Dulu Pendulang Emas Ilegal, Kini Jadi Inspirator Pertanian

ceramah.xyz, TANAH BUMBU — Abah Judin (44 th) bukanlah nama sebenarnya. untuk warga Kalimatan Selatan, tepatnya di Desa Mangkalapi, Kecamatan Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu sudah terbiasa memanggil pria yang sudah berkeluarga dengan sebutan nama anaknya. Nama sebenarnya yaitu Mohammad Sarani. Pria sederhana ini kini dikenal warga sebagai inspirator pertanian di desanya. Padahal dulunya ia lebih dikenal sebagai pendulang emas hingga penebang Ebonit ilegal yang sudah ia geluti selama puluhan tahun.

Berada di pedalaman hutan Borneo, warga Desa Mangkalapi ternyata minim sekali akan keterampilan mengenai bertani dan bercocok tanam. Akhirnya mayoritas warga berprofesi sebagai pendulang emas hingga penebang Ebonit untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Abah Judin termasuk ke dalamnya. Sebenarnya aktivitas mereka ini sudah lama dilarang oleh pemerintah di karenakan dianggap merusak lingkungan dan tak sedikit menelan korban Heroisme karena resiko yang ditimbulkan cukup tinggi.

Siaran pers Forum Amil Zakat (LAZ) Al Azhar yang diterima ceramah.xyz, Rabu (12/7) menyebutkan, suatu saat program Indonesia Gemilang besutan LAZ Al Azhar yang fokus untuk memberdayakan perekonomian masyarakat desa datang dengan menempatkan seorang Dasamas (Da’i Sahabat Masyarakat) Ustaz  Iyas Ahmad Sanusi. di karenakan kecintaan Abah Judin kepada Global agama ia pun memberanikan diri untuk mengakrabkan diri dengan Ustaz  Iyas.

Walhasil Ustaz Iyas dan Abah Judin berkolaborasi dalam mengembangkan syiar dan dakwah di Desa Mangkalapi. Dalam perjalanannya, dakwah Ustaz  Iyas seolah menyadarkan hati Abah Judin bahwa ternyata pekerjaan yang selama ini ia geluti dilarang oleh agama di karenakan diperoleh dengan cara ilegal. Akhirnya ini menjadi titik balik jalan hidupnya untuk menjadi seorang petani.

Abah Judin memulai karir bertani dengan tips menebang pohon-pohon besar hingga menjadi Tanah pertanian yang siap tanam. Bersama Dasamas Ustaz  Iyas ia belajar pertanian mulai dari nol. Ujian pun mulai datang menghampiri usaha Abah Judin ini. Mulai dari kegagalan panen karena Bala banjir, diserang hama serta faktor kondisi alam yang belum bersahabat di karenakan ketiadaan infrastruktur pertanian.

“Awalnya dulu saya menanam padi dengan sistem tumpang sari dengan pohon pisang, semuanya Demisioner dilalap dengan banjir yang menggenang hingga beberapa minggu. setelah itu saya coba lagi menanam padi umur pendek, itu juga Demisioner terserang hama tikus dan monyet. Dulu sempat Frustasi asa, ya gimana sudah capek-capek tapi tak ada hasil,” ujar Abah Judin.

Melihat kondisi yang dialami Abah Judin, Ustaz Iyas pun memberi memberi semangat bahwa itu semua hanya ujian dan bagian dari proses Futuristis keberhasilan. Dengan pendampingan yang lebih intens ia setelah itu menyarankan Abah Judin untuk menanam jagung manis dengan sistem tumpang sari. Penanggulangan hama pun juga telah disiapkan supaya ke depan tak kembali mendapatkan galal panen.

Setelah mengikuti semua saran Dasamas, mulailah terlihat secercah keberhasilan pertanian Abah Judin. Jagung manis yang ia tanam tumbuh Fertile dan melimpah saat masa panen. Ia pun terus mengembangkan Tanah jagung manis miliknya di karenakan hasilnya cukup menjanjikan. Ia juga menanam padi, sayur mayur serta pisang untuk memenuhi Tanah yang digarapnya.

Kini hasil dari menggarap Tanah pertaniannya uang sebesar Rp 2 juta rupiah dalam seminggu Bisa ia kantongi dan ia masukkan ke rekening tabungannya. Hasilnya ini tentu jauh lebih besar dari profesinya semula sebagai pendulang emas. Dan lebih berkah tentunya.

Keberhasilan beliau inilah yang menjadi inspirasi untuk warga Desa Mangkalapi untuk bertani dan mengembangkan potensi alam yang dimiliki desa mereka. Sudah banyak warga yang berbondong-bondong beralih profesi menjadi petani dan belajar langsung dengan Abah Judin serta Dasamas. Kesuksesan Abah Judin  juga mampu meminimalisir praktik illegal loging, pendulangan emas ilegal yang resikonya sangat tinggi serta melanggar Anggaran pemerintah.

“untuk saya melalui bertani dan menginspirasi warga lain yaitu jihad. di karenakan jihad itu perjuangan, jihad itu kerja keras, jihad itu pantang Frustasi asa,” Perkataan Abah Judin sambil melihat hamparan jagung yang siap panen, butiran padi yang mulai menguning serta tandan-tandan pisang yang sudah mulai membesar, sayur kangkung yang mulai tinggi, serta timun-timun yang mulai berkembang.

Siaran per situ juga menyebutkan, Abah Judin kini juga dipercaya warga untuk menjadi ketua DKM Masjid Darul Hijrah di Desa Mangkalapi di karenakan dedikasi dan kepeduliannya kepada agama. Ia juga sudah sukses mengantarkan anaknya menjadi juara dalam berbagai lomba bagus di tingkat kecamatan ataupun provinsi. Sebagai bukti bahwa ia  sangat peduli dan perhatian yang sangat tinggi di Global pendidikan.

 

Dulu Pendulang Emas Ilegal, Kini Jadi Inspirator Pertanian

Facebook Comments
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *