KITAB NASHAIHUL IBAAD (BAB 5 : ENAM HAL..)



Karya Muhammad Nawawi bin ‘Umar Al-Jawi
(IMAM NAWAWI NUSANTARA)

ENAM KEANEHAN YANG NYATA
Rasulullah SAW bersabda:
Ada enam hal yang aneh di enam tempat, yaitu:
1) Masjid terasa aneh (asing) bila berada di tengah-tengah masyarakat yang tak suka menjalankan sholat didalamnya.
2) Mush-haf terasa aneh (asing) bila berada di rumah orang yang tak suka membacanya.
3) Al-Qur’an terasa aneh (asing) bila berada di hati orang fasiq.
4) Wanita muslimah yang sholihah terasa aneh (asing) bila berada dalam kekuasaan suami yang dhalim, yang buruk akhlaknya.
5) Lelaki muslim yang sholih terasa aneh (asing) bila berada dalam kekuasaan wanita yang hina dan buruk akhlaqnya.
6) Orang ‘alim terasa aneh (asing) bila berada di tengah-tengah masyarakat yang tak mau mendengarkan nasihatnya.”
Beliau lalu bersabda: “sesungguhnya kelak di hari kiamat Allah tak akan melihat mereka yang tak mau mendengar nasihat orang ‘alim dengan Etos rahmat”.
Rasulullah bersabda pula: “Orang yang paling Aku cintai diantara kalian merupakan orang yang paling bagus budi pekertinya, yang lembut perangainya lagi murah hati, yaitu mereka yang ramah lagi simpatik”.
Budi pekerti yang bagus merupakan ringan pembawaannya, manis perangainya, tak mudah marah, dan halus perangainya.
Ahli balaghah berkata: “Orang yang bagus budi pekertinya selalu tenang dan orang yang berada disekitarnya merasa aman, sedangkan orang yang jelek budi pekertinya selalu membuat orang yang berada disekitarnya merasa terancam dan dia sendiri keberadaannya sangat susah.”

ENAM ORANG TERKUTUK

Rasulullah saw bersabda:
“Ada enam golongan manusia yang aku kutuk dan Allah pun mengutuk mereka. Setiap nabi yang do’anya diijabahi juga mengutuk mereka. Mereka yang dikutuk itu merupakan:

1. Orang yang menambah-nambahi (ayat) dalam kitab Allah ta’ala;
2. Orang yang mendustakan ketentuan Allah;
3. Penguasa yang otoriter, sehingga dia memuliakan orang yang dihinakan Allah dan menghinakan orang yang dimuliakan Allah;
4. Orang yang menghalalkan perkara yang diharamkan Allah;
5. Orang yang menghalalkan perbuatan yang telah diharamkan Allah terhadap ahli baitku; dan
6. Orang yang meninggalkan Sunnahku.
Maka di hari Kiamat nanti Allah tak akan melihat dengan Etos rahmat.” (HR. Tirmidzi dan Hakim)

ENAM PERKARA YANG MENGEPUNG MANUSIA
Abu Bakar Ash-Shidiq Rodhiallohu ‘anhu berkata:
  1. “Iblis selalu berdiri dihadapanmu;
  2. Hawa nafsu (amarah) selalu berada di kananmu;
  3. Ambisi berada di sebelah kirimu;
  4. Global sealu berada di belakangmu;
  5. Anggota badanmu ada di sekelilingmu;dan
  6. Allah Yang Mahaperkasa ada di atasmu.
Iblis La’natullah ‘alaih mengajakmu ntuk meninggalkan agama. Hawa nafsu (amarah) mengajakmu untuk menjalankan kemaksiatan. Ambisi mendorongmu untuk memuaskan keinginannya. Global mendorongmu untuk mementingkan urusan Global daripada akhirat. Anggota tubuh senantiasa mengajakmu untuk berbuat dosa. Sementara Allah Yang Mahaperkasa mengajakmu untuk meraih surga dan ampunan-Nya. Dia berfirman,’Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya.’
Barangsiapa memenuhi panggilan iblis, maka hilanglah agamanya. Barangsiapa memenuhi panggilan hawa nafsu (amarah),maka hilanglah akhiratnya. Barangsiapa memenuhi keinginan ambisinya, maka hilanglah ruhnya. Barangsiapa memenuhi bujukan dunianya, maka hilanglah akhiratnya. Barangsiapa memenuhi keinginan anggota tubuhnya, maka hilanglah surga darinya. Barangsiapa memenuhi panggilan Allah, maka hilanglah kejelekan dirinya dan dia akan memperoleh segala kebaikan.”
ENAM  PERKARA ALLAH MENYEMBUNYIKAN DALAM ENAM PERKARA YANG LAIN
Umar radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Allah ta’ala menyembunyikan enam perkara dalam enam perkara yang lain, yaitu:

1.Allah menyembunyikan keridhaan-Nya dalam ketaatan kepada-Nya.
2.Allah menyembunyikan kemurkaan-Nya dalam kemaksiatan seorang hamba-Nya.
3.Allah menyembunyikan Lailatul Qodar dalam bulan Ramadlan.
4.Allah menyembunyikan para wali diantara manusia.
5.Allah menyembunyikan kematian dalam umur.
6.Allah menyembunyikan Ash-sholatul wustha’ (shalat yang paling utama) dalam shalat lima waktu.”


Allah merahasiakan enam hal tersebut dalam enam hal yang lain maksudnya merupakan:

1. supaya manusia bersungguh-sungguh dalam melaksanakan ketaatan kepada-Nya, sehingga tak sepantasnya untuk siapapun untuk meremehkan ketaatan meskipun sangat kecil, sebab boleh jadi justru disitulah ada ridha Allah;

2. supaya manusia mau menjauhi segala bentuk kemaksiatan dan takut terjerumus kedalamnya,sehingga tak sepantasnya meremehkan kemaksiatan meskipun sangat kecil, sebab boleh jadi justru disitulah ada murka Allah;

3. supaya ada kesungguhan dalam ‘menghidupkan’ seluruh hari di bulan Ramadlan, sebab -sebagaimana disebutkan dalam hadist- pahala ibadah sunnah dalam bulan Ramadlan sama dengan pahala ibadah wajib di bulan selainnya; dan supaya bersungguh-sungguh dalam mencari Lailatul Qadar, sebab nilainya lebuh bagus daripada 1000 bulan (83 tahun 4 bulan);

4. supaya manusia mau menghormati setiap orang dan tak meremehkannya, sebab kalau seseorang meremehkan orang lain, boleh jadi orang yang diremehkannya itu justru wali Allah;

5. supaya manusia selalu mempersiapkan diri untuk menyambut kematiannya; dan

6. supaya seorang muslim betul-betul memelihara semua shalat wajibnya.

*Dari kitab Nashaihul ‘Ibad, Imam Nawawi Al-Bantani

ENAM YANG wajib DITAKUTI SESEORANG MUKMIN

Uthman bin Affan r.a berkata : Seorang mukmin seharusnya takut kepada enam perkata iaitu :
1. “Takut kepada ALAH SWT, jangan-jangan ALLAH SWT mencabut keimanannya sewaktu nazak”.
2. “Takut kepada malaikat pencatat amal, jangan-jangan mereka menulis amal kita dengan catatan yang sangat memalukan bila diumumkan di hari Kiamat nanti”.
3. “Takut kepada syaitan,jangan-jangan syaitan itu berjaya merosak amal yang kita kerjakan”.
4. “Takut kepada malaikat Izrail,jangan-jangan ia mencabut nyawa kita saat kita lupa kepada ALLAH SWT”.
5. “Takut kepada Global,jangan-jangan Global itu membuat kita terlena sehingga kita melupakn urusan akhirat kita”. dan
6. “Takut kepada keluarga sendiri,jangan-jangan mereka telah menyibukkan kita untuk memenuhi urusan mereka sehingga kita melupakan ketaatan kepada ALLAH SWT”.

ENAM KUNCI SURGA

“Barangsiapa mengumpulkan enam perkara,berarti ia telah
berusaha meraih surga dan menjauhi neraka,yaitu :

1. Mengetahui Allah,setelah itu mentaati-Nya.
2. Mengetahui setan,setelah itu mendurhakainya.
3. Mengetahui (kebahagiaan)akhirat,lalu berusaha mencarinya.
4. Mengetahui Global,lalu meninggalkannya kecuali sebatas
untuk bekal kembali keakhirat.
5. Mengetahui yang benar lalu mengikutinya.
6. Mengetahui yang Disorientasi,lalu menjauhinya.


ENAM NIKMAT Fundamental

‘Ali bin Abi Thalib ra berkata :
“Nikmat itu ada enam macam, yaitu :

  1. Islam
  2. Al-Qur’an
  3. Muhammad saw
  4. kesehatan
  5. tertutupnya aib
  6. tak memerlukan Donasi orang lain

ENAM NASIHAT YAHYA BIN MU’ADZ AR RAZI

Yahya bin Mu’az Ar-Razi berkata :
  1. “ilmu itu pembimbing amal
  2. pemahaman itu wadahnya ilmu
  3. akal itu penuntunpada kebaikan
  4. hawa nafsu itu kendaraan dosa
  5. harta itu pakaian orang-orang yang takabbur
  6. Global itu pasarnya akhirat
Rasulullah saw bersabda : “barang siapa mengambil Global dengan tutorial yang halal, maka Allah pasti akan menghisabnya. Barang siapa mengambil Global dengan tutorial yang haram, maka Allah pasti akan menyiksanya.” (HR Hakim)

 

ENAM KENIKMATAN DUNIAWI

Bazar Jamhar berkata : “ada enam hal yang Bisa menyamai kenikmatan duniawi, yaitu :

  1. Boga yang lezat
  2. anak yang shalih
  3. istri shalihah yang taat
  4. perkataan yang Bisa dipercaya
  5. akal yang sehat dan sempurna
  6. badan yang sehat

Berkaitan dengan akal, Nabi saw bersabda :
Setiap amal itu mempunyai penyangga dan penyangga amal seseorang merupakan akalnya.”

 

ENAM PENYANGGA inti

Hasan Basri berkata :

  1. “bila tak ada wali abdal, maka bumi danseluruh isinya akan tenggelam
  2. bila tak ada orang-orang shalih, maka orang yang ahli maksiat akan celaka
  3. bila tak ada ulama, maka tingkah laku manusia seperti binatang
  4. bila tak ada penguasa, maka sebagian manusia akan membinasakan yang lain
  5. bila tak ada orang bodoh, maka Global ini akan tersa sepi
  6. bila tak ada angin, maka segala sesuatu akan berbau busuk.”

Wali abdal merupakan wali yang selalu ada keberadaannya di Global hingga akhir zaman; bila Disorientasi seorang dari mereka meninggal, maka kedudukannya akan diganti dengan wali yang baru.

ENAM NASEHAT AHLI BIJAK ULAMA BIJAK BERKATA :
1. Barangsiapa tak takut kepada Allah , niscaya dia tak akan selamat dari kesalahan berbicara.
2. Barangsiapa tak takut akan pertemuannya dengan Allah , niscaya hatinya tak akan selamat dari barang haram dan syubhat
3. Barangsiapa tak memutuskan pengharapannya kepada orang lain , niscaya dia tak akan selamat dari sifat tamak.
4. Barangsiapa tak memelihara amalnya, niscaya ia tak Bisa selamat dari sifat riya’
5. Barangsiapa tak memohon pertolongan kepada Allah supaya dijaga hatinya, niscaya ia tak akan selamat dari penyakit hasud.
6. Barangsiapa tak melihat kepada orang yang lebih utama daripada dia dalam ilmu dan amalnya , niscaya ia tak akan Bisa selamat dari sifat ujub.
ENAM KERUSAKAN HATI MANUSIA
Hasan Basri ra berkata : itu dikarenakan oleh enam faktor, yaitu :
1. Sengaja berbuat dosa dengan Asa nanti dosanya diampuni;
2. mempunyai ilmu tapi tak diamalkannya;
3. Apabila beramal tak ikhlas ‘
4. Memakan rezeki Allah tapi tak pernah bersyukur
5. tak ridha dengan pemberian Allah
6. Sering mengubur orang mati, namun tak mau mengambil pelajaran dari kematian tersebut

 ENAM PENYEBAB KERUSAKAN HATI

Hasan Basri berkata: “Kerusakan hati manusia itu dikarenakan oleh enam faktor, yaitu:
1. sengaja berbuat dosa dengan Asa dosanya nanti di ampuni;
2. mempunyai ilmu akan tetapi tak di amalkan;
3. apabila beramal, tak ikhlas;
4. memakan rizki Allah, akan tetapi tak pernah bersyukur;
5. tak ridho dengan pemberian Allah; dan
6. sering mengubur orang mati,namun tak mau mengambil pelajaran dari kematian tersebut.
ENAM SIKSAAN untuk YANG MEREMEHKAN AKHIRAT

Hasan Basri berkata: “Barang siapa menjadikan Global sebagai tujuan hidupnya dengan meninggalkan urusan akhirat, maka Allah akan menyiksanya dengan enam macam siksaan: tiga siksaan diberikan di Global, sedangkan tiga siksaan lagi diberikan di akhirat.
Tiga macam siksaan yang diberikan di Global merupakan:
1. Angan-angan tiada akhir yang selalu menguasainya;
2. Serakah yang tak pernah disertai qana’ah; dan
3. Dicabutnya darinya kenikmatan beribadah.
Adapun tiga macam siksaan yang diberikan di akhirat merupakan:
1. Ditimpa ketakutan yang sangat di hari kiamat;
2. Akan dihisab dengan hisab yang sangat berat; dan
3. mendapatkan kesedihan yang berkepanjangan.”
sumber: Nashaihul Ibad, Imam Nawawi AL-Bantani
ENAM HAL YANG tak DIMILIKI OLEH ENAM PERKARA
Ahnaf bin Qais berkata:
1. “tak ada ketenangan untuk orang yang hasud.
2. tak ada muru’ah (harga diri) untuk pendusta.
3. tak ada kecakapan bertindak untuk orang yang bakhil.
4. tak ada amanah untuk orang yang diperbudak
5. tak ada kehormatan untuk orang yang berbudi pekerti buruk.
6. tak ada penolakan untuk ketentuan Allah.”
‘Abdul Mu’thi As-Samlawi berkata: “Orang yang hasud mendapat lima kerugian, yaitu: dicaci-maki orang lain, mendapatkan kesedihan yang tiada akhir, tertutup pintu taufiq baginya, selalu mendapat musibah yang tak ada pahalanya, dan mendapat murka Allah yang besar.”
Menurut ‘Ali Al-Mawardi, hakikat hasud merupakan merasa sangat sedih terhadap kebaikan-kebaikan utama yang ada di diri orang lain. Adapun munafasah merupakan berusaha untuk mendapatkan kebaikan sebagaimana yang dimiliki orang lain tanpa menjalankan sesuatu yang merugikan orang lain. Nabi saw. bersabda:
الْمُؤْمِنُ يَغْبِطُ وَالْمُنَافِقُ يَحْسُدُ
“Orang mukmin itu hanya sekedar iri, sedang orang munafik itu hasud.”
Nabi SAW bersabda: “Barang siapa yang bergaul dengan orang banyak tanpa pernah mendhalimi mereka, berbicara kepada mereka tanpa pernah berdusta, dan berjanji dengan mereka tanpa pernah berkhianat, maka orang tersebut termasuk orang yang sempurna muru’ahnya, tampak jelas keadilannya, dan wajib untuk dipersaudarai.”
Rasulullah juga bersabda: “Boga orang yang pemurah merupakan obat, sedangkan Boga orang yang kikir merupakan penyakit.”
“Ada dua golongan dari umatku, bila mereka bagus, maka umat pun akan bagus, yaitu pemerintah dan ulama.” (HR. Abu Nu’aim)
“Rakyat tak akan mendapatkan kehancuran sekalipun mereka zhalim dan buruk akhlaqnya bila pemimpinnya suka menunjukkan ke jalan yang benar dan ia telah mendapatkan hidayah. Sebaliknya, rakyat akan hancur sekalipun mereka suka menunjukkan jalan kebenaran dan mendapatkan hidayah bila keadaan pemerintahannya zalim dan buruk akhlaqnya.” (HR. Abu Nu’aim)
–Imam Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nasha’ihul-‘Ibad
Kalam Daie

ENAM Asterik TAUBAT KITA DITERIMA ALLAH SWT

Kehidupan manusia di Global ini tak luput dari dosa besar dan dosa kecil. Banyak orang yang menyesal atas dosa yang telah ia lakukan. Untungnya, Allah selalu mau menerima taubat dari orang yang bersungguh – sungguh. Taubat yang diterima Allah merupakan taubat nasuha. Taubat nasuha merupakan taubat seseorang yang benar- benar ingin memperbaiki kesalahannya tanpa mengulangi kesalahan yang sama sedikitpun. Bahkan, Allah telah jelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 275 bahwa Allah menyukai orang yang bertaubat dengan bersungguh sungguh dan melaknat umat yang mengulangi kesalahan yang sama setelah bertaubat.

Begitu sayangnya Allah terhadap umat muslim, hingga Allah menjamin akan menggantikan segala keburukan manusia dengan kebaikan bila kita mau bertaubat dengan sungguh – sungguh. Begitu janji Allah dalam firmanNya. Lalu… bagaimana ciri orang yang taubatnya diterima oleh Allah? Berikut akan saya jelaskan mengenai Asterik orang yang taubatnya diterima oleh Allah.

  1. Hidupnya jauh dari perbuatan maksiat

    Hal ini merupakan wujud dari firman Allah, yaitu bahwa Dia akan menggantikan kemaksiatan dengan ketaatan untuk umatnya yang mau bertaubat nasuha.

  2. Merasa bahagia dan selalu dekat dengan Allah

    Orang yang taubatnya diterima, hatinya akan terasa damai dan tenang sehingga kebahagiaan akan muncul. Hal ini Bisa terlihat dari tutorial bagaimana ia berbicara dan bertingkah laku.

  3. Selalu dekat dengan orang sholeh

    Orang yang sudah bertaubat nasuha dan diterima oleh Allah pasti mempunyai keyakinan untuk menjauhi orang – orang ahli maksiat. Ia telah merasa mantap dengan Perkataan hatinya untuk tak lagi mengulangi kesalahan yang sama. Berbekal niat tersebut, ia setelah itu mencari sahabat – sahabat yang bagus dan taat terhadap Allah.

  4. Anemia puas dengan amalan

    Orang yang taubatnya diterima Allah, akan merasa sangat puas dengan apa yang diperolehnya di Global walaupun pas – pasan. setelah itu ia akan merasa selalu Anemia dalam berbuat sholeh untuk mengumpulkan bekal akhiratnya kelak.

  5. Sibuk dengan urusan akhirat

    Orang yang taubatnya diterima, hati dan pikirannya selalu dipenuhi dengan perbuatan yang Bisa lebih membuat dia dekat dengan Allah SWT.

  6. Menjaga lisan

    di karenakan ia sudah berjanji untuk menapaki Hayati di jalan Allah, ia akan berhati – hati dalam berbicara. Ia akan selalu menyesali kesalahan – kesalahan yang pernah ia perbuat sehingga Allah murka kepadanya. Ia akan selalu tafakur.

ENAM TIPUAN DALAM LAMUNAN

Yahya bin Mu’az berkata: “Menurutku, tipuan yang paling besar dalam mengharapkan datangnya rahmat Allah merupakan:
(1).   Senantiasa berbuat dosa dengan Asa dosa-dosanya nanti diampuni oleh Allah tanpa ada    penyesalan.
(2).  merasa dekat dengan Allah tanpa ada usaha beribadah dan taat kepada-Nya.
(3).  Menanti kenikmatan surga dengan menabur benih-benih siksa neraka.
(4).  Mencari tempt kembali orang yang taat dengan menjalankan kemaksiatan
(5).  Menanti pahala tanpa beramal.
(6).  Mengharapkan rahmat Allah dengan menjalankan perbuatan yang melampaui batas.

Perbuatan-perbuatan di atas disinggung langsung seeperti  yang diucapkan dalam Q.S At-Thuur: 16 dan At-Tahrim : 7 yang berbunyi: “Sesungguhnya kalian hanya diberi balasan menurut amal yang kalian kerjakan”.  tak ada pahala yang berdiri sendiri tanpa menjalankan sesuatu atau dengan Asa aja.  Maka dari itu, sekecil apapun perbuatan kalian akan dibalas oleh Allah. bila bagus maka akan dibalas denagn kebaikan. akan tetapi bila itu buruk maka akan dibalas dengan dosa sebagai pelajaran buat kita atas perbuatan buruk tersebut. Seperti yang diucapkan dalam Al-Quran surat Al-Zalzalah: 7-8.
Dalam suatu syair diungkapkan: “Dia mengharapkan keselamatan, akan tetapi tak mau menempuh jalannya. Sungguh kapal Bahari itu tak Bisa berlayar di daratan”.

 ENAM PEMBERIAN ALLAH YANG PALING bagus

Ahnaf bin Qais ditanya seseorang,“Apa pemberian Allah yang paling bagus kepada hamba-hamba-Nya?”
“Akal gharizi,” jawab Ahnaf.
“bila akal gharizi ini tak ada?”
“Tingkah laku yang bagus,” jawab Ahnaf.
“bila tak ada tingkah laku yang bagus?”
“Teman yang setia kepada kebenaran,” jawabnya lagi.
“bila yang ini tak ada?”
“Hati yang sabar.”
“bila hati yang sabar tak ada?”
“Diam (kemampuan menjaga lisan).”
“bila tak ada diam?”
“Mati,” jawab Ahnaf.
Akal gharizi merupakan akal thabi’iy, yaitu akal yang bersifat pembawaan atau insting, yang Bisa memberi petunjuk kepada kebenaran dengan cara alami. Nabi saw. bersabda: “Tidaklah seseorang Bisa menjalankan amal yang sepadan dengan akal yang Bisa menuntun pemiliknya kepada kebenaran dan menjauhkannya dari keburukan.”

Rasulullah SAW juga bersabda:
“Kecerdasan akal sesudah beriman ialah yang menuntun pelakunya bersikap Afeksi sayang kepada sesama manusia dan Bisa diandalkan dalam berpendapat tanpa Donasi orang lain.Sesungguhnya orang yang ahli kebaikan di Global, mereka merupakan ahli kebaikan di akhirat dan sesungguhnya orang yang ahli kemungkaran di Global, mereka merupakan ahli kemungkaran di akhirat.” (HR. Baihaqi)
“Sekiranya seorang mukmin berada di sepotong Ebonit yang mengambang di lautan,niscaya Allah akan mentakdirkan ada seseorang yang bakal menyakitinya.” (HR. Ibnu Abi Syaibah)

“Seorang hamba tak akan Bisa mencapai hakikat keimanan hingga ia Bisa memelihara lisannya.” (HR. Thabarani)

“Semoga Allah merahmati orang yang menjaga lisannya, memahami era zamannya,
dan istiqamah dalam perjalanan hidupnya.” (HR. Abu Nu’aim)

Facebook Comments

Incoming search terms:

  • nashoihul ibad bab 6
  • materi ceramah dari kitab nashoihul ibad
  • nashihul ibad bab 4
  • bab 5 kitab nashoihul ibad
  • kitabnashoihulibadbabsudasimaqolah5
  • penjelasan bab IV kitab terjemahan nashaaihul ibad
  • kitab nasoihul ibad ucapan ali
  • kitab nasoihul ibad tentang wanita soliha com
  • kitab nashoihul ibad bab 5
  • terjemahan bab 5 nashoihul ibad
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *