Ini tips Syar’i Wanita Melamar Pria

1 Pertama, Menawarkan diri langsung ke yang bersangkutan

Seperti yang diceritakan Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu di hadis di atas.

Demikian pula disebutkan dalam riwayat lain dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu,

Ada seorang wanita menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menawarkan dirinya, “Ya Rasulullah, saya datang untuk menawarkan diri saya supaya kalian nikahi.”

Setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memperhatikannya, beliau tak ada keinginan untuk menikahinya. Hingga wanita ini duduk menunggu. setelah itu datang seorang sahabat, ‘Ya Rasulullah, bila kalian tak berkehendak untuk menikahinya, maka nikahkan aku dengannya,’ (HR. Bukhari 5030).

Dan di lanjutan hadis, sahabat ini diminta untuk mencari mahar, sampaipun hanya dalam bentuk cincin besi, dst, yang mungkin sudah sering kita dengar.  Hadis ini meunjukkan bahwa Absah aja saat ada seorang wanita yang menawarkan diri untuk dinikahi lelaki yang dia harapkan Bisa menjadi pendampingnya.

Dalam kitab Fathul Bari, wanita yang minta dinikahi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tak haya satu. Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqolani menyebutkan beberapa riwayat yang menceritakan para wanita lainnya, yang menawarkan dirinya untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, diantaranya Khaulah binti Hakim, Ummu Syuraik, Fatimah bin Syuraih, Laila binti Hatim, Zaenab binti Khuzaemah, dan Maemunah binti Al-Harits. (Fathul Majid, 8/525).

2 Kedua, melalui perantara orang lain yang amanah

Termasuk melalui perantara keluarganya, ayahnya atau ibunya atau temannya.

Ini seperti yang dilakukan Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu, saat putrinya Hafshah selesai masa iddah di karenakan ditinggal mati suaminnya, Umar menawarkan Hafshah ke Utsman, setelah itu ke Abu Bakr radhiyallahu ‘anhum.

Umar mengatakan, “setelah itu aku menemui Abu Bakar ash-Shiddiq dan berkata, ‘bila engkau mau, aku akan nikahkan Hafshah binti ‘Umar denganmu.’ Akan akan tetapi Abu Bakar diam dan tak berkomentar apa pun. Saat itu aku lebih kecewa terhadap Abu Bakar daripada kepada ‘Utsman,” (HR. Bukhari 5122 & Nasai 3272).

BACA JUGA: Akhi, Haruskah Aku yang Melamarmu?

Semacam ini juga yang pernah dilakukan Khadijah radhiyallahu ‘anha, beliau melamar Muhammad sebelum menjadi nabi melalui perantara temannya, Nafisah bintu Maniyah. setelah itu disetujui semua paman-pamannya dan juga paman Khadijah. saat akad dihadiri Bani Hasyim dan pembesar Bani Mudhar, dan ini terjadi 2 bulan sepulang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Syam berdagang barangnya Khadijah. (ar-Rahiq al-Makhtum, hlm. 51).

Dalam Disorientasi satu fatwannya, Lajnah Daimah ditanya mengenai hukum wanita yang menawarkan diri supaya dinikahi lelaki yang soleh. Jawab Lajnah,

bila dia seorang laki-laki yang shalih sebagaimana disebutkan maka disyari’atkan untuk wanita itu untuk menawarkan diri kepadanya atau yang semisalnya untuk dinikahi. Ini dibolehkan, sebagaimana yang telah dilakukan Khadijah radhiyallahu’anha.

Juga dilakukan oleh seorang wanita yang menawarkan dirinya (kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam untuk dinikahi beliau), sebagaimana yang tersebut di surat Al-Ahzab.

Juga pernah dilakukan Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu yang menawarkan putrinya Hafshah kepada Abu Bakr setelah itu kepada Utsman bin ‘Affan radhiyallahu’anhum. (Fatawa al-Lajnah ad-Daimah, 18/48 no. 6400). []

 

Ini tips Syar’i Wanita Melamar Pria

Facebook Comments
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *