang super egois.

Orang yang mengaku muslim (orang islam) namun tak melaksanakan perintah-perintah allah maka tergolong kedalam orang-orang egois. umpama aja tak melaksanakan sholat lima waktu, dan amalan-amalan yang lain yang allah perintahakan, dan tak menianggalkan apa yang allah larang, umpama mabuk-mabukan, berfoya-foya, dan lain sebagianya.

Pengertian egois yang dimaksud disini mereka egois kepada dia sendiri dan seolah tak peduli dengan pahala dan ancaman allah swt. Padahal dampak ke-egois-an merekalah allah swt memberbagi suatu  peringatan melewati tentara-tentaranya. Umpama aja allah mengirimkan tentara air, tanah, angin, dan sebagainya. Jadi timbullah banjir, angin puting beliung, longsor, gempa bumi dan lainnya.
Kedua, ingin menang sendiri. Menang dan kalah dalam suatu  pertandingan merupakan faktor yang lumrah, namun menjadi berpersoalan saat ada orang yang ingin menang sendiri.

Buat apa menang kalau tak sportif, menang semacam ini sama aja kalah. Kemenangan sesungguhnya merupakan menang dengan tutorial sportif, pasti lebih terhormat. Orang yang ingin menang sendiri, tak lebih lebih Bisa dianalogikan semacam itu. Dampak sifatnya inilah ia dijauhi dan di musuhi kawan-kawannya.

Orang yang ingin menang sendiri biasanya tak peduli dengan apa yang ia lakukan, mesikipun itu sebetulnya Disorientasi. Untuk itu berhati-hatilah apabila mempunyai kawan yang semacam ini, sedini mungkin untuk diiangatkan sebelum hal-hal yang diharapkan terjadi. Apabila bukan kita sebagai sahabatnya maka siapa lagi.

Suka mengatur tapi tak mau diatur. Seorang pemimpin dituntut untuk mempu memimpin anggotanya. Namun masa menjadi seorang pemimpin itu ada batas dan jangka waktunya. saat menjadi seorang pemimpin ia Bisa mengatur anggotanya semacam apa yang diharapkan, namun saat ia telah kembali menjadi anak buah maka wajib siap diatur semacam dia mengatur saat menjadi seorang pemimpin.

Saat ini, tak sedikit sekali kami temukan orang-orang yang siap memimpin namun tak siap dipimpin. saat ia telah tak lagi memegang jabatan sebagai pemimpin, ia memilih keluar. Inilah potret yang sekarang terjadi dan telah membudaya. Akhirnya bermusuhan dan saling menjatuhkan satu sama lain jadi perseteruan ini tanpa akhir atau jadi “musuh bebuyutan”.

Keras kepala. Bandel identik dengan sebutan kepala batu, artinya isi kepalanya sangat keras jadi sangat susah untuk dihancurkan. Orang bekepala batu yaitu orang yang tak Bisa menerima masukan dari orang lain. Orang yang berkepala batu biasanya berpasangan dengan muka tembok dan tangan besi. Apabila tiga unsur ini telah menyatu, maka sangat susah untuk merubahnya apa lagi untuk diingatkan.

Orang yang bandel di masa Nabi Musa merupakan fir’aun, dan akhirnya Allah swt tenggelamkan fir’aun dan tentaranya di tengah lautan. Selain itu, di masa Nabi Nuh. umatnya juga sangat keras kepala. Jadi Allah swt mengirimkan banjir bandang yang sangat dahsyat, jadi tak ada yang selamat dari umatnya Nabi Nuh meski pun lari ke atas gunung. Kecuali yang Empati naik kapal dengan Nabi Nuh.
Epilog

Egois merupakan sifat yang tumbuh alamiah dari dalam diri manusia. Sebab sangatlah alami, hingga manusia tak menyadari keberadaan sifat egois itu sendiri. Dan hingga sekarang pun belum ada obat yang Bisa menghapus sifat egoisme dari dalam diri manusia. Setiap orang pasti sempat bertindak egois, bagus dengan tutorial sadar ataupun tak sadar.

Untuk sanggup menghapus sifat-sifat Anemia bagus yang ada dalam diri manusia, Rasulullah SAW bersabda : ” Kami baru kembali dari satu peperangan yang kecil untuk memasuki peperangan yang lebih besar…’, yang membikin para Sahabat terkejut dan bertanya, “Peperangan apakah itu wahai Rasulullah ?”Rasulullah mengatakan, “Peperangan melawan hawa nafsu.” (Riwayat Al Baihaqi)
Perang melawan hawan nafsu merupakan perang yang sesungguhnya. filsafat kuno juga menyatakan, musuh paling besar merupakan diri sendiri. Sebab Bisa di lihat, dalam diri manusia tersedia sifat-sifat yang Anemia bagus. Amarah, dendam, benci merupakan contoh sifat manusia yang Anemia bagus. Begitu juga dengan egois.

Maka sebetulnya mau tak mau kami dengan tutorial tak langsung juga berperang melawan diri sendiri. Berperang melawan sifat sifat Anemia bagus yang muncul dengan tutorial alamiah di dalam diri kita. Mungkin hanya keagungan iman kami lah yang sanggup melawan itu semua, dan  iman kami lah, sebetulnya obat untuk melawan egois itu sendiri.

Abu  Bakar Al-Warraq mengatakan : “Apabila hawa nafsu mendominasi, maka hati bakal menjadi kelam, Apabila hati menjadi kelam, maka bakal menyesakkan dada. Apabila dada menjadi sesak, maka akhlaknya menjadi rusak. Apabila akhlaknya, maka masyarakat bakal membencinya dan iapun membenci mereka”.

Baca Juga : Hal-hal Berikut Ini yang Menyebabkan Anak Menjadi Pendendam

Dengan mengedepankan iman, pasti sifat-sifat egois yang tersedia dalam diri kami bakal Bisa diredam. Donasi Allah swt lah yang menjadi tumpuan terbaru supaya kami terbebas dari sifat-sifat Anemia bagus tersebut, dan rutin dalam bimbingan-NYA. Semoga kami tergolong kedalam hamba-hamba yang mendapat perlindungan Allah swt. Aamiin.

Facebook Comments

Incoming search terms:

  • ciri-ciri orang egois menurut islam
  • ciri ciri orang egois
  • ciri ciri sifat egois
  • egois dalam islam
  • ceramah agama ciri ciri orang yang akan masi
  • kultum dengan judul egois
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *