Ini Pahala yang Diterima Suami Untuk Setiap Nafkah yang Diberikan di Istrinya

Dalam menjalani biduk rumah tangga, suami istri mempunyai Copyright
dan kewajiban yang wajib dilaksanakan. di hakikatnya Hayati berumah tangga merupakan Disorientasi satu tutorial untuk memperoleh pahala untuk pasangan suami istri. Segala sesuatu yang dilakukan dengan niat beribadah kepada Allah, akan mendapatkan balasan dari-Nya. 

Ini Pahala yang Diterima Suami Untuk Setiap Nafkah yang Diberikan di Istrinya

Disorientasi satunya mengenai kewajiban suami untuk membagikan nafkah kepada istrinya. bagus berupa nafkah keperluan sehari-hari ataupun nafkah Eksklusif untuk sang istri. Dan ternyata kewajiban suami untuk membagikan nafkah kepada istrinya merupakan suatu ibadah yang paling besar pahalanya apabila dibandingkan dengan membelanjakan harta saat perang di jalan Allah.

Rasulullah SAW bersabda bahwa,

“Satu dinar yang engkau belanjakan untuk perang di jalan Allah SWT dan satu dinar yang engkau belanjakan untuk istrimu, maka yang paling besar pahalanya ialah apa yang engkau berikan kepada istrimu.” (HR. Bukhari-Muslim)

Hadist diatas jelaskan bahwa sebelum seorang suami menyedekahkan harta nya untuk perjuangan Islam, lebih utamakanlah terlebih dahulu untuk menafkahi keluarga. Sehingga anak dan istri tak terlantar saat suami sibuk berjuang di jalan Allah.

Kewajiban suami untuk membagikan nafkah kepada istrinya terdapat dalam Al-Qur’an surat An Nisa ayat 34-37.  Allah SWT berfiman bahwa,

“Kaum laki-laki itu yaitu pemimpin untuk kaum wanita, oleh di karenakan Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan di karenakan mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang shaleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri saat suaminya tak ada, oleh di karenakan Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kita khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukulah mereka. setelah itu bila mereka mentaatimu, maka janganlah kita mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. An Nisa :34-37)

Nafkah yang diberikan seorang suami kepada istri tidaklah bernilai sia-sia di mata Allah. Bahkan hal itu terhitung sebagai amalan sedekahnya, sebagaimana dikatakan dalam hadist dari Abu Mas’ud Al-Anshari bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Apabila seorang muslim membagikan nafkah kepada keluarganya dan dia mengharapkan pahala dengannya maka nafkah tadi dianggap sebagai sedekahnya.” (HR. Bukhari-Muslim)

Begitu besarnya perhatian Rasulullah terhadap Copyright kaum hawa, sehingga beliau mengajarkan kaum lelaki untuk memuliakan istrinya. Dan Beliau amat sangat membenci seorang suami yang menelantarkan istri dan keluarganya serta bersifat kikir dalam membagikan nafkah untuk keluarganya. Bahkan satu suapan yang diberikan oleh seorang suami kepada istrinya dianggap sebagai amalan sedekah sang suami. Seperti yang  disabdakan Rasulullah kepada sahabatnya, Sa’ad bin Abi Waqqash bahwa,

“Dan apa pun yang engkau nafkahkan maka itu teranggap sebagai sedekah bagimu hingga kepada suapan yang engkau berikan ke mulut istrimu.” (HR. Al-Bukhari)

Sungguh mulia seorang suami yang membagikan nafkah kepada istrinya dan tak menelantarkan keluarganya meski dalam keadaan yang sulit sekalipun. di karenakan di hakikatnya sekecil apapun pemberian suami kepada istri dan keluarganya bernilai besar di hadapan Allah. Dan ini merupakan ibadah yang paling besar pahalanya .

Sumber: palingyunik.blogspot.co.id

Facebook Comments
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *