Ketahui 16 Dinasti Muslim di Global (1)

SEJARAH mencatat, sejak masa nabi hingga sekarang, Islam telah menorehkan kegemilangan dalam peradabab Global. Hal ini Bisa diketahui dari banyaknya dinasti muslim yang memerintah wilayah di berbagai belahan Global. Mulai dari jazirah Arab hingga Asia dan Afrika.

Bahkan beberapa dinasti Islam yang pernah berkuasa di Global tersebut meninggalkan warisan berharga di sejumlah daerah. Selain berbagai bangunan penting, biasanya dinasti Islam yang pernah berkuasa di Global tersebut juga meninggalkan suatu sistem pemerintahan yang beberapa diantaranya masih digunakan hingga sekarang.

BACA JUGA: Kerajaan Ottoman Turki, Ini 7 Fakta Sejarah dan Kehebatannya

Sebagai muslim di masa kini, tentu kita wajib tahu mengenai sejarah masa lalu tersebut. Nah, berikut ulasan mengenai beberapa dinasti Islam yang pernah berkuasa di Global:

Umayyah (40 H/661 M – 132 H/750 M)

Dinasti Umayyah mempunyai kekuasaan yang meliputi daerah Timur Tengah, Afrika Utara, serta Spanyol. Dinasti Umayyah merupakan keturunan Umayyah bin Abdul Syams bin Abdul Manaf, yang merupakan pemimpin suku Quraisy. Dinasti Umayyah muncul pasca khulafaur rasyidin terakhir yakni Khalifah Ali bin Abi Thalib (40 H/661 M).

Pendiri pemerintahan dinasti Ummayah merupakan Mu’awiyah bin Abu Sufyan, sepupu Nabi yang merupakan keturunan Bani Umayyah dari garis keluarga Harb. Dinasti ini sebenarnya terbagi menjadi dua periode kekuasaan. Periode tersebut dibedakan menjadi Umayyah Damaskus di Suriah dan Umayyah Cordoba di Spanyol.

Pemerintahan Umayyah Damaskus runtuh saat Marwan II, pemimpin terakhirnya, dibunuh tentara Abbasiyah di 132 H/750 M. Damaskus setelah itu diambil alih oleh dinasti Abbasiyah.

Namun, Abdurrahman yang merupakan cucu dari Hisyam (Disorientasi satu pemimpin dinasti Ummayah), meloloskan diri ke Spanyol dan mendirikan Dinasti Umayyah baru di Cordoba. Dinasti Umayah Cordoba sendiri mendapatkan masa emas di pemerintahan Abdurrahman III dan al-Hakam II.

Hingga saat ini Bisa ditemukan berbagai peninggalan Dinasti Umayyah Damaskus seperti Katedral St. John di Damaskus yang telah menjadi masjid dan juga peninggalan Dinasti Umayyah di Cordoba yaitu Masjid Cordoba di Spanyol.

Abbasiyah (132/750 M – 656 H/1258 M)

Pendiri dinasti Abbasiyah merupakan Abu Abbas as-Saffah. Dinasti Abbasiyah berdiri di Damaskus setelah menaklukan dinasti Umayyah. Wilayah kekuasaan dinasti Abbasiyah meliputi Irak, Suriah, Semenanjung Arab, Uzbekistan dan Mesir Timur. Kekuasaannya sendiri Dikotomi menjadi empat periode:

  • Periode awal 132 H/750 M-232 H/847 M),
  • Periode lanjutan (232 H/847 M-333 H/945 M),
  • Periode Buwaihi (333 H/945 M- 447 H/1055 M),
  • Periode Seljuk (447 H/1055 M- 656 H/1258 M).

Pola pemerintahan di dinasti ini memang berubah-ubah disesuaikan dengan iklim politik, sosial, budaya, serta faktor penguasa.

Dinasti Abbasiyah mencapai masa keemasan saat dipimpin as-Saffah, al-Mansur, al-Mahdi, Harun ar-Rasyid, al-Amin, al-Ma’mum, Ibragim, al-Mu’tasim, dan al-Wasiq.

Hancurnya Dinasti Abbasiyah di karenakan pertentangan dan pemberontakan dari dalam negeri serta ancaman dari pihak luar, seperti Bizantium dan Mongol. Hal tersebut diperparah setelah orang Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan cucu Genghis Khan, menghancurkan Baghdad.

Beberapa peninggalan Dinasti Abbasiyah antara lain Baitulhikmah yang merupakan Forum pusat kajian keilmuan yang didirikan oleh Khalifah Harun ar-Rasyid dan Masjid al-Mutawakkil yang mempunyai menara spiral di Samarra, Irak.

Idrisiyyah (172 H/789 M – 314 H/926 M)

Wilayah kekuasaan dari Dinasti Idrisiyyah ada di Magribi. Dinasti Idrisiyyah didirikan Idris I bin Abdullah cucu Hasan bin Ali bin Abi Thalib, yang merupakan dinasti Syiah pertama. Pemimpin Idrisiyyah terbesar yaitu Yahya IV (292 H/905 M-309 H/922 M).

Dinasti Idrisiyyah mempunyai peran penting dalam menyebarkan budaya dan agama Islam ke bangsa Berber.

Hancurnya Dinasti Idrisiyyah di karenakan ditaklukkan oleh Dinasti Fatimiyah di tahun 374 H/985 M.

Seperi Dinasti sebelumnya, Dinasti Idrisiyyah juga mempunyai peninggalan yaitu Masjid Karawiyyin dan Masjid Andalusia yang didirikan di tahun 244 H/859 M.

Aghlabiyyah (184 H/800 M – 296 H/909 M)

Dinasti Aghlabiyyah wilayah kekuasaannya di Aghlabiyah meliputi Tunisia dan Afrika Utara. Pemimpin pertamanya merupakan Ibrahim I bin al-Aglab, yang merupakan panglima dari Khurasan Aghlabiyyah. Dirinya berperan dalam penggantian bahasa latin dengan bahasa Arab serta menjadikan Islam sebagai agama mayoritas.

di abad ke 9 dinasti ini sukses menduduki Sicilia dan sebagian besar daerah Italia Selatan, Sardinia, Corsica, serta pesisir Alpen.

BACA JUGA: Sumber Hukum dan Anggaran di Zaman Khalifah Abu Bakar

Dinasti Aghlabiyyah berakhir setelah ditaklukan oleh Dinasti Fatimiyah.

Beberapa peninggalan Dinasti Aghlabiyyah antara lain Masjid Raya Qairawan dan Masjid Raya di Tunis, Tunisia.

Samaniyah (203 H/819 M – 395 H/1005 M)

Dinasti Samaniyah mempunyai wilayah kekuasaan di Khurasan, Irak dan Transoksania, Uzbekistan. Dinasti Samaniyah didirikan Ahmad bin Asad bin Samankhudat, yang merupakan seorang bangsawan Balkh dari Afghanistan Utara.

Puncak kejayaannya ada di pemerintahan Isma’il II al-Muntasir, namun tak Bisa dipertahankan di karenakan adanya Agresi Dinasti Qarakhan dan Dinasti Ghaznawi.

Beberapa peninggalan Dinasti Samaniyah yaitu Mausoleum Muhammad bin Ismail al-Bukhari, yang merupakan seorang ilmuwan muslim.

Shafariyah (253 H/867 M – 900/1495 M)

Dinasti Shafariyah merupakan dinasti Islam yang mempunyai kekuasaan paling lama di Global. Wilayah kekuasaannya di Sijistan, Iran. Dinasti ini didirikan oleh Ya’qub bin Lais as-Saffar yang merupakan pemimpin Khawarij di Provinsi Sistan, Iran.

Dinasti Shafariyah saat pemerintahan Amr bin Lais Bisa melebarkan wilayah kekuasaanya hingga Afghanistan Timur. Dan saat masa tersebut kekuasaan Dinasti Shafariyah mencapai masa keemasannya. Melemahnya dinasti ini di karenakan adanya pemberontakan dan kekacauan dari dalam pemerintahan itu sendiri dan berakhir di pengambil alihan kekuasaan oleh Dinasti Ghaznawi.

Thuluniyah (254 H/868 M – 292 H/905 M)

Dinasti Thuluniyah merupakan dinasti Islam yang masa paling Genjah berakhir masa kekuasaannya. Wilayah kekuasaan dari Dinasti Thuluniyah ada di Mesir dan Suriah. Pendiri Dinasti Thuluniyah merupakan Ahmad bin Tulun yang merupakan seorang Turki utusan gubernur Transoksania, Uzbekistan. Sebenarnya tugas dari Ahmad bin Tulun merupakan membawa upeti ke Abbasiyah.

Dinasti Thuluniyah hanya berkuasa hingga 38 tahun dan berakhir saat dikalahkan pasukan Abbasiyah dan terbunuhnya Khalifah Syaiban bin Tulun. []

SUMBER: LIPUTAN6

 

Ketahui 16 Dinasti Muslim di Global (1)

Facebook Comments
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *