KITAB MUKASYAFATUL QULUB BAB 14 SHALAT DENGAN KHUDU’ DAN KHUSYU’ (MENYINGKAP RAHSIA KALBU)

OLEH HUJJATUL ISLAM IMAM AL GHAZALI

Firman Allah SWT berfirman:
“Sungguh amat beruntung untuk orang beriman; mereka merupakan yang khusuk dalam shalatnya. (QS.23 Al Mukminuun:1-2)”
Ketahuilah bahwa khusuk menurut pengertian ulama merupakan bagian dari pekerjaan hati; seperti khawatir dan takut. Juga diantara mereka ada yang berpendapat bahwa Eksklusif merupakan pekerjaan anggota badan seperti diam, tak menoleh atau bermain-main. Mereka juga berbeda pendapat; apakah khusuk merupakan bagian dari kewajiban shalat atau sekedar keutamaan aja dari dua pendapat!
Pendapat pertama memegang dalil hadits:
“tak diterima shalat seorang hamba kecuali sesuai apa yang dipikirkan”.
Juga dalil berfirman Allah SWT:
“Dirikanlah shalat untuk mengingat AKU,,, (QS.20 Thaha:14)”
Lalai merupakan kebalikan dari ingat. Ada firman Allah SWT:
“Dan janganlah kita termasuk orang-orang yang lalai. (QS.7:205)”.
Imam Baihaqi mengeluarkan hadits melalui Ibnu Sirin RA:
Diceritakan kepadaku bahwa Rasulullah SAW saat shalat mengangkat pandangannya ke lngit. Lalu turunlah ayat diatas. Imam Abdur Razak menambahkan lafadz:
“setelah itu Allah SWT memerintah shalat dengan khusuk”.
Dan beliau SAW pun langsung melempar pandangannya kearah sujud.
Sabda Nabi SAW:
“Rasulullah SAW saat shalat pernah menghadapkan pandangannya ke langit, lalu ayat ini (diatas) turun, dan beliau SAW langsung menundukkan kepalanya. (HR.Imam Hakim dan Imam Baihaqi, hadits Abu Hurairah RA)”.
Diriwayatkan:
Melalui Hasan RA. Sesungguhnya Nabi SAW bersabda:
“Perumpamaan shalat 5 waktu ialah seperti sungai mengalir didepan pintu rumah seseorang diantara kalian semua. setelah itu dia mandi disana 5X dalam sehari, lalu apakah masih tersisa sesuatu yang kotor”.
Maksudnya shalat 5 waktu mampu menghapus semua dosa-dosa tanpa tersisa, kecuali dosa-dosa besar. Demikian ini kalau mengerjakan shalat dengan khusuk dan menghadirkan hati. Kalau tak khusuk, shalat pun tak diterima.
Sabda Nabi SAW:
“Sesungguhnya aku mewajibkan shalat, memerintah haji, thawaf, dan syiar-nya ibadah haji merupakan untuk mengingat Allah SWT. Andaikan dalam hatimu tak ingat sedikitpun untuk mengagungkan nama Allah SWT dan tujuannya apa kita mengingat-Nya; lalu bagaimana harga dzikirmu itu”.
Sabda Nabi SAW:
“Barang siapa yang shalatnya tak mampu mencegah perbutan keji dan munkar, maka tak akan bertambah-tambah (dekat) kecuali semakin jauh”.
Perkataan Abu Bakar bin Abdullah RA:
“Wahai anak cucu Adam, andaikan kita ingin memasuki rumah tuanmu tanpa izin dan tanpa penerjemah, ternyata kita sukses masuk”.
Katanya:
“Bagaimana hal itu terjadi”.
Jawabnya:
“Sempurnakan wudhumu dan masuklah ke mihrob-mu. Saat itulah engkau benar-benar memasuki Tuhanmu tanpa izin dan berbicara dengan-Nya tanpa penerjemah”.
Hadits melalui Aisyah RA, katanya:
“Rasulullah SAW berbicara di kami dan kami bicara dengan beliau, namun saat beliau SAW shalat, maka beliau tak mengenal kami dan kami tak mengenal beliau, sebab terlalu sibuknya tenggelam mengagungkan Allah Azza Wa Jalla”.
Nabi SAW bersabda:
“Allah tak memandang shalat seseorang yang tak menghadirkan hati bersama badannya”.
Nabi Ibrahim kholilullah saat shalat detak jantungnya terdengar hingga 2 mil. As’id At Tanukhi saat shalat air matanya terus mengalir membasahi pipi hingga jengggotnya.
Rasulullah SAW pernah melihat seseorang lelaki sambil mempermainkan jenggotnya. Beliau SAW bersabda:
“Andai hatinya Eksklusif (khusuk) tentu badannya juga Eksklusif”.
Diriwayatkan:
Ali KW apabila datang waktu shalat tubuhnya Bisa terguncang dan wajahnya berubah pucat basi. Keluarganya bertanya:
“Wahai Amirul mukminin, apa yang menimpamu”.
Dia menjawab:
“Sudah datang waktu, dimana amanah yang pernah Allah tawarkan kepada bumi, langit, dan gunung, mereka semua menolak amanah itu di karenakan khawatir tak mampu memikulnya dan aku memikulnya”.
Diriwayatkan:
Melalui Ali bin Hasan, katanya:
apabila ia wudhu wajah kulitnya berubah pucat. Istrinya bertanya:
“Apa yang terjadi saat wudhu”.
Ia menjawab:
“Apakah kita tak mengerti dihadapan siapakah aku hendak menghadap”.
Diriwayatkan:
Melalui Hatim Al Ashom:
Dia ditanya mengenai shalatnya, dia menjawab:
“apabila waktu shalat datang aku Genjah menyempurnakan wudhu, setelah itu mendatangi tempat aku shalat, aku duduk hingga anggota jasadku berada diantara kebutuhanku, syiroth berada ditelapak kaki, surga disebelah kananku, neraka dikiriku, malaikat maut dibelakangku, dan aku beranggapan bahwa shalat inilah yang terakhir. setelah itu aku berdiri dalam keadaan antara berharap-harap cemas, lalu aku melafadzkan takbir dengan mantap, membaca sangat tartil, ruku’ disertai tawadhu’, sujud dengan khusuk, lalu aku duduk dipantat sebelah kiri dan aku menegakkan telapak kaki kanan di jarinya; semua kusertai dengan hati ikhlas, dan aku tak tahu apakah shalatku diterima atau tak”.
Perkataan Ibnu Abbas RA:
“Shalat 2 raka’at amat singkat disertai tafakkur, lebih bagus daripada shalat suntuk dengan hati lalai”.
Sabda Nabi SAW:
“Akan datang di akhir zaman umatku mendatangi masjid dan mereka hanya mengobrol, serta ingatan mereka hanya masalah duniawi dan cinta Global. Maka janganlah duduk bersama mereka di karenakan Allah tak butuh di mereka”.
Melalui Hasan RA sesungguhnya Nabi SAW bersabda:
“Mau-kah kita kukabarkan seorang pencuri paling jelek diantara manusia”.
Mereka bertanya:
“Siapakah wahai Ya Rasul”
Sabda Nabi:
“Yakni orang yang mencuri shalatnya”.
Mereka bertanya:
“Bagaimana tutorial mereka mencuri shalat”.
Rasul menjawab:
“Ialah tak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya”.
Nabi SAW bersabda:
“Pertama kali yang dihisab amal seorang hamba di hari kiamat ialah shalatnya. Kalau ia menyempurnakan shalatnya maka hisab itu ringan, dan kalau ia mengurangi (mencuri) sedikit aja dari shalatnya, maka Allah SWT berfirman di malaikat:
“Apakah hamba-KU ini mempunyai amalan sunnah! Maka sempurnakan kewajibannya dengan amalan tersebut”.
Nabi SAW bersabda:
“tak ada pemberian seorang hamba sahaya dengan pemberian yang bagus daripada minta izin shalat dua raka’at”.
saat Umar bin Khattab RA hendak berdiri menjalankan shalat, tiba-tiba sendinya bergetar dan giginya mengggeram. Lalu ada yang bertanya, dia pun menjawab:
“Sudah datang waktunya menyampaikan amanah dengan menunaikan kewajiban dan aku tak tahu bagaimana melakukannya”.
Kisah:
Dari Kholaf bin Ayyub:
Waktu ia berdiri shalat, tiba-tiba lebah menyengatnya hingga darah Kholaf mengalir. Namun ia tak merasakan apa-apa, hingga akhirnya Ibnu Sa’id yang menunjukkan lukanya. Ia langsung membasuh pakaiannya. Ada yang bertanya:
“kita disengat lebah hingga darahmu keluar, lalu kenapa kita tak merasakan apa-apa”.
Ia bertanya juga:
“Apakah hal itu pantas untuk orang yang berdiri dihadapan Tuhan Maha Raja Maha Perkasa, malaikat maut ada ditengkuk-Nya, neraka dikiri-Nya dan shiroth berada dibawah Telapaknya”.
Amr bin Dzar terserang suatu penyakit yang mengharuskan dipotong tangannya, padahal ia terkenal sangat zuhud dan ahli ibadah. Dokternya berkata:
“Ini tak ada upaya lain kecuali wajib dipotong”.
Jawab Amr bin Dzar:
“Potonglah”.
Para Dokter berkata:
“Kami tak Bisa memotongmu kecuali kita wajib diikat dengan tali”.
Perkataan Amr:
“Jangan lakukan sebelum aku mengerjakan shalat dan saat itu potonglah”.
Ditengah-tengah shalat tangannya dipotong dan ia tak merasakan apapun yang dilakukan dokter. Subhanallah…
Hakikat Solat Khusyu’ wal Khudu’
    Solat,Maksudnya : Interaksi manusia dengan sang Kholiq (Maha Pencipta)
    Khusyu’ Maksudnya : Konsentrasi
    Khudu’ Maksudnya :Tertib , Tertib Dikotomi menjadi 3 :
    Tertib Waktu, yaitu solat diawal Waktu
    Tertib Tempat, solat dimana azan diazankan yaitu di Masjid 
    Tertib tutorial, yaitu solat dengan tutorial berjamaah
Maksud dan tujuaannya :
    Sifat-sifat didalam Solat kita bawa kedalam kehidupan kita sehari-hari.
    bila di dalam Solat kita tutup aurat, maka di luar Solat pun kita hendaklah menutup aurat.
    Didalam Solat kita menundukan Etos, maka diluar Solat pun kita hendaklah menundukan Etos.
    Didalam Solat kita mengucapkan salam, maka diluar Solat juga hendaklah kita mengucapkan salam saat bertemu sesama muslim.
Kelebihan atau Keutamaannya :
Sabda Rasulullah saw :
    Barang siapa yang menjaga Solat nya lima waktu siang dan malam selama 40 hari Berturut-turut tanpa ketinggalan Takbiratul Ula bersama Imam, maka ia akan mendapatkan 2 kebebasan : Terbebas dari Siksa Kubur dan Terbebas dari Sifat Munafiq.
    Barang siapa yang menjaga Solat nya maka Allah swt akan memberi 5 Agunan yaitu Akan diberi Keberkatan rezeki; Akan diselamatkan dari siksa kubur; Akan diberi catatan Amalan dari tangan kanan; Akan meniti titian sirat pantas seperti kilat;  Akan masuk syurga tanpa hisab
tutorial untuk mendapatkannya :  
    Hendaklah Solat diawal waktu, berjamaah, di mana azan di azankan(Masjid).
    Hendaklah Solat di sof yang paling depan.
    Hendaklah da’wahkan kepada saudara Muslim supaya solat. Manakala, yang sudah Solat hendaklah diseru Solat berjamaah.

    Hendaklah berdo’a supaya Allah SWT tanamkan Hakikat Solat Khusyu’ Wal khudu’ didalam diri kita serta dalam diri saudara kita diseluruh alam.

Facebook Comments

Incoming search terms:

  • character8tr
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *