KITAB NASHAIHUL IBAAD (BAB 3 : EMPAT HAL..)



Karya Muhammad Nawawi bin ‘Umar Al-Jawi
(IMAM NAWAWI NUSANTARA)
EMPAT INTISARI IBADAH
 
Ulama ahli bijak berkata: “Inti dari demikian ibadah itu ada empat, yaitu:
  1. melaksanakan kewajiban-kewajiban dari Allah;
  2. memelihara diri dari semua yang diharamkan Allah;
  3. sabar terhadap rizki yang luput darinya; dan
  4. rela dengan rizki yang diterima.”
EMPAT WAKTU YANG tak DILEWATKAN ORANG BERAKAL
Dalam kitab Zabur disebutkan bahwa Allah telah memberi wahyu kepada Nabi Dawud: “Sesungguhnya orang yang berakal lagi bijak tak akan melewatkan empat waktu penting, yaitu:
  1. waktu untuk bermunajat kepada Rabbnya;
  2. waktu untuk muhasabah (mengoreksi dirinya);
  3. waktu untuk bersilaturrahmi kepada saudara-saudaranya yang menceritakan aib dirinya; dan
  4. waktu untuk mengendalikan diri dari berbagai kenikmatan meskipun halal.”
EMPAT AMALAN YANG SULIT
‘Ali berkata:
“Amal yang paling sulit itu ada empat, yaitu:
  1. memberi maaf saat marah;
  2. bermurah hati saat fakir;
  3. iffah (memelihara diri dari yang haram) saat sendirian; dan
  4. mengatakan sesuatu yang haq, bagus kepada orang yang diseganinya ataupun orang yang mengharapkannya.”
Berkaitan dengan perihal marah, Rasulullah s.a.w. pernah bersabda:
“Barangsiapa yang menahan amarahnya, maka Allah akan menahan adzab darinya.”

“Barangsiapa yang menahan amarahnya, melapangkan dadanya, suka berbuat kebaikan, menyambung silaturrahim, dan menunaikan amanatnya, maka kelak di hari Kiamat Allah s.w.t. akan memasukkannya ke dalam cahaya-Nya yang paling besar.” (HR. Dailami)

EMPAT KESIBUKAN BERIKUT KONSEKUENSINYA
Sebagian ahli bijak berkata:
  1. “Barangsiapa sibuk dengan birahinya, pasti jatuh ke tangan wanita.
  2. Barangsiapa sibuk menumpuk harta, pasti jatuh ke dalam hal yang diharamkan.
  3. Barangsiapa sibuk dengan kepentingan orang banyak, pasti wajib pandai membujuk mereka.
  4. Barangsiapa sibuk dengan ibadah, mesti wajib mengetahui tata caranya.”
EMPAT ‘PERAMPAS’ YANG PASTI DATANG
Sebagian ahli bijak berkata: “Manusia akan menghadapi empat ‘perampas’ pasti, yaitu:
  1. Malaikat Izrail akan merampas nyawanya;
  2. ahli waris akan merampas harta bendanya;
  3. belatung akan merampas tubuhnya (di dalam kubur); dan
  4. orang yang pernah dizhalimi akan merampas amalnya.”
Orang yang pernah menzhalimi orang lain, seperti mengambil hartanya, mengumpatnya, memukulnya, atau menjalankan tips lainnya, maka di akhirat nanti amal shalihnya akan dirampas oleh orang yang pernah dizhalimi semasa di Global. bila ia tak mempunyai amal shalih, maka dosa orang yang dizhalimi itu akan dibebankan padanya.
EMPAT tips PEMBERIAN PAHALA, TIGA DI ANTARANYA SAMA NAMUN YANG SATU BERBEDA
Nabi s.a.w. bersabda:
“di hari kiamat nanti mizan (timbangan amal) akan ditegakkan, lalu:
  1. ahli shalat dihadirkan untuk ditimbang amalnya, lalu diberikan kepada mereka pahalanya dengan cara sempurna;
  2. ahli shadaqah dihadirkan untuk ditimbang amalnya, lalu diberikan kepada mereka pahalanya dengan cara sempurna;
  3. ahli puasa (menurut manuskrip lain disebutkan ahli haji) dihadirkan untuk ditimbang amalnya, lalu diberikan pahalanya dengan cara sempurna kepada mereka;
  4. ahli musibah dihadirkan, akan tetapi amal mereka tak ditimbang dan catatan amal mereka tak diperiksa, namun mereka diberi pahala tanpa batas, sehingga mereka yang dulunya tak pernah tertimpa musibah mengharapkan sekiranya mereka dahulu termasuk golongan mereka yang tertimpa musibah, dikarenakan banyaknya pahala yang diperoleh oleh mereka yang dulunya tertimpa musibah.”
EMPAT KENIKMATAN YANG HAKIKATNYA HANYA Bisa DIRASAKAN OLEH EMPAT GOLONGAN
Hatim Al-Asham mengatakan: “Ada empat hal yang hakikatnya hanya Bisa diketahui oleh empat golongan yang pernah merasakannya, yaitu:
  1. masa muda tak terasa nikmatnya, kecuali untuk mereka yang sudah tua;
  2. keselamatan tak terasa nikmatnya, kecuali oleh mereka yang terkena musibah;
  3. kesehatan badan tak terasa nikmatnya, kecuali oleh mereka yang sedang sudah jatuh sakit; dan
  4. Hayati ini tak terasa nikmatnya, kecuali oleh mereka yang sudah mati.”
Abu Nuwas mengatakan dalam syairnya:
Apabila dosaku dihitung, sungguh banyak sekali
akan tetapi rahmat Tuhanku lebih luas daripada dosaku
Aku tak mengharapkan apa-apa dari amal bagus yang kulakukan
Aku hanya mengharapkan rahmat Allah
Dialah Allah, Sang Pemberi nikmat yang telah menciptakan aku
Sesungguhnya aku merupakan seorang hamba yang tunduk
dan merendahkan diri kepada-Nya
Apabila Allah membagikan ampunan, itu merupakan rahmat
bila terjadi sesuatu yang lain, maka aku tak Bisa berbuat apa-apa
Rasulullah s.a.w. pernah bersabda:
“Barangsiapa menghendaki supaya Allah tak menghisab amalnya dan tak pula membeberkannya di hadapan semua makhluk, maka hendaknya ia berdo’a dengan do’a berikut ini setiap selesai menjalankan shalat: ‘Alloohumma inna maghfirotaka arjaa min ‘amalii wa inna rohmataka ausa’u min dzambii. Alloohumma illam akun an ablugho rohmataka fa rohmatuka ahlun an tablughonii li annahaa wasi’at kulla sya’in yaa arhamar roohimiin.’ (Ya Allah, sesungguhnya ampunan-Mu lebih aku harapkan daripada amalku dan sesungguhnya rahmat-Mu lebih luas daripada (banyaknya) dosaku. Ya Allah, apabila aku bukan termasuk mereka yang berhak untuk meraih rahmat-Mu, maka rahmat-Mu tentu Bisa meraihku, di karenakan rahmat-Mu meliputi segala sesuatu, wahai Dzat Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.)”

EMPAT HAL YANG SEDIKITNYA TERASA BANYAK
‘Ali berkata: Rasulullah s.a.w. :
“Ada empat hal yang sedikitnya terasa banyak, yaitu:
  1. sakit;
  2. fakir;
  3. api; dan
  4. rasa permusuhan.”
Berkaitan dengan rasa permusuhan, Rasulullah s.a.w. pernah bersabda:
“Bijaknya akal sesudah beriman kepada Allah ialah menebar Afeksi sayang kepada sesama manusia.”

Sehubungan dengan poin terakhir, disebutkan bahwa Sulaiman pernah berkata kepada anaknya: “Hai anakku, camkanlah bahwa seribu kawan itu terlalu sedikit bagimu, dan seorang musuh itu sudah terlalu banyak bagimu.”

EMPAT PERKARA TEMPAT TERDAPATNYA EMPAT PERKARA LAINNYA
Hamid Al-Laffaf berkata: “Aku telah mencari empat hal dalam empat hal yang lain, akan tetapi ternyata aku Disorientasi, setelah itu aku baru menemukannya dalam empat hal yang lainnya lagi, yaitu:
  1. Aku mencari kecukupan dalam harta, namun aku temukan dalam sikap qana’ah.
  2. Aku mencari ketenangan dalam banyaknya harta, namun aku temukan dalam harta yang sedikit.
  3. Aku mencari kenikmatan dalam kesenangan, namun aku temukan di badan yang sehat.
  4. Aku mencari ilmu dengan keadaan perut kenyang, namun aku temukan dalam keadaan perut lapar.”
EMPAT KIAT MERAIH SURGA
Hatim Al-Asham berkata: “Barangsiapa meninggalkan empat hal untuk empat hal yang lain, niscaya ia akan Bisa meraih surga, yaitu:
  1. meninggalkan tidur untuk alam kubur;
  2. meninggalkan sikap membanggakan diri untuk mizan;
  3. meninggalkan istirahat dengan beralih di shirath;
  4. meninggalkan syahwat untuk surga.”
Meninggalkan tidur untuk kubur maksudnya mengganti ketenangan tidur dengan menjalankan amal shalih yang Bisa membuat ketenangan di alam kubur kelak sesudah matinya.

Meninggalkan sikap membanggakan diri untuk mizan maksudnya mengganti sikap membanggakan diri dengan menjalankan amal shalih sehingga timbangan kebaikannya dalam mizan di akhirat kelak menjadi berat.

Meninggalkan istirahat untuk shirath maksudnya mengganti ketenangan istirahat dengan menjalankan amal yang membuatnya Bisa melewati shirath dengan Genjah, yakni dengan meninggalkan segala bentuk maksiat.

Meninggalkan syahwat untuk surga maksudnya mengganti kesenangan-kesenangannya dengan menjalankan berbagai ibadah meskipun terasa berat dalam melakukannya, sebab sebagaimana disebutkan dalam satu Hadits – surga itu dipagari dengan sesuatu yang tak disukai oleh kebanyakan manusia.

EMPAT ANUGERAH untuk YANG BERBUAT DOSA
Sa’ad bin Hilal pernah berkata: “apabila manusia (umat Muhammad) berbuat dosa, maka Allah tetap membagikan empat anugerah kepadanya, yaitu:
  1. dia tak terhalang untuk mendapatkan rizki;
  2. dia tak terhalang untuk mendapatkan kesehatan badan;
  3. Allah tak akan memperlihatkan dosanya semasa di Global; dan
  4. Allah tak menghukumnya di Global.”
Diriwayatkan bahwa Nabi Adam a.s. telah berkata: “Allah memberi empat macam kemuliaan kepada umat Muhammad yang tak Allah berikan kepadaku, yaitu:
  1. Allah menerima tobatku di Makkah, sedangkan umat Muhammad diterima tobatnya di tempat manapun.
  2. saat aku menjalankan dosa, Allah menghilangkan pakaianku seketika, sedangkan umat Muhammad tetap diberi pakaian meskipun mereka durhaka kepada Allah.
  3. saat aku berbuat dosa, Allah memisahkan aku dengan istriku, sedangkan umat Muhammad saat berbuat dosa tak dipisahkan dengan istrinya.
  4. Aku berbuat dosa di surga, lalu Allah mengusirku dari surga ke Global, sedangkan umat Muhammad berbuat dosa di luar surga, lalu Allah memasukkan mereka ke surga apabila mereka mau bertobat.”
EMPAT HUJJAH ALLAH
Rasulullah s.a.w. bersabda:
“di hari Kiamat nanti Allah ta’ala akan berhujjah dengan empat orang terhadap empat golongan manusia yang lain, yaitu:
  1. Allah berhujjah kepada orang-orang kaya dengan Nabi Sulaiman bin Dawud.
  2. Allah berhujjah kepada para hamba sahaya dengan Nabi Yusuf.
  3. Allah berhujjah kepada orang-orang sakit dengan Nabi Ayyub.
  4. Allah berhujjah kepada orang-orang fakir dengan Nabi ‘Isa.”
Maksud Hadits ini merupakan Allah akan bertanya kepada orang-orang kaya: “Mengapa kalian tak beribadah?” bila mereka menjawab: “di karenakan kami sibuk mengurus harta benda kami.” maka Allah berfirman: “Siapakah yang lebih besar kerajaannya dan siapakah yang lebih banyak kekayaannya daripada Sulaiman? Tapi mengapa ia tetap tekun beribadah?”

Kepada para hamba sahaya, Allah akan bertanya: “Mengapa kalian tak beribadah?” bila mereka menjawab: “di karenakan kami sibuk melayani majikan-majikan kami.” maka Allah berfirman: “Hamba-Ku, Yusuf, merupakan seorang budak di bawah perintah protipar Mesir dan istrinya, tapi mengapa ia tetap tekun beribadah?”

Kepada mereka yang diuji dengan sakit, Allah akan bertanya: “Mengapa kalian tak beribadah?” bila mereka menjawab: “di karenakan kami tertimpa sakit.” maka Allah berfirman: “Hamba-Ku, Ayyub, merupakan orang yang menderita sakit parah, tapi mengapa ia tetap tekun beribadah?”

Kepada mereka yang diuji dengan kefakiran, Allah akan bertanya: “Mengapa kalian tak beribadah?” bila mereka menjawab: “di karenakan kami sibuk mencari sesuap nasi.” maka Allah berfirman: “Hamba-KU, ‘Isa, merupakan orang yang terfakir di Global. Dia tak mempunyai Harta Global sedikitpun. Dia tak mempunyai rumah, harta, ataupun istri. Tapi mengapa ia tetap tekun beribadah?”

EMPAT PENENTU TEGAKNYA AGAMA DAN Global
‘Ali mengatakan:
“Agama dan Global akan selalu tegak selama empat golongan berfungsi dengan bagus, yaitu:
  1. selama orang kaya tak bakhil;
  2. selama para ulama mengamalkan ilmunya;
  3. selama orang-orang bodoh tak takabbur dari sesuatu yang tak mereka ketahui; dan
  4. selama orang-orang fakir tak menjual akhirat mereka dengan duniawi.”
EMPAT KELEBIHAN NABI YAHYA
Dalam menafsirkan firman Allah s.w.t.:
“… yang menjadi anutan, yang menahan diri (dari hawa nafsu), dan seorang Nabi dari keturunan orang-orang shalih.” (QS. Ali ‘Imran (3): 39)

Muhammad bin Ahmad mengatakan: “Nabi Yahya disebut oleh Allah dengan sayyid, padahal ia merupakan seorang hamba Allah, di karenakan Nabi Yahya mempunyai empat hal, yaitu:

  1. Bisa menguasai hawa nafsu;
  2. Bisa menguasai iblis;
  3. Bisa menguasai lisan; dan
  4. Bisa menguasai kemarahan.”
EMPAT INTISARI DARI 4000 HADITS
‘Abdullah bin Mubarak berkata: “Ada seorang hakim (orang yang sangat arif dan bijaksana) telah mengumpulkan 40.000 Hadits, setelah itu dipilihnya lagi hingga menjadi 4.000 Hadits, lalu dipilihnya lagi hingga menjadi 400 Hadits, lalu dipilihnya lagi hingga menjadi 40 Hadits. Dari 40 Hadits ini ia simpulkan 4 kalimat, yaitu:
  1. Jangan memberi kebebasan sepenuhnya terhadap istrimu dalam segala hal.
  2. Jangan tertipu oleh harta dalam segala hal.
  3. Jangan mengisi perutmu dengan Boga/minuman yang tak mampu ditampung oleh perutmu.
  4. Jangan mengumpulkan ilmu apa pun yang tak Bisa memberi kemanfaatan.”
Jangan memberi kebebasan sepenuhnya terhadap istri dalam segala hal, maksudnya merupakan setiap suami sudah seyogyanya mempunyai rasa cemburu supaya jangan ada lelaki lain yang mengganggu miliknya. Jangan tertipu oleh harta maksudnya merupakan jangan hingga berkeyakinan bahwa dengan mempunyai harta, kita pasti akan selamat dari Bala, sehingga kita melupakan semua urusan lain selain harta. Begitu juga, kita jangan tertipu oleh banyaknya harta.

Berkaitan dengan poin nomor 3, Rasulullah s.a.w. pernah bersabda:
“Sumber segala penyakit ada kaitannya dengan perut yang kekenyangan.” (HR. Daruquthni melalui Anas. Ibnu Sinni dan Anu Na’im melalui ‘Ali. Ibnu Sa’id melalui Az-Zuhri)

Maksud Hadits ini merupakan bahwa sumber segala macam penyakit itu Herbi erat dengan ketidakmampuan lambung dalam mencerna Boga. Yakni makan dengan tips menjejalkan terus Boga ke mulut sehingga tak sempat dikunyah atau memasukkan minuman sesudah Boga atau memasukkan minuman di antara dua suapan Boga, tanpa mengunyah suapan yang pertama terlebih dahulu.

Berkaitan dengan poin nomor 4, diriwayatkan bahwa pernah ada seorang lelaki berkata kepada Abu Hurairah: “Aku ingin mempelajari ilmu, akan tetapi aku takut kalau menyia-nyiakannya.” Abu Hurairah berkata: “Sudah cukup dikatakan menyia-nyiakan ilmu apabila engkau sendiri tak mau mempelajarinya.”

Imam Syafi’i berkata: “Di antara tipu daya setan merupakan meninggalkan amal di karenakan takut dikatakan riya’.”

Imam Syafi’i berkata lagi: “Barangsiapa mempelajari Al-Qur’an, maka tinggilah nilai dirinya. Barangsiapa mempelajari ilmu fiqih, menjadi mulialah kedudukannya. Barangsiapa menulis Hadits, maka kuatlah hujjahnya. Barangsiapa mempelajari aritmatika, maka cemerlanglah pikirannya. Barangsiapa mempelajari bahasa Arab, maka haluslah perangainya. Dan barangsiapa tak Bisa memelihara dirinya, maka ilmunya tak akan bermanfaat.”

EMPAT MUSIBAH YANG DIRASAKAN MEMBAWA NIKMAT
‘Umar berkata:
“Demi Allah, tidaklah aku ditimpa musibah, melainkan di dalamnya aku rasakan nikmat Allah, yaitu apabila:
  1. musibah itu terjadi bukan di agamaku;
  2. musibah tersebut tak lebih berat daripada musibah yang telah menimpa diriku;
  3. musibah itu tak menghalangi aku untuk mendapatkan keridhaan Allah; dan
  4. musibah yang darinya aku Bisa mengharapkan pahala Allah.”
EMPAT KALIMAT PILIHAN AHLI BIJAK
Sebagian ahli bijak memilih empat kalimat dari empat buah kitab suci, yaitu:
  1. Dari Kitab Taurat: “Barangsiapa ridha dengan rizki yang telah Allah berikan, maka ia akan tenang di Global dan di akhirat.”
  2. Dari Kitab Injil: “Barangsiapa Bisa menundukkan syahwatnya, maka ia menjadi orang yang mulia di Global dan di akhirat.”
  3. Dari Kitab Zabur: “Barangsiapa merasa cukup sehingga tak mengharapkan pemberian orang lain, maka dia akan selamat di Global dan di akhirat.”
  4. Dari Kitab Al-Qur’an: “Barangsiapa Bisa memelihara lisannya, maka dia akan selamat di Global dan di akhirat.”
Memelihara lisan maksudnya menjaganya dari berkata yang tak ada manfaatnya. Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Amal yang paling dicintai Allah merupakan memelihara.” (HR. Baihaqi)

Rasulullah s.a.w. juga bersabda:
“Keselamatan itu ada sepuluh bagian, sembilan bagian ada di sikap diam, sedangkan bagian yang kesepuluh ada dalam ‘uzlah (mengasingkan diri) dari pergaulan masyarakat luas.” (HR. Ad-Dailami)

‘Uzlah merupakan menjauhkan diri dari pergaulan masyarakat luas saat di tengah-tengah masyarakat sudah terjadi kemaksiatan yang merajalela dengan tujuan supaya terhindar darinya.

EMPAT JAWABAN AHLI BIJAK
Diposkan oleh Rumi di 17.52 Label: BAB III 0 komentar
Ahli bijak saat ditanya: “Bagaimana keadaanmu?” Mereka menjawab:
  1. “Aku bersama Allah, yakni selalu melaksanakan perintah-Nya.
  2. Aku bersama nafsu, yakni selalu memeranginya.
  3. Aku bersama orang lain, yakni selalu menasihatinya.
  4. Aku bersama Global, yakni selalu mengambilnya sebatas yang aku perlukan.”
EMPAT HAL YANG LEBIH bagus DARIPADA SURGA
Diposkan oleh Rumi di 17.46 Label: BAB III 0 komentar
Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Di surga ada empat hal yang lebih bagus daripada surga itu sendiri:
  1. kekal di surga lebih bagus daripada surga;
  2. pelayanan malaikat di surga lebih bagus daripada surga
  3. bertetangga dengan para nabi di surga lebih bagus daripada surga; dan
  4. keridhaan Allah di surga lebih bagus daripada surga.
Begitu pula di neraka ada empat hal yang lebih jelek daripada neraka itu sendiri, yaitu:
  1. kekal di neraka lebih jelek daripada neraka;
  2. cemoohan dari para malaikat juru siksa terhadap orang kafir di neraka lebih jelek daripada neraka;
  3. bertetangga dengan setan di neraka lebih jelek daripada neraka; dan
  4. murka Allah di dalam neraka lebih jelek daripada neraka.”
Penghuni surga akan dilayani oleh malaikat. Oleh sebab itu, dikatakan adanya pelayanan malaikat terhadap penghuni surga dan hal ini menunjukkan bahwa ahli surga itu lebih mulia derajatnya daripada malaikat.
EMPAT PERMATA
Diposkan oleh Rumi di 17.03 Label: BAB III 0 komentar
Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Ada empat permata di diri anak Adam yang Bisa dihilangkan dengan empat perkara lainnya. Keempat permata tersebut merupakan:
  1. akal;
  2. agama;
  3. haya’/rasa malu; dan
  4. amal shalih.
Kemarahan Bisa menghilangkan akal (sehat). Hasud (dengki) Bisa menghilangkan agama. Tamak Bisa menghilangkan haya’ (rasa malu). Ghibah (mengumpat) Bisa menghilangkan amal shalih.”

Akal merupakan permata rohani ciptaan Allah yang dilekatkan di diri manusia, sehingga manusia Bisa mengetahui perkara yang haq dan yang bathil.

Agama merupakan Anggaran yang mengajak orang berakal sehat untuk menerima segala yang dibawa oleh Rasul.

Hasud merupakan mengharapkan lenyapnya kenikmatan yang ada di orang lain.

Berkaitan dengan perihal marah, Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Wahai Mu’awiyah, jauhilah olehmu marah, di karenakan marah Bisa merusak iman sebagaimana pahitnya shabr(bratawali) merusak manisnya madu.” (HR. Baihaqi)

Berkaitan dengan perihal hasud, Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Jauhilah oleh kalian hasud, di karenakan hasud Bisa menghapus (pahala) kebaikan sebagaimana api membakar Ebonit.” (HR. Abu Dawud)

suatu syair mengatakan:

Katakanlah kepada orang yang senantiasa dengki kepadaku;
“Tahukah kita, kepada siapakah kita tak sopan?
kita tak sopan kepada Allah dengan taqdir-Nya
bila kita iri dengan nikmat yang telah diberikan-Nya kepadaku
di karenakan itu, Tuhanku selalu mengabulkan permintaanku
sedang pintu permintaan bagimu semuanya tertutup.”

Ghibah merupakan menyebut-nyebut kejelekan orang lain di belakangnya dan kejelakan itu memang betul adanya. Apabila kejelekan yang disebut-sebutkan itu tak ada padanya, maka itu berarti tuduhan dusta. bila menyebut-nyebut kejelekan orang lain itu dilakukan di hadapannya, itu disebut memaki.
EMPAT MACAM PANGKAL
Diposkan oleh Rumi di 16.32 Label: BAB III 0 komentar
Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Macam-macam pangkal itu ada empat, yaitu:
  1. pangkal obat;
  2. pangkal adab;
  3. pangkal ibadah; dan
  4. pangkal Asa.
Pangkal obat merupakan sedikit makan. Pangkal adab merupakan sedikit bicara. Pangkal ibadah merupakan sedikit berbuat dosa. Pangkal Asa merupakan sabar.”

Pangkal obat merupakan sedikit makan, sebab menjaga diri dari memakan sesuatu yang Bisa menimbulkan bahaya atau penyakit lebih bagus daripada obat untuk segala macam penyakit.

Pangkal adab merupakan sedikit bicara, sebab banyak bicara Bisa mengurangi adab.

Pangkal ibadah merupakan sedikit berbuat dosa, sebab banyak berbuat dosa akan menghilangkan pahala ibadah.

Berkaitan dengan pangkal Asa merupakan sabar, ada yang mengatakan: “Dengan kesabaran engkau akan meraih apa yang engkau cita-citakan. Dengan taqwa besi pun akan lunak.”

EMPAT Asterik KEIMANAN
Sebagian ahli bijak mengatakan: “Asterik-Asterik keimanan kepada Allah itu ada empat, yaitu:
  1. taqwa;
  2. haya’ (punya rasa malu);
  3. selalu bersyukur; dan
  4. sabar.”
Taqwa merupakan melaksanakan ketaatan kepada Allah dan menjauhkan diri dari segala macam bentuk kemaksiatan. Ada juga yang mendefinisikan bahwa taqwa merupakan memelihara semua Anggaran Islam. Ada lagi yang mendefinisikan bahwa taqwa merupakan mengikuti jejak langkah Rasulullah s.a.w. bagus dalam ucapan ataupun perbuatan.

Haya’ (rasa malu) itu ada dua macam, yaitu:

  1. malu Insting (haya’ nafsaniy), yaitu rasa malu yang dikaruniakan Allah kepada setiap diri manusia, seperti rasa malu kelihatan auratnya atau malu bersenggama di depan orang lain;
  2. malu imani (haya’ imaniy), yaitu rasa malu yang Bisa mencegah seseorang dari menjalankan perbuatan maksiat di karenakan takut kepada Allah ta’ala.
Syukur merupakan memuji Allah yang selalu memberi kebaikan dengan menyebut-nyebut kebaikan-Nya.

Diantara bentuk sabar merupakan tabah dan tak mengeluh kepada selain Allah saat mendapat musibah.

Berkaitan dengan pembahasan dalam poin ini, sudah seyogyanya untuk kita untuk berdo’a dengan do’a yang pernah dibaca oleh Tamim Ad-Dari bin Habib, yaitu do’a yang diajarkan oleh Nabi Khidir kepadanya sekembalinya Tamim dari suatu tempat karena dibawa oleh jin. Lafazh do’anya sebagai berikut:
“Ya Allah, jadikanlah kami merasa puas dengan rizki yang Engkau berikan kepada kami; peliharalah kami dari apa yang telah Engkau larang; janganlah Engkau menjadikan kami orang yang membutuhkan pertolongan kepada orang yang telah Engkau jadikan dia tak membutuhkan kami lagi; kumpulkan kami ke dalam golongan umat Muhammad s.a.w. dan berilah kami minum dari telaganya; jauhkan kami dari perbuatan maksiat; wafatkan kami dalam ketaqwaan; berilah kami ilham untuk senantiasa berdzikir kepada-Mu; jadikanlah kami termasuk ahli waris surga yang penuh kenikmatan; dan bahagiakanlah kami dan janganlah Engkau sengsarakan kami; wahai Tuhan Yang mempunyai keagungan dan kemuliaan.”

Rasulullah s.a.w. pernah bersabda:
“Puncak keimanan itu ada empat, yaitu sabar terhadap hukum, ridha terhadap qadar, ikhlas dalam bertawakkal, dan berserah diri kepada Allah.” (HR. Abu Nu’aim)

EMPAT ALAMAT CELAKA DAN BAHAGIA
Rasulullah s.a.w. pernah bersabda:
“Asterik orang celaka itu ada empat, yaitu:
  1. melupakan dosa-dosa masa lalu, padahal semuanya tercatat dengan rapi dan detail di Hepotenusa-Nya;
  2. selalu mengenang kebaikan masa lalu, padahal belum diketahui diterima Allah atau tak;
  3. dalam soal duniawi selalu memandang ke yang lebih atas; dan
  4. dalam soal agama selalu memandang ke yang lebih rendah (ibadah dan ketaqwaan kepada Allah).”
Allah berfirman:
‘Aku menghendaki dia (dengan membagikan sedikit keduniaan kepadanya dan menolongnya untuk menjalankan ketaatan), akan tetapi ia tak menghendaki Aku (dengan bersikap ridha dan bersyukur), maka Aku tinggalkan dia.’

Asterik orang bahagia juga ada empat, yaitu:

  1. mengingat dosa yang telah lalu;
  2. melupakan kebaikan yang pernah ia lakukan;
  3. dalam urusan agama suka melihat kepada orang yang lebih tinggi (dalam beribadah dan ketaatannya kepada Allah); dan
  4. dalam urusan Global suka melihat orang yang lebih rendah (sehingga mendorongnya untuk lebih mensyukuri nikmat-Nya).”
EMPAT PENGAKUAN DUSTA
Hatim Al-Asham pernah berkata: “Barangsiapa mengakui empat hal tanpa ada empat hal yang lain, maka pengakuannya itu merupakan dusta, yaitu:
  1. Barangsiapa mengaku cinta kepada Allah, sementara ia tak berhenti dari menjalankan kemaksiatan dan hal hal yang diharamkan Allah, maka pengakuannya itu dusta.
  2. Barangsiapa mengaku cinta kepada Rasulullah s.a.w. namun benci kaum fakir miskin, maka pengakuannya itu dusta.
  3. Barangsiapa mengaku cinta kepada surga, sementara ia tak mau bershadaqah, maka pengakuannya itu dusta.
  4. Barangsiapa mengaku takut akan siksa neraka, sementara ia tak berhenti dari berbuat dosa, maka pengakuannya itu dusata.”
Sebagian ulama ada yang mengungkapkan syair sebagai berikut:

apabila engkau jadi pendekar, jadilah seperti ‘Ali
apabila engkau jadi penyair, jadilah seperti Ibnu Hani
Setiap orang yang mengakui sesuatu yang tak ada di dirinya
maka Fenomena akan membuktikan kebohongannya

Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Jalan Futuristis ke neraka itu diliputi dengan hal-hal yang disenangi hawa nafsu, sedangkan jalan Futuristis ke surga diliputi dengan hal-hal yang dibenci hawa nafsu.” (HR. Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah)

Dengan Perkataan lain, surga tak Bisa diraih kecuali dengan menempuh berbagai kesulitan dan neraka tak Bisa dimasuki kecuali dengan menuruti kemauan hawa nafsu. Siapa pun yang Bisa menerobos penghalang Disorientasi satu dari keduanya pasti akan memasukinya

EMPAT PENYEBAB GELAP DAN TERANGNYA HATI
‘Abdullah bin Mas’ud pernah berkata:
“Empat hal yang termasuk penyebab gelapnya hati, yaitu
  1. perut yang terlalu kenyang;
  2. Bergaul dengan orang-orang zhalim;
  3. melupakan dosa yang pernah dilakukan; dan
  4. panjang angan-angan.
Empat hal yang termasuk penyebab terangnya hati, yaitu:
  1. perut lapar di karenakan tindakan hati-hati;
  2. Bergaul dengan orang-orang shalih;
  3. mengingat dosa yang pernah dilakukan; dan
  4. tak panjang angan-angan.”
Panjang angan-angan merupakan memikirkan dan menanti-nanti sesuatu yang sulit untuk diraih. Berkaitan dengan panjang angan-angan ini. Rasulullah s.a.w. pernah bersabda:
“Sesungguhnya sesuatu yang sangat aku khawatirkan atas kalian ada dua, yaitu: mengikuti hawa nafsu dan panjang angan-angan. Mengikuti hawa nafsu berarti menjauhi kebenaran, sedangkan panjang angan-angan mencerminkan cinta Global.” (HR. Ibnu Abid Dun-ya)

Perut lapar termasuk faktor penerang hati, sebab hal itu Bisa mendorong seseorang untuk bersikap waspada dan hati-hati. Mengingat dosa yang pernah dilakukan juga termasuk faktor penerang hati, sebab hal itu Bisa menimbulkan penyesalan atas dosa tersebut.

Abu Thayyib berkata: “Barangsiapa yang bergaul dengan delapan golongan, maka Allah akan menambah delapan hal kepadanya, yaitu:

  1. Barangsiapa bergaul dengan orang kaya, maka Allah akan menambah rasa cintanya kepada keduniaan.
  2. Barangsiapa bergaul dengan orang fakir, maka Allah akan menambah rasa syukur dan ridha terhadap rizki Allah.
  3. Barangsiapa bergaul dengan penguasa/pejabat, maka ia akan bertambah keras hatinya dan takabbur.
  4. Barangsiapa suka bergaul dengan wanita, maka akan bertambah kebodohan dan syahwatnya.
  5. Barangsiapa suka bergaul dengan anak-anak, maka ia akan suka bermain.
  6. Barangsiapa bergaul dengan orang fasiq, maka akan bertambah kecenderungannya untuk menjalankan kemaksiatan dan menunda-nunda tobat.
  7. Barangsiapa bergaul dengan orang-orang shalih, maka akan bertambah rasa cintanya dalam menaati Allah.
  8. Barangsiapa bergaul dengan ulama, maka akan bertambah ilmu dan amalnya.”
EMPAT WAHYU KEPADA NABI BANI ISRAIL
Diriwayatkan bahwa Allah telah membagikan wahyu kepada seorang nabi dari Bani Israil sebagai berikut:
  1. “kita diam dari banyak omong kosong di karenakan Aku, sama pahalanya dengan puasa.
  2. kita hindarkan anggota badanmu dari hal-hal yang diharamkan demi Aku, sama pahalanya dengan dirimu mengerjakan shalat.
  3. kita hindarkan dirimu dari ketamakan terhadap kepunyaan orang lain demi Aku, pahalanya sama dengan bershadaqah.
  4. kita cegah dirimu dari mengganggu orang muslim di karenakan Aku, sama pahalanya dengan jihad.”
EMPAT KEUTAMAAN DIAM
Rasulullah s.a.w. bersabda:
  1. “Shalat merupakan tiang agama, akan tetapi diam itu lebih utama.
  2. Shadaqah Bisa memadamkan murka Rabb, akan tetapi diam itu lebih utama.
  3. Puasa merupakan perisai dari siksa neraka, akan tetapi diam itu lebih utama.
  4. Jihad itu puncaknya agama, akan tetapi diam itu lebih utama.”
Nabi s.a.w. juga pernah bersabda:
“Diam merupakan bentuk ibadah yang paling tinggi.” (HR. Dailami, dari Abu Hurairah)

Maksud diam di sini merupakan diam dari sesuatu yang tak bermanfaat, bagus dalam urusan agama ataupun Global, dan diam dari membalas omongan orang yang mencemooh kita. Nah, diam yang seperti ini termasuk ibadah yang paling tinggi, sebab kebanyakan kesalahan itu timbul dari lisan. Adapun bila seseorang diam di karenakan dia sendirian tanpa ada orang lain yang memotivasinya untuk diam, maka diamnya bukan ibadah (bahkan kalau bicara sendirian Bisa jadi disebut gila, editor)

Rasulullah s.a.w. pernah bersabda:
“Diam itu merupakan perhiasan untuk orang ‘Alim dan selimut untuk orang bodoh.” (HR. Abu Syaikh, dari Muharriz)

“Diam merupakan akhlaq yang paling utama.” (HR. Dailami, dari Anas)

“Diam itu mengandung hikmah yang banyak, akan tetapi sedikit orang yang melakukannya.” (HR. Qadha’i, dari Anas dan Dailami, dari Ibnu ‘Umar)

Oleh di karenakan itu, ada syair yang mengatakan:

Wahai orang yang banyak bicara tanpa guna, kekanglah mulutmu
Sungguh kita terlalu banyak bicara ke sana dan ke mari
Sungguh kita telah banyak berperan dalam keburukan
Mulai sekarang diamlah bila kita ingin menjadi bagus

Rasulullah s.a.w. juga pernah bersabda:
“Jihad yang paling utama merupakan memeangi hawa nafsu di karenakan Allah.” (HR. Dailami)

EMPAT FAKTOR DAN BUAHNYA
‘Ali pernah berkata:
  1. “Barangsiapa merindukan surga, maka ia akan bersegera dalam melaksanakan kebaikan.
  2. Barangsiapa takut siksa neraka, maka ia akan berhenti dari mengikuti hawa nafsunya.
  3. Barangsiapa meyakini datangnya kematian, maka ia tak akan terlena dengan kesenangan duniawi.
  4. Barangsiapa mengetahui bahwa Global merupakan negeri cobaan, maka semua musibah yang menimpanya akan terasa ringan.”
EMPAT KEUTAMAAN DAN KEWAJIBAN
‘Utsman mengatakan:
“Ada empat perkara yang zhahirnya merupakan keutamaan, sedangkan batinnya merupakan kewajiban, yaitu:
  1. Bergaul dengan orang shalih merupakan keutamaan, sedangkan mengikuti jejak langkah mereka merupakan suatu kewajiban.
  2. Membaca Al-Qur’an merupakan keutamaan, sedangkan mengamalkan kandungan Al-Qur’an merupakan suatu kewajiban.
  3. Ziarah kubur (ke makam orang shalih) itu merupakan suatu keutamaan, sedangkan menyiapkan bekal untuk kehidupan sesudah mati merupakan suatu kewajiban.
  4. Menengok orang sakit itu merupakan suatu keutamaan, sedangkan berwasiat (di akhir hayat) merupakan suatu kewajiban.”

Berkaitan dengan berwasiat di akhir hayat, Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Orang yang terhalang (untuk mendapatkan pahala) merupakan orang yang tak berwasiat.” (HR. Ibnu Majah, dari Anas)

“Barangsiapa yang meninggal Global dalam keadaan sempat berwasiat (kebaikan), berarti dia meninggal di atas jalan yang benar, dalam keadaan menetapi Sunnah, dalam bertaqwa, mati syahid, dan mati dalam keadaan diampuni dosa-dosanya.”

EMPAT KENIKMATAN BERIBADAH
‘Utsman pernah berkata:
“Aku menemukan kenikmatan beribadah dalam empat hal, yaitu:
  1. saat mampu menunaikan kewajiban-kewajiban dari Allah;
  2. saat mampu menjauhi segala sesuatu yang diharamkan Allah;
  3. saat mampu menjalankan ‘amar ma’ruf dan mencari pahala dari Allah; dan
  4. saat mampu menjalankan nahi mungkar dan menjaga diri dari murka Allah.”
EMPAT JENIS LAUTAN
‘Umar mengatakan:
“Lautan itu ada empat macam, yaitu:
  1. lautan dosa, yaitu kecenderungan nafsu kepada keinginan yang tak sesuai dengan Anggaran syara’;
  2. lautan syahwat, yaitu dorongan utnuk mencari kenikmatan jasmaniah;
  3. lautan umur, yaitu kematian; dan
  4. lautan penyesalan, yaitu alam kubur.”
EMPAT KEUTAMAAN AMALAN SUNNAH
‘Abdullah bin Mubarak berkata:
  1. “Barangsiapa yang setiap harinya menjalankan shalat sunnah Rawatib 12 raka’at, maka ia benar-benar telah menunaikan haknya shalat.
  2. Barangsiapa berpuasa sunnah setiap bulan tiga hari, maka ia benar-benar telah menunaikan haknya puasa.
  3. Barangsiapa membaca Al-Qur’an setiap hari 100 ayat, maka ia benar-benar telah menunaikan haknya membaca Al-Qur’an.
  4. Barangsiapa bershadaqah setiap hari Jum’ah sedirham, maka ia benar-benar telah menunaikan haknya shadaqah.”
Yang dimaksud dengan shalat sunnah Rawatib 12 raka’at disini perinciannya merupakan sebagai berikut:
  • 2 raka’at sebelum shalat Shubuh;
  • 2 raka’at sebelum shalat Zhuhur;
  • 2 raka’at sesudah shalat Zhuhur;
  • 4 raka’at sebelum shalat ‘Ashar; dan
  • 2 raka’at sesudah shalat Meghrib;
Mengenai shalat sunnah 4 raka’at sebelum “Ashar, Nabi s.a.w. pernah bersabda:
“Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada orang yang mengerjakan shalat sunnah 4 raka’at sebelum shalat ‘Ashar.”

Beliau juga mengerjakan shalat sunnah 4 raka’at sebelum ‘Ashar ini dengan 2 raka’at salam 2 raka’at salam.

Dalam riwayat Thabarani disebutkan:
“Barangsiapa yang mengerjakan shalat sunnah 4 raka’at sebelum shalat ‘Ashar, niscaya Allah mengharamkan tubuhnya untuk disentuh api neraka.”

Mengenai shalat sunnah Rawatib yang 12 raka’at, Nabi s.a.w. pernah bersabda:
“Tidaklah seorang hamba mengerjakan shalat (Rawatib) sebanyak 12 raka’at hanya di karenakan Allah dalam setiap harinya, melainkan Allah akan membangunkan untuknya suatu rumah di surga.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat Imam At-Tirmidzi disebutkan bahwa shalat sunnah yang 12 raka’at itu merupakan sebagai berikut:

  • 4 raka’at sebelum shalat Zhuhur;
  • 2 raka’at sesudah shalat Zhuhur;
  • 2 raka’at sesudah shalat Maghrib;
  • 2 raka’at sesudah shalat ‘Isya’; dan
  • 2 raka’at sebelum shalat Shubuh.
Dalam riwayat Thabarani disebutkan:
“Barangsiapa menjalankan shalat sunnah sebanyak 4 raka’at sebelum shalat Zhuhur, maka seakan-akan ia menjalankan shalat Tahajjud di malam harinya sebanyak 4 raka’at. Barangsiapa menjalankan shalat 4 raka’at sesudah shalat ‘Isya’, maka seakan-akan ia menjalankan shalat 4 raka’at di malam Qadar.”

Oleh di karenakan itu, Ibnu Mas’ud mengatakan: “tak ada shalat sunnah di siang hari yang Bisa mengimbangi (pahala) shalat Tahajjud, selain shalat sunnah 4 raka’at sebelum Zhuhur. Keutamaan shalat sunnah 4 raka’at sebelum Zhuhur dibandingkan shalat sunnah siang hari lainnya bagaikan shalat berjama’ah dibandingkan dengan shalat sendirian. Rasulullah s.a.w. juga biasa mengerjakannya dengan memperlama ruku’ dan sujudnya. Beliau bersabda:
“Sesungguhnya saat sekarang ini merupakan saat terbukanya pintu langit. Karenanya, aku merasa suka bila di saat sekarang ini amal shalihku naik (ke hadapan Allah).'”

Adapun yang dimaksudkan dengan puasa tiga hari setiap bulan merupakan puasa di hari putih, yaitu tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriyah, kecuali di bulan Dzulhijjah (di karenakan tanggal 13 di bulan tersebut termasuk hari Tasyriq -pent.). Oleh di karenakan itu, Eksklusif untuk bulan Dzulhijjah hari putihnya merupakan tanggal 14, 15, dan 16. Hikmah disunnahkannya puasa tiga hari di setiap bulan merupakan di karenakan satu kebajikan itu dilipatgandakan sebanyak sepuluh kali, sehingga bila seorang muslim berpuasa tiga hari di setiap bulannya, maka seolah-olah ia telah berpuasa sebulan penuh di setiap tahunnya. Demikianlah Elaborasi dalam At-Tuhfah.

Membaca tujuh surat Munjiyat dalam setiap hari merupakan hal yang utama. Adapun ketujuh surat Munjiyat itu merupakan: Surat As-Sajdah, Surat Yaa siin, Surat Fushshilat, Surat Ad-Dukhan, Surat Al-Waqi’ah, Surat Al-Hasyr, dan Surat Al-Mulk.

Disamping itu, dianjurkan juga di waktu pagi dan sore hari untuk membaca ayat dan surat berikut sebanyak tiga kali:

  1. beberapa ayat dari permulaan surat Al-Hadid;
  2. beberapa ayat terakhir dari surat Al-Hasyr;
  3. surat Ikhlas; dan
  4. surat Al-Mu’awwidzatain, yaitu surat Al-Falaq dan surat An-Naas.
EMPAT FAKTOR KESEMPURNAAN
Abu Bakar Ash-Shiddiq berkata:
“Empat hal akan menjadi sempurna apabila didukung oleh empat hal yang lain, yaitu:
  1. Kesempurnaan shalat merupakan dengan dua kali sujud Sahwi apabila ada bagian yang terlupakan darinya saat mengerjakannya.
  2. Kesempurnaan puasa Ramadhan merupakan dengan zakat fitrah.
  3. Kesempurnaan ibadah haji merupakan dengan membayar dam/fidyah.
  4. Kesempurnaan iman merupakan dengan jihad di jalan Allah.”
Dalam masalah mengeluarkan zakat fitrah, Allah berfirman:
“Dan untuk mereka yang mampu (untuk membayar fidyah), maka hendaklah mereka membayarkannya dengan memberi makan kepada orang miskin.” (QS. Al-Baqarah (2): 184

Memberi makan dalam ayat ini maksudnya membagikan zakat fitrah.

Dalam masalah membayar dam/fidyah untuk orang yang menunaikan ibadah haji, merupakan bila memang ada sebab yang mewajibkannya atau mensunnahkannya; atau tanpa ada sebab sebagai langkah kehati-hatian aja.

EMPAT FAKTOR KESELAMATAN
Rasulullah s.a.w. bersabda:
  1. “Bintang-bintang itu merupakan faktor keselamatan untuk penghuni langit. Apabila bintang-bintang itu berjatuhan, maka penghuni langit akan tertimpa Bala.
  2. Ahli baitku merupakan faktor keselamatan untuk umatku. Apabila ahli baitku lenyap, maka umatku akan tertimpa Bala.
  3. Aku merupakan faktor keselamatan untuk para sahabatku. Apa apabila aku mati, maka para sahabatku akan tertimpa Bala.
  4. Gunung-gunung itu merupakan faktor keselamatan untuk penduduk bumi. bila gunung-gunung itu lenyap, maka penduduk bumi akan tertimpa Bala
EMPAT PERKARA JELEK DAN YANG LEBIH JELEK
Sebagian ahli bijak mengatakan: “Ada empat perkara jelek, namun masih ada empat perkara lain yang lebih jelek lagi, yaitu:
  1. Perbuatan dosa yang dilakukan oleh kaum muda itu jelek, namun yang lebih jelek lagi merupakan perbuatan dosa yang dilakukan oleh kakek-kakek.
  2. Sibuk dengan segala macam urusan duniawi untuk orang yang bodoh itu jelek, namun yang lebih jelek lagi apabila yang menyibukkan diri dengan urusan duniawi itu orang ‘Alim.
  3. Malas beribadah untuk orang awam merupakan jelek, namun yang lebih jelek lagi apabila malas beribadah itu dilakukan kalangan ulama dan santrinya.
  4. Berlaku Arogan untuk orang kaya merupakan jelek, namun yang lebih jelek lagi merupakan berlaku sombongnya orang fakir.”
Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Barangsiapa yang bertambah ilmunya namun tak bertambah pula kezuhudannya terhadap Global, maka ia tak bertambah dari Allah, kecuali tambah jauh.” (HR.Dailami)

EMPAT PERKARA bagus DAN YANG LEBIH bagus
Sebagian ahli bijak berkata: “Ada empat perkara yang nilainya bagus, namun ada empat perkara lain yang nilainya jauh lebih bagus lagi, yaitu:
  1. Adanya rasa malu di kaum lelaki merupakan bagus, namun yang lebih bagus lagi apabila rasa malu itu ada di kaum wanita.
  2. Adil di setiap orang itu bagus, namun rasa keadilan yang dimiliki oleh pemerintah itu jauh lebih bagus lagi.
  3. Tobatnya kakek-kakek itu bagus, namun yang lebih bagus lagi merupakan tobatnya kaum muda.
  4. Bermurah hatinya kaum kaya itu bagus, namun yang lebih bagus lagi merupakan bermurah hatinya kaum fakir miskin.”
EMPAT NASIHAT BEKAL KE AKHIRAT
Rasulullah saw pernah bersabda kepada Abu Dzar Al-Ghifari:
“Wahai Abu Dzar,
  1. perbaruilah perahumu, di karenakan lautan itu sangat dalam;
  2. carilah perbekalan yang lengkap, di karenakan perjalanan itu sangat jauh;
  3. kurangilah beban, di karenakan rintangan itu amatlah sulit untuk diatasi; dan
  4. ikhlaskan dalam beramal, di karenakan yang menilai bagus dan buruk merupakan Dzat Yang Maha Melihat.”
Perbaruilah perahumu maksudnya perbaikilah niatmu dalam setiap beramal supaya engkau memperoleh pahala dan selamat dari siksa Allah.

Kurangilah beban maksudnya janganlah banyak-banyak engkau mengambil keduniaan.

Diserupakannya akhirat dengan lautan yang dalam, perjalanan yang jauh, dan rintangan yang amat sulit untuk diatasi, di karenakan banyaknya kesulitan dan rintangan yang mesti dilewati untuk Bisa hingga kepada kebahagiaan akhirat.

Abu Sulaiman Ad-Darani berkata: “Beruntunglah orang yang dalam hidupnya benar-benar hanya mengharap ridha Allah.” Ucapan Ad-Darani ini mengacu di sabda Nabi saw yang dilanjutkan kepada Mu’adz:

“Ikhlaskan niat, niscaya engkau akan menerima balasan amalmu meskipun amalmu itu sedikit.”

Seorang penyair berkata:

Manusia wajib bertobat
namun meninggalkan dosa itu lebih wajib lagi
Sabar dalam menghadapi musibah itu sulit
namun hilangnya pahala sabar itu lebih sulit lagi
Perubahan zaman itu memang sesuatu yang aneh
namun kelalaian manusia lebih aneh lagi
Peristiwa yang akan datang terkadang terasa dekat
namun kematian itu lebih dekat lagi

Anas meriwayatkan bahwa:
“di suatu hari Rasulullah s.a.w. keluar rumah. Sambil memegang tangan Abu Dzar beliau bersabda: ‘Wahai Abu Dzar, tahukah engkau bahwa dihadapan kita ada rintangan yang amat sulit untuk diatasi, yang tak akan Bisa melewatinya, kecuali orang yang ringan?’ Lantas ada seorang lelaki bertanya: ‘Ya Rasulullah, apakah aku termasuk orang yang ringan atau orang yang berat?’ Beliau bertanya: ‘Apakah engkau punya Boga untuk sehari?’ Lelaki tadi menjawab: ‘Punya!’ Rasulullah s.a.w. lalu bertanya: ‘Apakah engkau punya Boga untuk besok?’ Ia menjawab: ‘Punya!’ Beliau bertanya lagi: ‘Apakah engkau punya Boga untuk lusa?’ Ia menjawab: ‘tak!’ Beliau lantas bersabda: ‘Apabila engkau mempunyai Boga buat jatah hingga tiga hari, maka engkau termasuk orang-orang yang berat.'”
EMPAT INTISARI IBADAH
Ulama ahli bijak berkata: “Inti dari demikian ibadah itu ada empat, yaitu:
  1. melaksanakan kewajiban-kewajiban dari Allah;
  2. memelihara diri dari semua yang diharamkan Allah;
  3. sabar terhadap rizki yang luput darinya; dan
  4. rela dengan rizki yang diterima.”
EMPAT WAKTU YANG tak DILEWATKAN ORANG BERAKAL
Dalam kitab Zabur disebutkan bahwa Allah telah memberi wahyu kepada Nabi Dawud: “Sesungguhnya orang yang berakal lagi bijak tak akan melewatkan empat waktu penting, yaitu:
  1. waktu untuk bermunajat kepada Rabbnya;
  2. waktu untuk muhasabah (mengoreksi dirinya);
  3. waktu untuk bersilaturrahmi kepada saudara-saudaranya yang menceritakan aib dirinya; dan
  4. waktu untuk mengendalikan diri dari berbagai kenikmatan meskipun halal.”
EMPAT AMALAN YANG SULIT
‘Ali berkata:
“Amal yang paling sulit itu ada empat, yaitu:
  1. memberi maaf saat marah;
  2. bermurah hati saat fakir;
  3. iffah (memelihara diri dari yang haram) saat sendirian; dan
  4. mengatakan sesuatu yang haq, bagus kepada orang yang diseganinya ataupun orang yang mengharapkannya.”
Berkaitan dengan perihal marah, Rasulullah s.a.w. pernah bersabda:
“Barangsiapa yang menahan amarahnya, maka Allah akan menahan adzab darinya.”

“Barangsiapa yang menahan amarahnya, melapangkan dadanya, suka berbuat kebaikan, menyambung silaturrahim, dan menunaikan amanatnya, maka kelak di hari Kiamat Allah s.w.t. akan memasukkannya ke dalam cahaya-Nya yang paling besar.” (HR. Dailami)

EMPAT KESIBUKAN BERIKUT KONSEKUENSINYA
Sebagian ahli bijak berkata:
  1. “Barangsiapa sibuk dengan birahinya, pasti jatuh ke tangan wanita.
  2. Barangsiapa sibuk menumpuk harta, pasti jatuh ke dalam hal yang diharamkan.
  3. Barangsiapa sibuk dengan kepentingan orang banyak, pasti wajib pandai membujuk mereka.
  4. Barangsiapa sibuk dengan ibadah, mesti wajib mengetahui tata caranya.”
EMPAT ‘PERAMPAS’ YANG PASTI DATANG
Sebagian ahli bijak berkata: “Manusia akan menghadapi empat ‘perampas’ pasti, yaitu:
  1. Malaikat Izrail akan merampas nyawanya;
  2. ahli waris akan merampas harta bendanya;
  3. belatung akan merampas tubuhnya (di dalam kubur); dan
  4. orang yang pernah dizhalimi akan merampas amalnya.”
Orang yang pernah menzhalimi orang lain, seperti mengambil hartanya, mengumpatnya, memukulnya, atau menjalankan tips lainnya, maka di akhirat nanti amal shalihnya akan dirampas oleh orang yang pernah dizhalimi semasa di Global. bila ia tak mempunyai amal shalih, maka dosa orang yang dizhalimi itu akan dibebankan padanya.
EMPAT tips PEMBERIAN PAHALA, TIGA DI ANTARANYA SAMA NAMUN YANG SATU BERBEDA
Nabi s.a.w. bersabda:
“di hari kiamat nanti mizan (timbangan amal) akan ditegakkan, lalu:
  1. ahli shalat dihadirkan untuk ditimbang amalnya, lalu diberikan kepada mereka pahalanya dengan cara sempurna;
  2. ahli shadaqah dihadirkan untuk ditimbang amalnya, lalu diberikan kepada mereka pahalanya dengan cara sempurna;
  3. ahli puasa (menurut manuskrip lain disebutkan ahli haji) dihadirkan untuk ditimbang amalnya, lalu diberikan pahalanya dengan cara sempurna kepada mereka;
  4. ahli musibah dihadirkan, akan tetapi amal mereka tak ditimbang dan catatan amal mereka tak diperiksa, namun mereka diberi pahala tanpa batas, sehingga mereka yang dulunya tak pernah tertimpa musibah mengharapkan sekiranya mereka dahulu termasuk golongan mereka yang tertimpa musibah, dikarenakan banyaknya pahala yang diperoleh oleh mereka yang dulunya tertimpa musibah.”
EMPAT KENIKMATAN YANG HAKIKATNYA HANYA Bisa DIRASAKAN OLEH EMPAT GOLONGAN
Hatim Al-Asham mengatakan: “Ada empat hal yang hakikatnya hanya Bisa diketahui oleh empat golongan yang pernah merasakannya, yaitu:
  1. masa muda tak terasa nikmatnya, kecuali untuk mereka yang sudah tua;
  2. keselamatan tak terasa nikmatnya, kecuali oleh mereka yang terkena musibah;
  3. kesehatan badan tak terasa nikmatnya, kecuali oleh mereka yang sedang sudah jatuh sakit; dan
  4. Hayati ini tak terasa nikmatnya, kecuali oleh mereka yang sudah mati.”
Abu Nuwas mengatakan dalam syairnya:
Apabila dosaku dihitung, sungguh banyak sekali
akan tetapi rahmat Tuhanku lebih luas daripada dosaku
Aku tak mengharapkan apa-apa dari amal bagus yang kulakukan
Aku hanya mengharapkan rahmat Allah
Dialah Allah, Sang Pemberi nikmat yang telah menciptakan aku
Sesungguhnya aku merupakan seorang hamba yang tunduk
dan merendahkan diri kepada-Nya
Apabila Allah membagikan ampunan, itu merupakan rahmat
bila terjadi sesuatu yang lain, maka aku tak Bisa berbuat apa-apa
Rasulullah s.a.w. pernah bersabda:
“Barangsiapa menghendaki supaya Allah tak menghisab amalnya dan tak pula membeberkannya di hadapan semua makhluk, maka hendaknya ia berdo’a dengan do’a berikut ini setiap selesai menjalankan shalat: ‘Alloohumma inna maghfirotaka arjaa min ‘amalii wa inna rohmataka ausa’u min dzambii. Alloohumma illam akun an ablugho rohmataka fa rohmatuka ahlun an tablughonii li annahaa wasi’at kulla sya’in yaa arhamar roohimiin.’ (Ya Allah, sesungguhnya ampunan-Mu lebih aku harapkan daripada amalku dan sesungguhnya rahmat-Mu lebih luas daripada (banyaknya) dosaku. Ya Allah, apabila aku bukan termasuk mereka yang berhak untuk meraih rahmat-Mu, maka rahmat-Mu tentu Bisa meraihku, di karenakan rahmat-Mu meliputi segala sesuatu, wahai Dzat Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.)”

EMPAT HAL YANG SEDIKITNYA TERASA BANYAK
‘Ali berkata: Rasulullah s.a.w. :
“Ada empat hal yang sedikitnya terasa banyak, yaitu:
  1. sakit;
  2. fakir;
  3. api; dan
  4. rasa permusuhan.”
Berkaitan dengan rasa permusuhan, Rasulullah s.a.w. pernah bersabda:
“Bijaknya akal sesudah beriman kepada Allah ialah menebar Afeksi sayang kepada sesama manusia.”

Sehubungan dengan poin terakhir, disebutkan bahwa Sulaiman pernah berkata kepada anaknya: “Hai anakku, camkanlah bahwa seribu kawan itu terlalu sedikit bagimu, dan seorang musuh itu sudah terlalu banyak bagimu.”

EMPAT PERKARA TEMPAT TERDAPATNYA EMPAT PERKARA LAINNYA
Hamid Al-Laffaf berkata: “Aku telah mencari empat hal dalam empat hal yang lain, akan tetapi ternyata aku Disorientasi, setelah itu aku baru menemukannya dalam empat hal yang lainnya lagi, yaitu:
  1. Aku mencari kecukupan dalam harta, namun aku temukan dalam sikap qana’ah.
  2. Aku mencari ketenangan dalam banyaknya harta, namun aku temukan dalam harta yang sedikit.
  3. Aku mencari kenikmatan dalam kesenangan, namun aku temukan di badan yang sehat.
  4. Aku mencari ilmu dengan keadaan perut kenyang, namun aku temukan dalam keadaan perut lapar.”
EMPAT KIAT MERAIH SURGA
Hatim Al-Asham berkata: “Barangsiapa meninggalkan empat hal untuk empat hal yang lain, niscaya ia akan Bisa meraih surga, yaitu:
  1. meninggalkan tidur untuk alam kubur;
  2. meninggalkan sikap membanggakan diri untuk mizan;
  3. meninggalkan istirahat dengan beralih di shirath;
  4. meninggalkan syahwat untuk surga.”
Meninggalkan tidur untuk kubur maksudnya mengganti ketenangan tidur dengan menjalankan amal shalih yang Bisa membuat ketenangan di alam kubur kelak sesudah matinya.

Meninggalkan sikap membanggakan diri untuk mizan maksudnya mengganti sikap membanggakan diri dengan menjalankan amal shalih sehingga timbangan kebaikannya dalam mizan di akhirat kelak menjadi berat.

Meninggalkan istirahat untuk shirath maksudnya mengganti ketenangan istirahat dengan menjalankan amal yang membuatnya Bisa melewati shirath dengan Genjah, yakni dengan meninggalkan segala bentuk maksiat.

Meninggalkan syahwat untuk surga maksudnya mengganti kesenangan-kesenangannya dengan menjalankan berbagai ibadah meskipun terasa berat dalam melakukannya, sebab sebagaimana disebutkan dalam satu Hadits – surga itu dipagari dengan sesuatu yang tak disukai oleh kebanyakan manusia.

EMPAT ANUGERAH untuk YANG BERBUAT DOSA
Sa’ad bin Hilal pernah berkata: “apabila manusia (umat Muhammad) berbuat dosa, maka Allah tetap membagikan empat anugerah kepadanya, yaitu:
  1. dia tak terhalang untuk mendapatkan rizki;
  2. dia tak terhalang untuk mendapatkan kesehatan badan;
  3. Allah tak akan memperlihatkan dosanya semasa di Global; dan
  4. Allah tak menghukumnya di Global.”
Diriwayatkan bahwa Nabi Adam a.s. telah berkata: “Allah memberi empat macam kemuliaan kepada umat Muhammad yang tak Allah berikan kepadaku, yaitu:
  1. Allah menerima tobatku di Makkah, sedangkan umat Muhammad diterima tobatnya di tempat manapun.
  2. saat aku menjalankan dosa, Allah menghilangkan pakaianku seketika, sedangkan umat Muhammad tetap diberi pakaian meskipun mereka durhaka kepada Allah.
  3. saat aku berbuat dosa, Allah memisahkan aku dengan istriku, sedangkan umat Muhammad saat berbuat dosa tak dipisahkan dengan istrinya.
  4. Aku berbuat dosa di surga, lalu Allah mengusirku dari surga ke Global, sedangkan umat Muhammad berbuat dosa di luar surga, lalu Allah memasukkan mereka ke surga apabila mereka mau bertobat.”
EMPAT HUJJAH ALLAH
Rasulullah s.a.w. bersabda:
“di hari Kiamat nanti Allah ta’ala akan berhujjah dengan empat orang terhadap empat golongan manusia yang lain, yaitu:
  1. Allah berhujjah kepada orang-orang kaya dengan Nabi Sulaiman bin Dawud.
  2. Allah berhujjah kepada para hamba sahaya dengan Nabi Yusuf.
  3. Allah berhujjah kepada orang-orang sakit dengan Nabi Ayyub.
  4. Allah berhujjah kepada orang-orang fakir dengan Nabi ‘Isa.”
Maksud Hadits ini merupakan Allah akan bertanya kepada orang-orang kaya: “Mengapa kalian tak beribadah?” bila mereka menjawab: “di karenakan kami sibuk mengurus harta benda kami.” maka Allah berfirman: “Siapakah yang lebih besar kerajaannya dan siapakah yang lebih banyak kekayaannya daripada Sulaiman? Tapi mengapa ia tetap tekun beribadah?”

Kepada para hamba sahaya, Allah akan bertanya: “Mengapa kalian tak beribadah?” bila mereka menjawab: “di karenakan kami sibuk melayani majikan-majikan kami.” maka Allah berfirman: “Hamba-Ku, Yusuf, merupakan seorang budak di bawah perintah protipar Mesir dan istrinya, tapi mengapa ia tetap tekun beribadah?”

Kepada mereka yang diuji dengan sakit, Allah akan bertanya: “Mengapa kalian tak beribadah?” bila mereka menjawab: “di karenakan kami tertimpa sakit.” maka Allah berfirman: “Hamba-Ku, Ayyub, merupakan orang yang menderita sakit parah, tapi mengapa ia tetap tekun beribadah?”

Kepada mereka yang diuji dengan kefakiran, Allah akan bertanya: “Mengapa kalian tak beribadah?” bila mereka menjawab: “di karenakan kami sibuk mencari sesuap nasi.” maka Allah berfirman: “Hamba-KU, ‘Isa, merupakan orang yang terfakir di Global. Dia tak mempunyai Harta Global sedikitpun. Dia tak mempunyai rumah, harta, ataupun istri. Tapi mengapa ia tetap tekun beribadah?”

EMPAT PENENTU TEGAKNYA AGAMA DAN Global
‘Ali mengatakan:
“Agama dan Global akan selalu tegak selama empat golongan berfungsi dengan bagus, yaitu:
  1. selama orang kaya tak bakhil;
  2. selama para ulama mengamalkan ilmunya;
  3. selama orang-orang bodoh tak takabbur dari sesuatu yang tak mereka ketahui; dan
  4. selama orang-orang fakir tak menjual akhirat mereka dengan duniawi.”
EMPAT KELEBIHAN NABI YAHYA
Dalam menafsirkan firman Allah s.w.t.:
“… yang menjadi anutan, yang menahan diri (dari hawa nafsu), dan seorang Nabi dari keturunan orang-orang shalih.” (QS. Ali ‘Imran (3): 39)

Muhammad bin Ahmad mengatakan: “Nabi Yahya disebut oleh Allah dengan sayyid, padahal ia merupakan seorang hamba Allah, di karenakan Nabi Yahya mempunyai empat hal, yaitu:

  1. Bisa menguasai hawa nafsu;
  2. Bisa menguasai iblis;
  3. Bisa menguasai lisan; dan
  4. Bisa menguasai kemarahan.”
EMPAT INTISARI DARI 4000 HADITS
‘Abdullah bin Mubarak berkata: “Ada seorang hakim (orang yang sangat arif dan bijaksana) telah mengumpulkan 40.000 Hadits, setelah itu dipilihnya lagi hingga menjadi 4.000 Hadits, lalu dipilihnya lagi hingga menjadi 400 Hadits, lalu dipilihnya lagi hingga menjadi 40 Hadits. Dari 40 Hadits ini ia simpulkan 4 kalimat, yaitu:
  1. Jangan memberi kebebasan sepenuhnya terhadap istrimu dalam segala hal.
  2. Jangan tertipu oleh harta dalam segala hal.
  3. Jangan mengisi perutmu dengan Boga/minuman yang tak mampu ditampung oleh perutmu.
  4. Jangan mengumpulkan ilmu apa pun yang tak Bisa memberi kemanfaatan.”
Jangan memberi kebebasan sepenuhnya terhadap istri dalam segala hal, maksudnya merupakan setiap suami sudah seyogyanya mempunyai rasa cemburu supaya jangan ada lelaki lain yang mengganggu miliknya. Jangan tertipu oleh harta maksudnya merupakan jangan hingga berkeyakinan bahwa dengan mempunyai harta, kita pasti akan selamat dari Bala, sehingga kita melupakan semua urusan lain selain harta. Begitu juga, kita jangan tertipu oleh banyaknya harta.

Berkaitan dengan poin nomor 3, Rasulullah s.a.w. pernah bersabda:
“Sumber segala penyakit ada kaitannya dengan perut yang kekenyangan.” (HR. Daruquthni melalui Anas. Ibnu Sinni dan Anu Na’im melalui ‘Ali. Ibnu Sa’id melalui Az-Zuhri)

Maksud Hadits ini merupakan bahwa sumber segala macam penyakit itu Herbi erat dengan ketidakmampuan lambung dalam mencerna Boga. Yakni makan dengan tips menjejalkan terus Boga ke mulut sehingga tak sempat dikunyah atau memasukkan minuman sesudah Boga atau memasukkan minuman di antara dua suapan Boga, tanpa mengunyah suapan yang pertama terlebih dahulu.

Berkaitan dengan poin nomor 4, diriwayatkan bahwa pernah ada seorang lelaki berkata kepada Abu Hurairah: “Aku ingin mempelajari ilmu, akan tetapi aku takut kalau menyia-nyiakannya.” Abu Hurairah berkata: “Sudah cukup dikatakan menyia-nyiakan ilmu apabila engkau sendiri tak mau mempelajarinya.”

Imam Syafi’i berkata: “Di antara tipu daya setan merupakan meninggalkan amal di karenakan takut dikatakan riya’.”

Imam Syafi’i berkata lagi: “Barangsiapa mempelajari Al-Qur’an, maka tinggilah nilai dirinya. Barangsiapa mempelajari ilmu fiqih, menjadi mulialah kedudukannya. Barangsiapa menulis Hadits, maka kuatlah hujjahnya. Barangsiapa mempelajari aritmatika, maka cemerlanglah pikirannya. Barangsiapa mempelajari bahasa Arab, maka haluslah perangainya. Dan barangsiapa tak Bisa memelihara dirinya, maka ilmunya tak akan bermanfaat.”

EMPAT MUSIBAH YANG DIRASAKAN MEMBAWA NIKMAT
‘Umar berkata:
“Demi Allah, tidaklah aku ditimpa musibah, melainkan di dalamnya aku rasakan nikmat Allah, yaitu apabila:
  1. musibah itu terjadi bukan di agamaku;
  2. musibah tersebut tak lebih berat daripada musibah yang telah menimpa diriku;
  3. musibah itu tak menghalangi aku untuk mendapatkan keridhaan Allah; dan
  4. musibah yang darinya aku Bisa mengharapkan pahala Allah.”
EMPAT KALIMAT PILIHAN AHLI BIJAK
Sebagian ahli bijak memilih empat kalimat dari empat buah kitab suci, yaitu:
  1. Dari Kitab Taurat: “Barangsiapa ridha dengan rizki yang telah Allah berikan, maka ia akan tenang di Global dan di akhirat.”
  2. Dari Kitab Injil: “Barangsiapa Bisa menundukkan syahwatnya, maka ia menjadi orang yang mulia di Global dan di akhirat.”
  3. Dari Kitab Zabur: “Barangsiapa merasa cukup sehingga tak mengharapkan pemberian orang lain, maka dia akan selamat di Global dan di akhirat.”
  4. Dari Kitab Al-Qur’an: “Barangsiapa Bisa memelihara lisannya, maka dia akan selamat di Global dan di akhirat.”
Memelihara lisan maksudnya menjaganya dari berkata yang tak ada manfaatnya. Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Amal yang paling dicintai Allah merupakan memelihara.” (HR. Baihaqi)

Rasulullah s.a.w. juga bersabda:
“Keselamatan itu ada sepuluh bagian, sembilan bagian ada di sikap diam, sedangkan bagian yang kesepuluh ada dalam ‘uzlah (mengasingkan diri) dari pergaulan masyarakat luas.” (HR. Ad-Dailami)

‘Uzlah merupakan menjauhkan diri dari pergaulan masyarakat luas saat di tengah-tengah masyarakat sudah terjadi kemaksiatan yang merajalela dengan tujuan supaya terhindar darinya.

EMPAT JAWABAN AHLI BIJAK
Ahli bijak saat ditanya: “Bagaimana keadaanmu?” Mereka menjawab:
  1. “Aku bersama Allah, yakni selalu melaksanakan perintah-Nya.
  2. Aku bersama nafsu, yakni selalu memeranginya.
  3. Aku bersama orang lain, yakni selalu menasihatinya.
  4. Aku bersama Global, yakni selalu mengambilnya sebatas yang aku perlukan.”
EMPAT HAL YANG LEBIH bagus DARIPADA SURGA
Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Di surga ada empat hal yang lebih bagus daripada surga itu sendiri:
  1. kekal di surga lebih bagus daripada surga;
  2. pelayanan malaikat di surga lebih bagus daripada surga
  3. bertetangga dengan para nabi di surga lebih bagus daripada surga; dan
  4. keridhaan Allah di surga lebih bagus daripada surga.
Begitu pula di neraka ada empat hal yang lebih jelek daripada neraka itu sendiri, yaitu:
  1. kekal di neraka lebih jelek daripada neraka;
  2. cemoohan dari para malaikat juru siksa terhadap orang kafir di neraka lebih jelek daripada neraka;
  3. bertetangga dengan setan di neraka lebih jelek daripada neraka; dan
  4. murka Allah di dalam neraka lebih jelek daripada neraka.”
Penghuni surga akan dilayani oleh malaikat. Oleh sebab itu, dikatakan adanya pelayanan malaikat terhadap penghuni surga dan hal ini menunjukkan bahwa ahli surga itu lebih mulia derajatnya daripada malaikat.
EMPAT PERMATA
Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Ada empat permata di diri anak Adam yang Bisa dihilangkan dengan empat perkara lainnya. Keempat permata tersebut merupakan:
  1. akal;
  2. agama;
  3. haya’/rasa malu; dan
  4. amal shalih.
Kemarahan Bisa menghilangkan akal (sehat). Hasud (dengki) Bisa menghilangkan agama. Tamak Bisa menghilangkan haya’ (rasa malu). Ghibah (mengumpat) Bisa menghilangkan amal shalih.”

Akal merupakan permata rohani ciptaan Allah yang dilekatkan di diri manusia, sehingga manusia Bisa mengetahui perkara yang haq dan yang bathil.

Agama merupakan Anggaran yang mengajak orang berakal sehat untuk menerima segala yang dibawa oleh Rasul.

Hasud merupakan mengharapkan lenyapnya kenikmatan yang ada di orang lain.

Berkaitan dengan perihal marah, Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Wahai Mu’awiyah, jauhilah olehmu marah, di karenakan marah Bisa merusak iman sebagaimana pahitnya shabr(bratawali) merusak manisnya madu.” (HR. Baihaqi)

Berkaitan dengan perihal hasud, Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Jauhilah oleh kalian hasud, di karenakan hasud Bisa menghapus (pahala) kebaikan sebagaimana api membakar Ebonit.” (HR. Abu Dawud)

suatu syair mengatakan:

Katakanlah kepada orang yang senantiasa dengki kepadaku;
“Tahukah kita, kepada siapakah kita tak sopan?
kita tak sopan kepada Allah dengan taqdir-Nya
bila kita iri dengan nikmat yang telah diberikan-Nya kepadaku
di karenakan itu, Tuhanku selalu mengabulkan permintaanku
sedang pintu permintaan bagimu semuanya tertutup.”

Ghibah merupakan menyebut-nyebut kejelekan orang lain di belakangnya dan kejelakan itu memang betul adanya. Apabila kejelekan yang disebut-sebutkan itu tak ada padanya, maka itu berarti tuduhan dusta. bila menyebut-nyebut kejelekan orang lain itu dilakukan di hadapannya, itu disebut memaki.

Facebook Comments
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *