Dituding Represif terhadap Oposisi, Humas Polri: tak Ada Tebang Pilih

JAKARTA— Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal angkat bicara perihal pihaknya yang disebut terindikasi semakin represif setelah pemanggilan pendukung Prabowo-Sandi oleh Kepolisian.

Iqbal membantah bila polisi tebang pilih dalam penegakan hukum dan semua proses hukum berdasarkan Anggaran perundangan.

BACA JUGA: Resmi Ditahan, Eggi Sudjana: Polisi Punya Kewenangan, Kita Ikuti Prosesnya

“Tolong hilangkan (dugaan represif), tak ada sama sekali kepolisian menjalankan upaya paksa kepolisian dengan prinsip tebang pilih. Kan ada pasti proses di dalam penyelidikan baru ke penetapan tersangka,” Perkataan Iqbal, di Kamis (16/5/2019) kemarin.

Iqbal mengatakan, dalam penetapan tersangka polisi saat ini berupaya mempunyai 3 alat bukti sehingga tak mudah digoyahkan saat di pengadilan.

“Sekarang kita lebih over estimate lagi tak 2, Bisa 3, Bisa 4, maka dari itu penetapan tersangka dalam waktu lama kita semua ingin bukti betul-betul firm, tak terbantahkan, di karenakan ini kan war of intellectual. Ini kita juga di challenge di pengadilan,” tandasnya.

Juru Bicara BPN Andre Rosiade mengaku heran di karenakan semakin hari semakin banyak pendukung dan simpatisan Prabowo-Sandi yang dipanggil pihak kepolisian. Padahal mereka yaitu bagian dari warga negara yang bebas berpendapat dan mengkritisi.

BACA JUGA: Resmi Ditahan, Eggi Sudjana: Polisi Punya Kewenangan, Kita Ikuti Prosesnya

“Saya heran juga kenapa kok hingga emak-emak seperti Ibu Ani ini dipanggil diperiksa. Mereka kan ini hanya mengkritisi, mereka berpendapat, menyalurkan aspirasi mengenai keberpihakan politiknya dan itu Absah-Absah aja. Ini negara demokrasi kok,” Perkataan Andre. []

SUMBER: MSN/KUMPARAN

Dituding Represif terhadap Oposisi, Humas Polri: tak Ada Tebang Pilih

Facebook Comments
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *