Inilah Orang yang Dinaungi Sayap Malaikat Saat Kematiannya

Malaikat merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang terbuat dari
cahaya. Beberapa malaikat ada yang bertugas mendampingi manusia terkecuali di tempat-tempat yang kotor dan bernajis seperti kamar mandi.

Inilah Orang yang Dinaungi Sayap Malaikat Saat Kematiannya

Begitu pula dengan lelaki satu ini. Namun ia bukan hanya di dampingi oleh malaikat, bahkan disaat kematiannya para malaikat pun menaungi dengan sayap-sayapnya.

Hal ini dikarenakan ia telah mengerjakan amalan shaleh yang disukai Allah SWT menjelang akhir hayatnya. Sehingga disaat ia wafat, Allah SWT pun membagikan keistimewaan baginya. Lantas siapakah lelaki tersebut ? Dan amalan shaleh apa yang telah dilakukannya ? Berikut ulasan selengkapnya. 
Beberapa orang ada yang Bisa merasakan bahwa kematiannya telah datang mendekat. Hal ini bukanlah perkara yang aneh untuk orang-orang yang dekat dengan Allah SWT. Hal ini pula lah yang dirasakan oleh Abu Jabir. Sehingga ia pun berpamitan kepada putranya yang sangat ia cintai di saat mereka berangkat Futuristis perang Uhud. 
Abu Jabir merupakan suatu julukan, lelaki ini bernama asli Abdullah bin Amr bin Haram. Ia merupakan Disorientasi seorang dari 70 peserta Bai’at Aqabah ke-2. di saat itu merupakan malam yang sangat menentukan perjalanan Rasulullah SAW dan Islam. Sehingga Bai’at Aqabah menyatakan kesiapan 70 orang sahabat dari Madinah untuk membela Rasulullah SAW dengan kekuatan senjata layaknya mereka membela keluarga sendiri. Dan Abu Jabir merupakan Disorientasi satu diantaranya. 
di saat itu, Rasulullah SAW memilih beberapa wakil dari 70 orang. Beliau juga mengangkat Abu Jabir menjadi wakil dari suku Bani Salamah. Sekembalinya ke Madinah Abu Jabir membaktikan seluruh Heroisme raganya untuk Islam. Bahkan baktinya tersebut bertambah berkali-kali lipat saat Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. 
Setelah bertempur di Perang Badar, Abu Jabir dan para sahabat wajib terjun menghadapi Perang Uhud. Namun ada yang berbeda di diri Abu Jabir di saat itu. Ada suatu perasaan kuat mengaliri ruhnya. Dan ia merasa bahwa ia akan gugur dalam pertempuran kali ini. Sehingga dipanggilnyalah sang putra, Jabir bin Abdullah.
Ia berkata, “Jabir putraku, ayah merasa yakin akan gugur dalam pertempuran ini. Dan mungkin akan menjadi syahid pertama diantara kaum Muslimin. Dan demi Allah, ayah tak rela mencintai seorang pun selain Rasulullah SAW lebih besar darimu Anakku. Selain itu, ayah mempunyai hutang, ayah minta keikhlasanmu untuk membayarkannya sebab saat itu ayah tak lagi ada di Global ini. Sampaikanlah pesan ayah untuk kakmu supaya mereka selalu berbuat bagus.”
Setelah berpamitan di putranya, ia pun berangkat dengan para sahabat menyertai Rasulullah SAW Futuristis perang Uhud. Seperti biasanya ia bertempur dengan gagahnya dan akhirnya ia pun gugur. 
Dan saat perang Uhud telah usai, kaum Muslimin kembali ke medan tempur untuk mencari jenazah keluarga dan para sahabat mereka. Begitu pula dengan Jabir bin Abdullah yang mencari ayahnya. Alangkah terharunya ia saat menemukan jenazah ayahnya tergeletak.  Sontak aja Jabir dan keluarganya pun menangis. 
Ia berkata, “Saat ayahku terbunuh dalam perang Uhud, aku membuka wajah ayahku lalu aku menangis. Namun para sahabat melarangku menangis, sementara Rasulullah SAW tak berkomentar atas tangisanku itu. Bibiku pun menangisi kematian ayahku. 
Tatkala itu Rasulullah SAW bersabda, “Engkau tangisi atau tak, malaikat akan tetap menaungi dengan sayap-sayapnya hingga kalian mengangkatnya.”
Namun dalam riwayat lainnya, disebutkan bahwa Jabir berkata, “Rasulullah SAW bersabda kepadaku, “Maukah kita aku beritahukan bahwa Allah SWT berbicara langsung kepada ayahmu ?” Allah Ta’ala berfirman, “Inilah hamba-Ku, memintalah kepada-Ku niscaya Aku kabulkan permintaanmu. Jasad itupun menjawab, “Akuu ingin sekiranya Engkau mengembalikan aku ke Global (menghidupkan) lagi, sehingga aku mempunyai kesempatan untuk Empati berperang lagi dan terbunuh yang kedua kali. Lalu Allah SWT jelaskan, “Telah Aku gariskan bahwa mereka yang meninggal tak akan kembali.” Dan jasad itu berkata, “Kalau demikian, sampaikan hal ini kepada orang-orang setelahku.” Maka Allah SWT menurunkan ayat yang artinya, 
“Janganlah kita mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Bahkan, mereka itu Hayati di Hepotenusa Tuhannya dengan mendapat rezeki.” (QS. Ali Imran: 169) (HR. Ahmad: 3/298; Al-Bukhari: 1244)

Sumber: palingyunik.blogspot.co.id

Facebook Comments

Incoming search terms:

  • sayap malaikat
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *