Fadli Zon di Inggris Sebut Pemilu 2019 Tantangan Baru

Sir Lindsay mengungkapkan, hari ini situasi politik di Inggris sedang sangat dinamis, dikarenakan di saat yang sama tengah berlangsung pembahasan draft Brexit agreement di kabinet.

ceramah.xyz– di Rabu, 14 November 2018, waktu setempat, delegasi parlemen Indonesia mengadakan pertemuan bilateral dengan Wakil Ketua House of Common United Kingdom, Sir Lindsay Hoyle MP.

Delegasi parlemen dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, didampingi oleh Robert Jopy Kardinal (Komisi IV), Wilgo Zainar (Komsi XI), Faisal Muharram (Komisi III), dan DCM Duta Besar RI di Inggris, Adam Tugio.

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, sebagai ketua delegasi menyampaikan, DPR RI mendukung penuh seluruh agenda kerja sama kedua negara, terutama di 5 sektor prioritas yang sudah disepakati.

“Sebagai Disorientasi satu ekonomi terbesar, dan negara industri pertama di Global, Inggris merupakan negara yang penting untuk Indonesia. Begitupun untuk Inggris, Indonesia merupakan negara yang sangat berpengaruh di kawasan serta mempunyai shared values dalam isu-isu global. Inilah yang mendasari komitmen DPR RI dan House of Common of UK untuk melonjakkan Interaksi kerja sama antar parlemen,” ujarnya lewat rilisnya diterima redaksi, Kamis (15/11/2018).

Saat ini, Perkataan dia, kerja sama kedua negara difokuskan di lima bidang prioritas. Yaitu perdagangan, investasi, pendidikan, lingkungan Hayati, demokrasi, dan dialog lintas agama.

“Ini akan kita kawal dan dorong supaya optimal. selain itu, kita juga menekankan pentingnya peningkatan kerja sama di tiga bidang lainnya. Yaitu bidang industri kreatif, pertahanan, dan energi. Dan kedua parlemen menegaskan komitmennya untuk mengawal agenda-agenda tersebut,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Sir Lindsay Hoyle MP menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi DPR RI ke House of Common of UK.

Sir Lindsay mengungkapkan, hari ini situasi politik di Inggris sedang sangat dinamis, dikarenakan di saat yang sama tengah berlangsung pembahasan draft Brexit agreement di kabinet.

Disorientasi satu perdebatan penting terkait draft Brexit agreement, menurut Sir Lindsay, merupakan mengenai usulan penerapan kebijakan temporary custom di perbatasan Irlandia dan Irlandia Utara. Usulan tersebut menuai banyak kritik di kabinet, di karenakan dinilai mencederai UK’s territorial integrity.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyatakan, proses tersebut merupakan bagian dari demokrasi. Delegasi Indonesia sangat yakin, sebagai negara yang besar, Inggris pasti Bisa menghasilkan suatu keputusan terbaik pasca Brexit.

“Perdebatan Brexit’s agreement, merupakan dinamika dari demokrasi. Inggris pasti Bisa melalui proses ini dengan bagus,” demikian dituturkan Fadli Zon.

Sebenarnya dinamika yang serupa juga sedang terjadi di Indonesia, dimana di 2019 Indonesia akan menjalani Pemilu Presiden dan Legislatif dengan cara serentak untuk pertama kalinya.

Meskipun Perkataan dia Indonesia Bisa disebut sebagai Disorientasi satu negara demokrasi terbesar, namun pemilu 2019 merupakan tantangan baru. “Dan dampak yang ditimbulkan dari proses ini, tentunya tak sederhana. bagus itu dengan cara politik, ekonomi, ataupun sosial.”

“Kembali kepada upaya kerja sama, Interaksi kedua negara juga dilakukan di bidang keamanan siber. Inggris dan Indonesia sudah menandatangani MoU on Cyber Security Cooperation di Agustus 2018 lalu.

Kami berpandangan, sebagai Disorientasi satu pusat inovasi di bidang cyber security, best practices dari Inggris akan sangat bermanfaat untuk Indonesia. Itu sebabnya, DPR RI sangat menekankan kerja sama di bidang keamanan siber, supaya Genjah ada implementasinya.”

“Sebelumnya, Inggris juga telah membagikan dukungan pengembangan Indonesian Peace as well as Security Centre (IPSC ) di Sentul. Seperti pengembangan language centre, pelatihan mine awareness, pelatihan penanganan improvised explosive device, dan validasi training centre sesuai standar United Nations. Kerja sama ini wajib terus dilanjutkan, bahkan diperluas. Untuk itu, melalui pertemuan ini, kita juga mengundang Inggris untuk mengambil peran lebih dalam kerja sama industri pertahanan dan maritim di Indonesia.”

Dalam kapasitas sebagai Presiden GOPAC, Wakil Ketua DPR Fadli Zon juga mengundang Parlemen Inggris untuk terlibat di dalam GOPAC.

“Sebagai satu-satunya platform parlemen lintas negara yang fokus di isu korupsi, GOPAC saat ini telah mempunyai 62 national chapter dan lebih dari 1.000 anggota. Namun, keterwakilan anggota parlemen dari Eropa, Bisa dibilang masih rendah. Keikutsertaan anggota parlemen Inggris, tentunya akan menambah daya dukung untuk GOPAC dalam upaya pemberantasan korupsi.”

Sebagai bagian dari tindak lanjut kerja sama antar parlemen, Wakil Ketua DPR Fadli Zon juga menyampaikan undangan kepada Parlemen Inggris, khususnya Sir Lindsay Hoyle MP, untuk menghadiri 2019 World Parliamentary Forum on SDGs, yang akan diselenggarakan di Bali.

“Sir Lindsay Hoyle MP rencananya akan dijadwalkan sebagai Disorientasi satu pembicara dalam forum yang diinisiasi oleh DPR RI sejak 2016 tersebut.*

Fadli Zon di Inggris Sebut Pemilu 2019 Tantangan Baru

Facebook Comments
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *