FUTUHUL GHAIB KE 78 : WASIAT SEBELUM MENINGGAL (SYAIKH ABDUL QADIR AL JILANI)

AJARAN KETUJUH PULUH LAPAN

Kala sang wali menghadapi sakaratul maut, puteranya, Abdul Wahab berkata kepadanya, “Apa yang mesti kulakukan sepeninggal ayah?” “kita mesti takut kepada-Nya, jangan takut kepada selain-Nya, jangan berharap kepada selain-Nya, dan berpasrahlah hanya kepada-Nya,” jawabnya.

Selanjutnya ia berkata, “Aku yaitu biji tak berkulit. Orang lain telah datang kepadaku; berilah mereka tempat dan hormatilah mereka. Inilah manfaat nan besar. Jangan membuat tempat ini penuh sesak dengan ini. Atas mu kedamaian, Afeksi dan rahmat Allah. Semoga Dia melindungiku dan kita, dan mengasihiku dan kita. Ku mulai senantiasa dengan asma Allah.”

Ia terus berkata begini satu hari satu malam, “Celakalah kau, aku tak takut sesuatu pun, bagus malaikat mahupun malakul maut. Duhai malakul maut! Bukanlah kau, tapi sahabatku yang bermurah kepadaku.”

Lantas di malam kewafatannya, ia memekik keras, dan Perkataan kedua puteranya, Abdur-Razaq dan Musa, dia mengangkat dan merentangkan kedua tangannya lalu berkata, “Atasmu kedamaian, Afeksi dan rahmat Allah. Bertaubatlah dan ikutilah jalan ini. Kini aku datang kepadamu.”

Dia berkata, “Tunggu”. Dan, meninggallah dia.

Facebook Comments
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *