Kisah Malaikat Jibril dan Mikail Menangis saat Allah Melaknat Iblis

Iblis merupakan musuh untuk umat manusia, sepanjang hidupnya
Iblis sudah bersumpah kepada Allah bahwa ia akan berusaha untuk menyesatkan anak cucu Adam yang jauh dari jalan Allah supaya mereka mau menjadi pengikutnya dan menjadi orang-orang yang tersesat. Untuk itu, marilah kita lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT supaya kita tak terhasut oleh tipu daya Iblis.

Kisah Malaikat Jibril dan Mikail Menangis saat Allah Melaknat Iblis

Tapi, tahukah kita bahwa jauh sebelum nabi Adam diciptakan, Iblis yaitu merupakan makhluk yang mulia disisi Allah dan merupakan Disorientasi satu makhluk yang paling di hormati oleh Malaikat. Afeksi sayang Allah terbesar kepada Iblis yaitu bahwa yang pertama dia telah mendapatkan taufik untuk menyembah Allah SWT. Yang kedua di karenakan ibadahnya yang banyak, dia dimasukkan ke dalam kumpulan para malaikat. Dan sebaik-bagus pertolongan Allah kepadanya yaitu ia menjadi teman pendamping para malaikat sehingga Bisa memahami Estetika, kesucian dan kebersihan mereka.

Saking mulianya Iblis di masa itu, dalam suatu kitab karangan Imam al-Ghazali menyebutkan bahwa Iblis itu sesungguhnya namanya disebut sebagai al-Abid (ahli ibadah) di langit yang pertama, lalu langit yang kedua disebut az-Zahid, setelah itu langit ketiga namanya disebut al-Arif, di langit keempat namanya yaitu al-Wali, di langit kelima namanya disebut at-Taqi, di langit keenam namanya disebut al-Kazin, dan di langit ketujuh namanya disebut Azazil manakala dalam Luh Mahfudz (Lauhul Mahfudz) namanya ialah Iblis.

Dikisahkan Iblis dulunya yaitu ahli ibadah yang tak pernah membangkang dan mengeluh terhadap perintah-perintah Allah. Ia pernah bersujud kepada Allah selama 1000 tahun lamanya dan ia sangat giat dalam beribadah.

Bahkan Iblis pernah menjadi Sayyidul Malaikat (Penghulu atau Pemimpin Malaikat), dan Khozinul Jannah (Bendahara Surga). Namun, lama-kelamaan Iblis menjadi Arogan dan angkuh. Ia menganggap bahwa dirinya yaitu makhluk yang paling tinggi derajatnya di antara makhluk-makhluk Allah yang lain.

Hingga di suatu saat saat Allah baru aja menciptakan Adam sebagai manusia, maka Allah memerintahkan Iblis untuk bersujud kepada Adam, lalu Iblis berkata, “Adakah Engkau mengutamakannya daripada aku, sedangkan aku lebih bagus daripadanya. Engkau jadikan aku daripada api dan Engkau jadikan Adam dari di tanah.”. setelah itu Allah berfirman kepada Iblis, “Aku membuat apa yang Aku kehendaki.”.

Oleh di karenakan iblis memandang dirinya penuh keagungan, maka dia enggan sujud kepada Adam di karenakan ia merasa bangga dan Arogan. Dia berdiri tegak hingga malaikat selesai bersujud. saat para malaikat mengangkat kepala mereka, mereka mendapati Iblis tak sujud sedang mereka telah selesai sujud.

Maka para malaikat bersujud kembali untuk kali kedua kerana bersyukur, akan tetapi Iblis telah dirasuki oleh sifat angkuh dan Arogan tetap enggan sujud. Dia berdiri tegak dan berpaling dari para malaikat yang sedang bersujud. Dia tak ingin mengikuti mereka dan tak pula dia merasa menyesal atas pembangkangannya terhadap Allah.

setelah itu Allah merubahkan mukanya di asalnya yang sangat indah cemerlangan ke bentuk hina yang menyerupai babi hutan. Allah membentuk kepalanya seperti kepala unta, dadanya seperti daging yang menonjol di atas punggung, wajah yang ada di antara dada dan kepala itu seperti wajah kera, kedua matanya terbelah di sepanjang permukaan wajahnya.

Lubang hidungnya terbuka seperti cerek tukang bekam, kedua bibirnya seperti bibir lembu, taringnya keluar seperti taring babi hutan dan janggut terdapat sebanyak tujuh helai.

Setelah itu, lalu Allah mengusirnya dari surga, bahkan dari langit, dari bumi dan ke beberapa jazirah. Dia tak akan masuk ke bumi melainkan dengan tutorial sembunyi, Allah melaknatnya hingga hari kiamat kerana dia menjadi kafir.

Meski Iblis di sebelumnya sangat indah cemerlang rupanya, mempunyai sayap empat, banyak ilmu, banyak ibadah serta menjadi kebanggan para malaikat dan pemukanya, dan dia juga pemimpin para malaikat karubiyin dan banyak lagi, akan tetapi semua itu tak menjadi Agunan sama sekali baginya.

saat Allah membalas tipu daya iblis, maka menangislah Malaikat Jibril dan Mikail. Lalu Allah S.W.T berfirman kepada para Malaikat, “Apakah yang membuat kita menangis?”, lalu mereka menjawab, “Ya Allah! Kami tidaklah aman dari tipu dayamu.”. setelah itu Allah kembali berfirman kepada Malaikat, “Begitulah Aku. Jadilah engkau berdua tak aman dari tipu dayaKu.”.

Setelah di usir dari surga, maka Iblis berkata, “Ya Tuhanku, Engkau telah mengusir aku dari Surga dikarenakan Adam, dan aku tak menguasainya melainkan dengan Dominasi-Mu.” Lalu Allah berfirman di Iblis, “Engkau dikuasakan atas dia, yakni atas anak cucunya, sebab para nabi yaitu maksum.”. Berkata lagi iblis, “Tambahkanlah lagi untukku.” Allah berfirman, “tak akan dilahirkan seorang anak baginya kecuali tentu dilahirkan untukmu dua padanya.”.

Berkata iblis lagi, “Tambahkanlah lagi untukku.” Lalu Allah berfirman, “Dada-dada mereka yaitu rumahmu, engkau berjalan di sana sejalan dengan peredaran darah.”. Berkata iblis lagi, “Tambahkanlah lagi untukku.”, maka Allah berfirman lagi yang bermaksud, “Dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukan yang berjalan kaki, artinya mintalah tolong menghadapi mereka dengan pembantu-pembantumu, bagus yang naik kuda ataupun yang berjalan kaki. Dan berserikatlah dengan mereka di harta, yaitu mendorong mereka mengusahakannya dan mengarahkannya ke dalam haram. Dan di anak-anak, yaitu dengan menganjurkan mereka dalam membuat perantara mendapat anak dengan tutorial yang dilarang, seperti menjalankan senggama dalam masa haid, berbuat perkara-perkara syirik mengenai anak-anak itu dengan memberi nama mereka Abdul Uzza, menyesatkan mereka dengan tutorial mendorong ke arah agama yang batil, mata pencarian yang tercela dan perbuatan-perbuatan yang Dursila dan berjanjilah mereka.”.

Hal ini juga disebutkan dalam surah al-Isra ayat 64 yang artinya:

“Dan hasunglah siapa yang kita sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka di harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka.” [QS. Al-Isra ayat 64]

Sebelum dilaknat Allah, Iblis pernah menjalankan tugas-tugas mulia yang diperintahkan Allah kepadanya yaitu:

1. Iblis sebagai penjaga surga dalam kurun waktu 40.000 tahun.
2. Iblis pernah Hayati bersama bergabung dengan Malaikat selama 80.000 tahun.
3. Iblis diangkat menjadi penasehat Malaikat selama 20.000 tahun.
4. Iblis menjadi pemimpin malaikat karobiyyun dalam waktu 30.000 tahun.
5. Iblis menjalankan thowaf (mengelilingi) arasy bersama para malaikat dalam waktu 14.000 tahun.

Jadi, Keseluruh Iblis beribadah menjalankan semua perintah Allah dalam kurun waktu 185.000 tahun lebih. Selama dalam ibadahnya seperti kita umat Islam, menjalankan sholat, puasa, thowaf dengan para malaikat (mengelilingi baitul makmur di Arsy).

Iblis tak merasa lelah dan mengeluh dalam menjalankan perintah Allah yang mulia ini. Iblis menjalankan dengan ikhlas, tak ada niat apapun kecuali di karenakan Allah semata.

di masa itu malaikat dan lainnya memberi gelar kepada Iblis Al A’ziz (makhluk Allah yang termulia), ada yang memberi gelar A’zazil (panglima besar malaikat).

Menurut kitab tafsir Munir dan Showi, Iblis beribadah di Allah dalam masa 80.000 tahun, thowaf di baitul Makmur dan Arsy selama 14.000 tahun. Oleh karenanya dilangit pertama hingga ketujuh Iblis begitu dihormati oleh para Malaikat.

Malaikat di penjuru alam semesta, dari bumi, langit, baitul makmur, arsy, dan sebagainya, mereka semua menghormati di Iblis sebagai makhluk Allah yang terhormat dan termulia, sehingga apabila Iblis lewat di depan para malaikat, maka malaikat menghormati di Iblis, bagaikan penghormatan prajurit kepada komandannya, pengawal istana di rajanya, sehingga terhormatlah nama Iblis di penjuru alam semesta.

Namun sayang, di lauhul mahfudz, tulisan Iblis terselubung rapi tak satupun makhluk yang tahu kecuali Allah, tertera Al-kafir Al-mal’un (Iblis inkar terkutuk). Dalam sumber lain, Iblis di mulanya bernama Azazil dan tinggal di bumi. Azazil yaitu jin yang taat kepada Allah dan memang Iblis sebenarnya yaitu dari golongan Jin seperti di firman Allah,

“Dan ingatlah saat kami berfirman kepada para malaikat ‘Sujudlah kepada Adam,’ maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia yaitu dari golongan Jin, maka ia mendurhakai Tuhannya” [QS. Al-Kahfi ayat 50]

Dia menyembah Allah selama 1000 tahun, lalu Allah swt mengangkatnya ke langit pertama. Di langit pertama, Azazil beribadah menyembah Allah selama 1000 tahun. setelah itu dia diangkat ke langit kedua, begitu seterusnya hingga akhirnya dia diangkat menjadi imam para malaikat.

Apa pun perintah Allah kepada malaikat juga yaitu perintah baginya, di karenakan dialah imam para malaikat yang memimpin malaikat. Azazil yaitu imam dari seluruh malaikat (Al-muqorrobun, imamul jami’il malaikat).

Ada riwayat yang menyatakan Azazil beribadah kepada Allah selama 80.000 tahun dan tiada tempat di Global ini yang tak dijadikan tempat sujudnya ke hadirat Allah SWT.

Dalam satu riwayat menceritakan, malaikat Israfil melihat yang tersurat di Luh Mahfuz ada tercatat satu suratan yang berbunyi: “Adanya satu hamba Allah yang beribadah selama 80.000 tahun akan tetapi hanya kerana satu kesalahan, maka ibadah hamba itu tak diterima Allah dan hamba itu terlaknat sehingga hari Kiamat.”.

Maka menangislah Israfil di karenakan bimbang makhluk yang tersurat di Loh Mahfuz itu yaitu dirinya. Maka diceritakanlah Israfil kepada segala malaikat pengalamannya melihat apa yang tersurat di Loh Mahfuz.

Maka menangislah sekelian para malaikat di karenakan takut dan bimbang dengan nasib mereka. Lalu semua malaikat datang menemui Azazil yang menjadi imam para malaikat, supaya Azazil mendoakan keselamatan Global dan akhirat kepada seluruh malaikat.

Azazil pun mendoakan keselamatan di Global dan akhirat kepada seluruh malaikat dengan doa: “Ya Allah, janganlah Engkau murka terhadap mereka (para malaikat).” Namun, Azazil lupa untuk mendoakan keselamatan untuk dirinya. Setelah mendoakan semua para malaikat, Azazil terus Futuristis ke surga. Di atas pintu surga, Azazil terlihat suratan yang menyatakan: “Ada satu hamba dari kalangan hamba-hamba Allah yang muqarrabin yang telah diperintahkan Allah untuk membuat satu tugasan, tapi hamba tersebut mengengkari perintah Allah. Lalu dia tergolong dalam golongan yang sesat dan terlaknat.”.

Lalu Allah Menciptakan Adam as, dan memerintahkan malaikat untuk sujud menghormat kepada Adam. Azazil, sebagai imam para malaikat, sepatutnya lebih dahulu bersujud memimpin para malaikat. akan tetapi, dia menolak, di karenakan dia merasa bahawa dirinya lebih bagus dari di Adam. Sementara para malaikat lain terus sujud tanpa dipimpin oleh Azazil.

Bukan aja enggan sujud, Azazil malah Arogan dan menjawab kepada Allah: “Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kita semua kepada Adam’, lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata: ‘Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?'” [QS. Al-Isra ayat 61]

Kesombongan Iblis ini berpuncak di iri hati dan kedengkian Iblis terhadap Adam. Ia tak terima di karenakan Allah akan menciptakan Adam sebagai khalifah di bumi. di karenakan ia merasa lebih mulia dari Adam yang diciptakan dari tanah, sedangkan ia lebih mulia di karenakan diciptakan dari api.

Ia durhaka kepada Allah, takabur dan lupa akan dirinya dimata Allah. Tak seharusnya ia membangkang perintah Tuhannya. Maka setelah itu, Iblis akhirnya diusir dari surga. Namanya dirubah menjadi Iblis dan dia bersumpah akan menyesatkan manusia dibumi.

“Dia (iblis) berkata: “Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya bila Engkau memberi Andal kepadaku hingga hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil”. [QS. Al-Isra ayat 62]

setelah itu Allah berfirman, “Tuhan berfirman: “Pergilah, barangsiapa di antara mereka yang mengikuti kita, maka sesungguhnya neraka Jahannam yaitu balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup.” [QS. Al-Isra ayat 63]

Dari kisah ini kita Bisa mendapatkan pelajaran bahwa Iblis yang dulunya yaitu ahli Ibadah dan makhluk Allah yang mulia sekalipun Bisa menjadi makhluk yang dilaknat oleh Allah di karenakan kesalahannya. Untuk itu, sebaiknya kita menjauhi sifat-sifat Iblis seperti Arogan, angkuh iri dengki dan yang lainnya supaya kita terhindar dari laknat Allah.

Sumber dan Referensi:
Facebook
Wikipedia: Azazil
Sumber : makintau.com

Facebook Comments

Incoming search terms:

  • kisah malaikat jibril dan malaikat mikail menangis
  • iblis dan allah
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *