Kisah Syekh ‘Abdul Qadir al-Jailani Bertarung Melawan Setan, Iblis, dan Hawa Nafsu

Bertarung Melawan Setan, Iblis, dan Hawa NafsuKisah ini diriwayatkan oleh Syekh ‘Utsman as-Sirafani, baliau berkata, Aku suatu kali mendengar tuan kita, Syekh ‘Abdul Qadir al-Jailani berkata:
“Aku pernah bermukim sendirian di suatu kawasan gersang. Setiap hari dan setiap malam setan-setan sering datang kepadaku berbaris-baris dalam wujud manusia jadi-jadian yang membawa berbagai macam senjata serta memikul berbagai benda yang berbunyi sangat keras. Mereka terlibat perkelahian denganku dan melempariku dengan bola api. Saat menghadapi keadaan seperti itu, aku mendapati di dalam hatiku suatu rasa tentram yang sulit terucapkan dengan Perkataan-Perkataan, aku mendengar suara dalam hatiku yang berkata, “Berdirilah dan serang mereka wahai ‘Abdul Qadir al-Jailani, di karenakan Kami selalu siap menambah kekuatanmu, dan Kami akan datang dengan pasukan yang tak mungkin terkalahkan oleh mereka.” Dan saat aku melemparkan satu Agresi kepada para setan itu, mereka sontak berlari tunggang langgang dan pergi menghilang.
Setelah itu, ada sesosok setan datang dari tengah-tengah para setan yang berlari menjauh dariku. Setan itu menghampiriku dan berkata kepadaku, “Pergilah dari sini atau aku akan menjalankan begini dan begitu kepadamu.” Dia memperingatkanku akan karena apa aja bila aku tak pergi dari wilayah itu, maka setelah itu aku menamparnya dengan tanganku dan diapun melarikan diri dariku, lalu aku berucap, “tak ada daya dan kekuatan kecuali bersama Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.” Setan itu diterkam oleh api dan aku melihatnya terbakar hangus.
di waktu yang lain, aku didatangi oleh sosok yang penampilanya benar-benar menakutkan, dan bau badannya sangat menjijikkan, baunya sangat bacin dan memuakkan, dia berkata kepadaku, “Aku yaitu iblis. Aku datang kepadamu dengan maksud untuk menjadi budakmu, di karenakan kita telah sukses menggagalkan segala upayaku dan mengalahkan pengikutku.” Aku berkata kepadanya, “Pergilah! di karenakan aku tak percaya sama sekali kepadamu.” Tapi di saat itu suatu tangan turun dari Hepotenusa iblis dan memukul tengkorak kepalanya dengan kekuatan yang sangat besar hingga membuat iblis itu terjungkal keras melesat ke dalam tanah, dan dia pun menghilang entah ke mana.
Iblis itu datang kembali kepadaku untuk kedua kalinya dengan membawa anak panah api di tangannya dan hendak menyerangku, akan tetapi dengan Genjah seseorang yang memakai jubah Epilog kepala lari Futuristis diriku dengan menaiki kuda berwarna kelabu dan dengan tangkas melemparkan pedang kepadaku. Melihat itu, iblis secepat kilat langsung lari terbirit-birit dari hadapanku.
Dan saat aku bertemu dengannya lagi untuk yang ketiga kalinya, iblis itu sedang duduk dengan jarak yang agak jauh dariku, berlinangan air mata, sekujur tubuhnya dipenuhi oleh debu, dan ia berkata, “Aku sungguh telah Frustasi asa menghadapi orang sepertimu, wahai ‘Abdul Qadir al-Jailani.” Aku lalu berkata kepadanya, “Enyahlah kau dari sini, sang terkutuk! di karenakan aku tak akan pernah berhenti membentengi diriku sendiri (dengan perlindungan Allah) untuk melawanmu. Dan dia berkata, “Apa yang telah kau ucapkan itu lebih menyakitkan bagiku ketimbang jepitan besi neraka.”

Facebook Comments

Incoming search terms:

  • kisah syekh abdul qodir jaelani
  • kisah manusia melawan iblis
  • cerita syekh abdul qodir jaelani dan jin
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *