Kementan: Jumlah Petani Terus Berkurang

ceramah.xyz, JAKARTA — Kementerian Pertanian sedang menjalankan survei ketepatsasaran Donasi pertanian. Sejauh ini, program Donasi pertanian yang sudah bergulir diklaim sukses.

Kepala Biro Humas Kementerian Pertanian Agung Hendriadi mengatakan, survei ketepatsasaran Donasi pertanian sedang dilakukan Kementerian Pertanian dibantu Institute for Development of Economics in addition to also Finance (Indef). Pihaknya sudah melihat metodologi yang digunakan Indef.

”Donasi alat dan mesin pertanian (alsintan), apa sudah disurvei berapa yang diterima pemilik Tanah dan berapa yang diterima penggarap Tanah? Kalau yang menerima hanya penggarap, penerima Donasi sebenarnya yaitu pemilik Tanah. Ini memang belum diidentifikasi,” tutur Agung di Kantor Kementan, Rabu (4/5).

Agung jelaskan, Kementan menjalankan upaya pembangunan pertanian menyeluruh dari hulu ke hilir yang sudah digulirkan sejak 2015. Tujuan upaya ini yaitu mencapai kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani.

Ada empat hal di hulu yang Kementan nilai krusial yakni infrastruktur, benih dan pupuk, alsintan serta penyuluhan. Upaya ini juga didukung program tambahan seperti asuransi pertanian. Dengan 52 persen jaringan irigasi tersier rusak, Kementan fokus di perbaikan sarana ini sehingga lebih banyak Tanah pertanian yang Bisa diairi. ”Pun benih dan pupuk. Benih wajib tepat waktu, tepat lokasi, tepat jumlah, tepat varietas, tepat harga dan tepat mutu. Benih wajib bersamaan juga dengan pupuk,” Perkataan Agung.

Selain itu, Donasi alsintan pra dan pasca panen diharapkan Bisa mengurangi beban pekerja pertanian dan menghemat biaya produksi hingga 30 persen. Apalagi, Perkataan Agung, dalam 20 tahun terakhir hanya tersisa 30 persen pekerja tani menjadi sekitar 70 juta orang. ”Ada transformasi struktural tenaga kerja sektor pertanian. Jumlah petani terus berkurang. Petani bangga saat anaknya bekerja di kota,” Perkataan Ari.

Penyuluhan juga dinilai berperan penting. Menyadari 51 ribu tenaga penyuluh untuk 10 juta hektare saat ini amat Anemia, Kementerian bekerja sama dengan TNI. Juga asuransi pertanian untuk perlindungan petani. Program ini mulai diluncurkan di 2016 ini dan ditargetkan 1 juta hektare tanah pertanian Bisa diasuransikan tahun ini.

Baca juga, Marwan: Dana Desa Bicu Kesejahteraan Petani.

 

Kementan: Jumlah Petani Terus Berkurang

Facebook Comments
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *