KITAB NASHAIHUL IBAAD (BAB 9 : SEPULUH HAL..)



Karya Muhammad Nawawi bin ‘Umar Al-Jawi
(IMAM NAWAWI NUSANTARA)

Sepuluh Hikmah Bersiwak
Rasulullah saw bersabda :
“Hendaklah kalian selalu bersiwak, di karenakan dalam bersiwak itu ada sepuluh perkara terpuji, yaitu :
  1. Bisa membersihkan mulut
  2. membuat Allah ridha
  3. membuat setan marah
  4. dicintai Allah dan malaikat pencatat amal
  5. Bisa menguatkan gusi
  6. Bisa menghilangkan lendir (di tenggorokan)
  7. Bisa menyegarkan nafas
  8. Bisa membersihkan cairan yang tak bermanfaat
  9. Bisa menguatkan (Etos) mata, dan
  10. Bisa menghilangkan bau busuk (di mulut)
dan siwak termasuk Sunnahku.”
Rasulullah saw juga senantiasa bersiwak. Beliau bersabda :
“shalat dengan bersiwak itu lebih utama daripada 70 shalat tanpa bersiwak (lebih dahulu).”
Sepuluh Siksaan untuk Orang yang Banyak Tertawa
Rasulullah saw bersabda :
“barang siapa banyak tertawa, maka dia akan disiksa dengan sepuluh macam siksaan, yaitu :
  1. hatinya mati
  2. Dehidrasi wibawa
  3. disenangi setan
  4. tak disukai Allah
  5. akan menemui hisab yang berat (sulit) di hari kiamat
  6. Nabi saw akan berpaling darinya di hari kiamat
  7. malaikat di mengutuknya
  8. penghuni langit dan bumi membenci dirinya
  9. dia akan lupa segalanya, dan
  10. segala aibnya akan dibeberkan di hari kiamat.
Sepuluh Seruan Bumi
Anas bin Malik ra berkata :
  1. “wahai anak Adam, kalian berjalan di atas punggungku, sedangkan tempat kembali kalian yaitu di dalam perutku
  2. kalian berbuat dosa di atas punggungku, sedangkan kalian akan disiksa di dalam perutku
  3. kalian tertawa di atas punggungku, padahal kalian akan menangis di dalam perutku
  4. kalian bergembira di atas punggungku, akan tetapi kalian akan bersedih di dalam perutku
  5. kalian mengumpul-ngumpulkan harta di atas punggungku,sedangkan kalian akan menyesalinya di dalam perutku
  6. kalian memakan barang yang haram di atas punggungku, sedangakn belatung akan memakan tubuhmu di dalam perutku
  7. kalian bersikap Arogan di atas punggungku, sedangkan kalian akan menjadi hina di dalam perutku
  8. kalian Bisa berjalan bersuka ria di atas punggungku, sedangkan kalian akan sedih di dalam perutku
  9. kalian Bisa berjalan di bawah cahaya matahari, bulan, dan lampu di atas punggungku, sedangkan kalian akan berada dalam kegelapan di dalam perutku
  10. kalian Bisa berkumpul-kumpul di atas punggungku, sedangkan kalian akan tinggal sendirian di dalam perutku.
Sepuluh Syarat Tobat
Ulama ahli bijak berkata : “orang yang berakal saat bertobat hendaknya mengerjakan sepuluh perkara, yaitu :
  1. lisannya membaca istighfar
  2. hatinya menyesa;idosa yang telah dikerjakan
  3. raganya meninggalkan segala bentuk perbuatan dosa tersebut
  4. berjanji untuk tak mengulangi perbuatan dosanya untuk selamanya
  5. mencintai dan mengutamakan akhirat
  6. tak cinta duniawi
  7. sedikit bicara
  8. sedikit makan dan minum
  9. tekun dalam mendalami ilmu dan beribadah, dan
  10. sedikit tidur
Sepuluh Kategori Hikmah
Luqman pernah berkata kepada anaknya (yang bernama Tsaron) : “Wahai anakku, hikmah itu yaitu engkau menjalankan sepuluh hal, yaitu :
  1. menghidupkan hati yang mati
  2. bergaul dengan orang-orang miskin
  3. tak terlalu denkat dengan penguasa
  4. memulikan orang yangh disia-siakan
  5. memerdekakan hamba sahaya
  6. melindungi tamu
  7. menolong orang fakir
  8. memuliakan orang yang berhak dimuliakan
  9. menghormati orang yang berhak dihormati
  10. (poin ke 10 dalam teks aslinya tak ada, edt.)
Sepuluh Nama Al-Qur’an
Abu Fadhl  berkata : “Allah memberi nama Al-Qur’an dengan sepuluh macam nama, yaitu :
  1. Al-Qur’an
  2. Al-Furqan
  3. Al-Kitab
  4. At-Tanzil
  5. Al-Huda
  6. An-Nur
  7. Ar-Rahmah
  8. Asy-Syifa’
  9. Ar-Ruh, dan
  10. Adz-Dzikr
Sepuluh Aneka Kesentosaan
Rasulullah saw bersabda :
“kesentosaan (orang beriman) itu ada sepuluh macam, lima diberikan di Global dan lima lagi diberikan di akhirat. Adapun yang diberikan di Global yaitu :
  1. mempunyai ilmu
  2. Bisa beibadah
  3. memperoleh rizki yang halal
  4. sabar saat menerima musibah, dan
  5. Bisa mensyukuri nikmat Allah
adapun lima macam kesentosaan yang diberikan di akhirat yaitu :
  1. Malaikat Izrail datang kepadanya dengan Afeksi sayang dan lembut (sewaktu mencabut ruhnya)
  2. Malaikat munkar dan Nakir tak akan mengejutkan dan membentak dirinya dalam pertanyaan kuburnya
  3. dia akan merasa aman dari ketakutan yang mahadahsyat
  4. saat segala keburukannya dihapus dan diterima segala amal shalihnya, dan
  5. saat melintasi shirat bagaikan kilat sehingga Bisa masuk surga dengan selamat.”
Sepuluh Sifat yang Dibenci Allah
Ulama ahli bijak berkata : “ada sepuluh sifat yang dibenci Allah, yang timbul dari sepuluh macam orang, yaitu :
  1. sifat bakhil yang timbulndari orang kaya
  2. kesombongan yang timbul dari orang fakir
  3. ketamakan yang timbul dari ulama
  4. tak punya rasa malu yang timbul dari kaum wanita
  5. cinta keduniaan yang timbul dari kakek-kakek
  6. kemalasan yang timbul dari kaum remaja
  7. kelaliman yang timbul dari para penguasa
  8. pengecut yang timbul dari pasukan perang
  9. ujub yang timbul dari kalangan orang-orang zuhud, dan
  10. riya’ yang timbul dari kalangan ahli ibadah.”
Sepuluh Teguran Kepada Ulama Materialistis
Yahya bin Mu’adz Ar-Razi pernah melihat seorang ulama ahli fiqih yang cinta duniawi, maka ia berkata kepadanya : “Wahai orang yang berilmu dan yang paham mengenai As-Sunnah,
  1. gedungmu yang besar ini bagaikan istana kaisar Romawi
  2. Estetika rumahmu bagaikan istana raja Persia
  3. tempat tinggalmu bagaikan tempat tinggal Qarun
  4. pintu rumahmu tinggi bagaikan pintu rumah kaum raja Thalut
  5. pakaianmu bagaikan pakaian raja Jalut
  6. jalan pikiranmu bagaikan jalannya para setan
  7. properti milikmu bagaikan milik Marwan bin Hakam (raja Syam)
  8. kekuasaanmu bagaikan kekuasaan Fir’aun
  9. hakim-hakimmu di zhalim, suka menerima suap, dan suka berkhianat
  10. para pemimpinmu yaitu orang-orang bodoh, maka dari itu di manakah jalan Hayati yang telah dicontohkan oleh Muhammad saw ?
Sepuluh Kesempurnaan yang wajib Diperhatikan
Rasulullah saw bersabda :
  1. “tiada seorang hamba yang berada di langit atau di bumi menjadi seorang mukmin sejati sehingga ia menjadi seorang yang berlaku lemah-lembut
  2. tidaklah dia menjadi seorang yang benar-benar berlaku lemah lembut hingga ia menjadi seorang muslim
  3. tidaklah dia menjadi seorang muslim sejati hingga manusia lain merasa aman dari masalah tangan dan lisannya
  4. tidaklah dia menjadi seorang muslim sejati hingga dia menjadi seorang ‘alim
  5. tidaklah dia menjadi seorang ‘alim sejati hingga dia mengamalkan ilmunya
  6. tidaklah dia disebut mengamalkan ilmunya hingga menjadi seorang yang zuhud
  7. tidaklah ia menjadi seorang yang zuhud hingga ia menjadi seorang yang wara’
  8. tidaklah dia menjadi seorang yang wara’  hingga dia menjadi seorang yang tawadhu’
  9. tidaklah dia disebut bersikap tawadhu’hingga dia mengetahui betul siapa dirinya
  10. tidaklah dia Bisa betul-betul mengetahui dirinya hingga dia ‘cerdas’ dalam berbicara.”
Sepuluh golongan yang Kufur Kepada Allah
Rasulullah saw bersabda :
“ada sepuluh golongan dari umat ini yang kufur kepada Allah Yang Mahaagung, namun mereka tetap mengaku bahwa dirinya beriman kepada Allah. Mereka itu yaitu :
  1. orang yang membunuh orang Islam atau kafir dzimmi tanpa alasan yang dibenarkan oleh syara’
  2. tukang sihir
  3. dayyus, yaitu laki-laki yang tak mempunyai rasa cemburu terhadap anggota keluarganya
  4. orang yang tak mau mengeluarkan zakat
  5. peminum khamr
  6. orang yang tak mau pergi haji, padahal dirinya sudah wajib haji
  7. orang yang suka memfitnah
  8. orang yang menjual peralatan perang kepada golongan yang wajib diperangi
  9. orang yang menyutubuhi istrinya di duburnya, dan
  10. orang yang menikahi wanita yang haram dinikahi.
bila seseorang menganggap bahwa semua perbuatan tersebut halal, berarti dia kufur.”
Sepuluh Hal Terbaik
 ‘Ali ra berkata :
  1. “ilmu yaitu sebaik-bagus harta warisan
  2. sopan santun yaitu sebaik-bagus perolehan
  3. taqwa yaitu sebaik-bagus bekal ke akhirat
  4. ibadah yaitu sebaik-bagus harta perniagaan
  5. amal shalih yaitu sebaik-bagus penuintun (ke surga)
  6. budi pekerti yang mulia yaitu sebaik-baikteman
  7. sifat hilm (santun) yaitu sebaik-bagus pembantu
  8. qana’ah yaitu sebaik-baikkekayaan
  9. taufiq yaitu sebaik-bagus pertolongan
  10. mati yaitu sebaik-bagus pendidik (Futuristis kebaikan akhlaq).”
Sepuluh Hal Yang Sia-sia
 ‘Utsman bin ‘Affan ra berkata :
“ada sepuluh hal yang sungguh sia-sia, yaitu :
  1. orang ‘alim yang tak ditanya mengenai ilmunya
  2. ilmu yang tak diamalkan
  3. pendapat benar yang tak diterima
  4. senjata yang tak dipakai
  5. masjid yang tak dipakai shalat
  6. Al-Qur’an yang tak dibaca
  7. harta yang tak diifaqkan
  8. kuda (kendaraan) yang tak ditunggangi
  9. ilmu zuhus-d di hati orang yang cinta keduniaan, dan
  10. umur panjang yang tak digunakan untuk mencari bekal (ke akhirat).”
Sepuluh Hal Pendukung Kesempurnaan untuk Sepuluh Hal Lainnya
 ‘Umar ra berkata :
“ada sepuluh hal yang tak akan sempurna, kecuali apabila didukung sepuluh hal yang lain, yaitu :
  1. akal tak akan sempurna, kecuali bila disertai dengan sifat wara’
  2. amal tak akan sempurna, kecuali bila disertai dengan ilmu
  3. kesuksesan tak akan sempurna, kecuali bila disertai dengan rasa takut kepada Allah
  4. kekuasaan tak akan sempurna, kecuali bila disertai keadilan
  5. kemuliaan tak akan sempurna, kecuali bila disertai dengan kesopanan
  6. kegembiraan tak akan sempurna, kecuali bila disertai keamanan
  7. Harta tak akan sempurna, kecuali bila disertai dengan kedermawanan
  8. kefakiran tak akan sempurna, kecuali bila disertai dengan qana’ah
  9. kemuliaan nasab tak akan sempurna, kecuali bila disertaikerendahan hati
  10. jihad tak akan sempurna, kecuali bila disertai taufiq.”
Sepuluh Perkara Dalam mencapai Dearajat Muqarrabin dan Muttaqin
Abu Bakar Ash-Shiddiq ra berkata :
“seorang hamba yang telah diberi rizki oleh Allah dengan sepuluh perkara, berarti dia telah selamat dari aneka macam bahaya dan telah sukses meraih derajat muqarrabin dan muttaqin. Kesepuluh perkara tersebut yaitu :
  1. ucapannya selalu jujur disertai dengan hati qana’ah
  2. selalu sabar dengan disertai syukur yang terus-menerus
  3. ridha dengan kefakiran disertai dengan zuhud yang nyata
  4. banyak bertafakkur disertai dengan keadaan perut lapar
  5. senantiasa prihatin disertai dengan rasa taklut klepada Allah
  6. anti berpangku tangan dengan disertai ketawadu’an
  7. selalu bersikap lemah-lembut dengan disertai Afeksi sayang
  8. rasa cinta di karenakan Allah disertai dengan sifat malu di karenakan-Nya
  9. ilmu yang bermanfaat dengan disertai amal yang langgeng
  10. iman yang kekal dengan disertai akal sehat yang tetap adanya.”
SEPULUH RESEPI PENCUCI DOSA DAN OBAT PENYAKIT HATI
1.       Ambillah akar pohon kefakiran dan akar pohon ketawadhu’an.
2.       Masukkan akar tobat ke dalamnya.
3.       Masukkanlah ketiga unsur itu ke dalam lesung ridho.
4.       Tumbuklah hingga halus dengan alu qona’ah.
5.       Masukkan semua itu dalam panci taqwa.
6.       Tuangkan air malu ke dalamnya.
7.       Didihkan semua itu dengan api mahabbah.
8.       Selanjutnya, tuangkan semua itu ke dalam mangkok syukur.
9.       Dinginkan apa yang ada di dalam mangkok syukur tersebut dengan kipas raja’.
10.    Minumlah semua itu dengan sendok pujian.
Kefakiran dan ketawadhu’an diibaratkan dengan suatu pohon, sebab keduanya merupakan sesuatu yang tinggi (nilainya di Hepotenusa Allah). Adapun akar berfungsi sebagai factor hidupnya suatu pohon. Maknanya yaitu carilah factor-faktor yang Bisa menjadikan seseorang mampu menerima kefakiran dengan cara ridho dan mampu bersikap tawadhu’, sebab keduanya amatlah tinggi nilainya di Hepotenusa Allah. Ibnu Atha’ berkata: “tawadhu’ akan menjadikan seseorang mudah menerima kebenaran.” Ibnu ‘Abbas berkata: “termasuk kategori tawadhu’ yaitu seseorang mau minum dari sisa air minum saudaranya.” Al-Qusyairi berkata: “kefakiran yaitu simbolnya auliya’ (para wali), permatanya ashfiya’ (orang-orang yang berhati Higienis), dan merupakan sesuatu yang Allah pilihkan untuk hamba-hamba pilihan-Nya dari Atqiya’ (mereka yang bertaqwa) dan Anbiya’ (para nabi).
Abu Abdullah Al-Qurasyi berkata: “hakekat mahabbah (rasa cinta) yaitu membagikan semua yang engkau miliki kepada pihak yang engkau cintai hingga tak bersisa sedikitpun.”
Raja’ (penuh harap) yaitu suka dengan adanya karunia Allah. Adapula yang mengatakan bahwa raja’ yaitu meyakini luasnya rahmat Allah.
Sepuluh Nasihat Kepada Penguasa
Dikisahkan bahwa pernah ada seorang penguasa mengumpulkan lima orang ulama ahli bijak. Penguasa itu lalu memerintahkan supaya setiap ulama ahli bijak menasihati dirinya dengan dua nasihat, sehingga semuanya berjumlah sepuluh nasihat sebagai berikut :
         Ulama Pertama berkatalah di sang raja :
1.    Takut kepada Allah akan menyelamatkan seseorang dari semua yang ditakuti, sedangkan tak mempunyai rasa takut kepada Allah merupakan suatu kekufuran.
2. tak takut kepada sesama manusia yaitu suatu kemerdekaan, sedangkan merasa takut kepada sesama manusia berarti menjadi budaknya.
         Ulama Kedua mengatakan :
1.    Berharap akan (rahmat) Allah yaitu Harta yang tak akan dirugikan oleh kefakiran.
2.   Frustasi asa dari rahmat Allah yaitu suatu kefakiran yang menjadikan Harta tak bermanfaat.
         Ulama Ketiga mengatakan :
1.     tak akan ada kemaradhatan dari fakir harta bila disertai dengan kaya hati (qana’ah).
2.      Begitupula sebaliknya, kaya harta tak akan Bisa memberi kemanfaatan bila disertai fakir hati (tamak).
         Ulama Keempat mengatakan :
1.   Kaya hati yang disertai dengan murah hati tak akan membuahkan tambahan, kecuali Harta.
2.   Sebaliknya, fakir hati yang meskipun disertai banyak harta, maka hal itu tak akan membuahkan tambahan, kecuali kefakiran.
         Ulama Kelima berkata sebagai berikut :
1.  menjalankan sedikit kebaikan itu lebih bagus daripada meninggalkan keburukan yang banyak.
2.   Meninggalkan keburukan dengan cara totalitas itu lebih bagus daripada menjalankan sedikit kebaikan.

10 Golongan yang tak akan Masuk Surga

Ibnu Abas r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Ada sepuluh golongan dari umatku yang tak akan masuk surga, kecuali untuk yang bertobat. Mereka itu yaitu :
    al-qalla’
    al-jayyuf
    al-qattat
    ad-daibub
    ad-dayyus
    shahibul arthabah
    shahibul qubah
    al-’utul, az-zanim, dan
    al-’aq li walidaih.
Selanjutnya Rasulullah saw. ditanya, “Ya Rasulullah, siapakah al-qalla’ itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka mondar-mandir kepada penguasa untuk membagikan laporan batil dan palsu.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah al-jayyuf itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka menggali kuburan untuk mencuri kain kafan dan sebagainya.”
Beliau ditanya lagi, “Siapakah al-qattat itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka mengadu domba.”
Beliau ditanya, “Siapakah ad-daibub itu?” Beliau menjawab, “Germo.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah ad-dayyus itu?” Beliau menjawab, “Dayyus yaitu laki-laki yang tak punya rasa cemburu terhadap istrinya, anak perempuannya, dan saudara perempuannya.”
Rasulullah saw. ditanya lagi, “Siapakah shahibul arthabah itu?” Beliau menjawab, “Penabuh gendang besar.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah shahibul qubah itu?” Beliau menjawab, “Penabuh gendang kecil.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah al-’utul itu?” Beliau menjawab, “Orang yang tak mau memaafkan kesalahan orang lain yang meminta maaf atas dosa yang dilakukannya, dan tak mau menerima alasan orang lain.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah az-zanim itu?” Beliau menjawab, “Orang yang dilahirkan dari hasil perzinaan yang suka duduk-duduk di tepi jalan guna menggunjing orang lain. Adapun al-’aq, kalian sudah tahu semua maksudnya (yakni orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya).”
Mu’adz bertanya kepada Rasulullah saw, “Wahai Rasulullah, bagaimana Etos engkau mengenai ayat ini:
 yauma yunfakhu fiish-shuuri fata’tuuna afwaajaa, yaitu hari (yang di waktu itu) ditiup sangkakala, lalu kalian datang berkelompok-kelompok?” (An-Naba’: 18)
“Wahai Mu’adz, engkau bertanya mengenai sesuatu yang besar,” jawab Rasulullah saw. Kedua mata beliau yang mulia pun mencucurkan air mata. Beliau melanjutkan sabdanya.
“Ada sepuluh golongan dari umatku yang akan dikumpulkan di Hari Kiamat nanti dalam keadaan yang Bhineka. Allah memisahkan mereka dari jama’ah kaum muslimin dan akan menampakkan bentuk rupa mereka (sesuai dengan amaliyahnya di Global). Di antara mereka ada yang berwujud kera; ada yang berwujud babi; ada yang berjalan berjungkir-balik dengan muka terseret-seret; ada yang buta kedua matanya, ada yang tuli, bisu, lagi tak tahu apa-apa; ada yang memamah lidahnya sendiri yang menjulur hingga ke dada dan mengalir nanah dari mulutnya sehingga jama’ah kaum muslimin merasa amat jijik terhadapnya; ada yang tangan dan kakinya dalam keadaan terpotong; ada yang disalib di atas batangan besi Geothermal; ada yang aroma tubuhnya lebih busuk daripada bangkai; dan ada yang berselimutkan kain yang dicelup aspal mendidih.”
“Mereka yang berwajah kera yaitu orang-orang yang saat di Global suka mengadu domba di antara manusia. Yang berwujud babi yaitu mereka yang saat di Global gemar memakan barang haram dan bekerja dengan tutorial yang haram, seperti cukai dan uang suap.”
“Yang berjalan jungkir-balik yaitu mereka yang saat di Global gemar memakan riba. Yang buta yaitu orang-orang yang saat di Global suka berbuat zhalim dalam memutuskan hukum. Yang tuli dan bisu yaitu orang-orang yang saat di Global suka ujub (menyombongkan diri) dengan amalnya.”
“Yang memamah lidahnya yaitu ulama dan pemberi fatwa yang ucapannya bertolak-belakang dengan amal perbuatannya. Yang terpotong tangan dan kakinya yaitu orang-orang yang saat di Global suka menyakiti tetangganya.”
“Yang disalib di batangan besi Geothermal yaitu orang yang suka mengadukan orang lain kepada penguasa dengan pengaduan batil dan palsu. Yang tubuhnya berbau busuk melebihi bangkai yaitu orang yang suka bersenang-suka dengan menuruti semua syahwat dan kemauan mereka tanpa mau menunaikan Copyright Allah yang ada di harta mereka.”
“Adapun orang yang berselimutkan kain yang dicelup aspal mendidih yaitu orang yang suka takabur dan membanggakan diri.” (HR. Qurthubi)
10 Orang yang Shalatnya tak Diterima Allah S.W.T.
 
Rasulullah S.A.W. telah bersabda : “Sesiapa yang memelihara shalat, maka shalat itu sebagai cahaya baginya, petunjuk dan jalan selamat dan barangsiapa yang tak memelihara shalat, maka sesungguhnya solat itu tak menjadi cahaya, dan tak juga menjadi petunjuk dan jalan selamat baginya.” (Tabyinul Mahaarim)

Rasulullah S.A.W telah bersabda bahawa : “10 orang shalatnya tak diterima oleh Allah S.W.T, antaranya:

1. Laki-laki yang solat sendirian tanpa membaca sesuatu.

2. Laki-laki yang mengerjakan shalat akan tetapi tak mengeluarkan zakat.

3. Laki-laki yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum membencinya.

4. Laki-laki yang melarikan diri.

5. Laki-laki yang minum arak tanpa mahu meninggalkannya (Taubat).

6. Wanita yang suaminya marah kepadanya.

7. Wanita yang mengerjakan solat tanpa memakai tudung.

8. Imam atau pemimpin yang Arogan dan dzalim menganiaya.

9. Orang-orang yang suka makan riba’.

10. Orang yang shalatnya tak Bisa menahannya dari menjalankan perbuatan yang keji dan mungkar.”

Sabda Rasulullah S.A.W : “Barangsiapa yang shalatnya itu tak Bisa menahannya dari menjalankan perbuatan keji dan mungkar, maka sesungguhnya shalatnya itu hanya menambahkan kemurkaan Allah S.W.T dan jauh dari Allah.”

Hassan r.a berkata : “Kalau shalat kita itu tak Bisa menahan kita dari menjalankan perbuatan mungkar dan keji, maka sesungguhnya kita dianggap orang yang tak mengerjakan shalat. Dan di hari kiamat nanti shalatmu itu akan dilemparkan semula ke arah mukamu seperti satu bungkusan kain tebal yang buruk.”

Sepuluh hal yang wajib diperhatikan saat kita sedang memasuki rumah allah ataau Masjid
rosulullah bersabda:
“sudah seyogyanya untuk orang yang masuk masjid untuk menjalankan sepuluh hal(perkara),yaitu:

1) memastikan aalas kakinya suci dari najis dan mendahulukan kaki kanan saat masuk masjid
2) membaca doa: “bismillahi wa salaamun’alaa rosuulilllaahi wa ‘alaa malaa’ikatillah.allohummmaftah lii abwaba rahmatik,innaka antal wahhab “(dengan nama allah, semoga kesejahteraan selalu di limpahkan kepad rosulullah dan para malaikat .Ya Allah ,bukakan lah untukku pintu-pintu rahmat-Mu ,sesungguhnyaEngkau Maha Pemberi)
3) mengucapkan salam kepada orang yang sudah berada dalam masjid ; bila di dalam masjid tak ada orang ,hendanya membaca ;”assalamu ‘alaina wa ‘alaa ‘ibaadillahisshoolihin.”(semoga kesejahteraan selalu terlimpahkan kepada kami dan para hamba allah yang shalih)
4) membaca kalimat syahadat “asyhadu anlaa ilaaha illallah wac anna muhammadar rosuulullah”
5) tak lewat didepan orang yang sedang solat
6) tak menjalankan pekerjaan duniawi
7) tak membicarakan urusan duniawi
8) tak keluar darinya hingga menjalankan shalat dua rakaat terlebih dahulu
9) masuk kedalam masjid dalam keadaan suci
10) saat hendak bangkit guna keluar dari masjid hendak nya membaca “subhaanakallahumma wa bihamdika asyhadu anlaa ilaaha illa anta astagfiruka wa atuubu ilaik”

 

10 HIKMAH SHALAT


Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a, bahwa Rosulullah SAW bersabda:

“SHALAT ITU MERUPAKAN TIANG AGAMA YANG DI DALAMNYA TERKANDUNG 10 HAL,YAITU:

1. Bisa MENCERAHKAN WAJAH

2. Bisa MENERANGI HATI

3. Bisa MENYEHATKAN BADAN

4. MENJADI FAKTOR KETENANGAN DI DALAM KUBUR

5. MENJADI SEBAB TURUNNYA RAHMAT

6. MERUPAKAN KUNCI LANGIT

7. Bisa MEMBERATKAN TIMBANGAN AMAL

8.TEMPAT KERIDHOAN TUHAN

9. BERNILAI SURGA

10. MENJADI TABIR DARI SIKSA NERAKA.

10 HADIAH CINCIN PENGHUNI SURGA DAN NERAKA

Diriwayatkan dari ‘Aisyah bahwa Rasulullah saw. bersabda, “saat Allah swt. hendak memasukkan ahli surga ke dalam surga-Nya, Dia akan mengutus malaikat yang membawa hadiah dan busana surgawi. Saat ahli surga itu akan masuk, malaikat berkata kepada mereka, ‘Sesungguhnya aku membawa hadiah dari Tuhan semesta alam.’ Ahli surga pun bertanya, ‘Apa hadiahnya?’ Malaikat itu menjawab, “Hadiah itu berupa sepuluh cincin yang masing-masing terukir kalimat sebagai berikut:
1. Cincin pertama bertuliskan kalimat, ‘salâmun ‘alaikum thibtum fadkhulûhâ khâlidîn” (keselamatan atas kalian, berbahagialah kalian. Masuklah kalian ke surga dan engkau kekal di dalamnya).
2. Cincin kedua bertuliskan kalimat, ‘rafa’tu ‘ankumul ahzâna wal humûm” (telah Aku hilangkan rasa sedih dan kesusahan dari kalian).
3. Cincin ketiga bertuliskan kalimat, ‘wa tilkal jannatullatî ûritstumûhâ bimâ kuntum ta’malûn’ (inilah surga yang diwariskan kepada kalian lantaran amal-amal yang telah kalian perbuat).
4. Cincin keempat bertuliskan kalimat, ‘albasnâkumul hulal wal hulliyya’ (telah Aku berikan kepada kalian pakaian dan perhiasan).
5. Cincin kelima bertuliskan kalimat, “wa zawwajnâhum bi hûrin ‘în. Innî jazaituhumul yauma bimâ shabarû annahum humul fâ`izûn” (dan Kami jodohkan mereka di dalam surga dengan para bidadari. Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka di hari ini di karenakan kesabaran mereka. Sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang).
6. Cincin keenam bertuliskan kalimat, ‘hâdzâ jazâ`ukumul yauma bimâ fa’altum minath thâ’ah’ (inilah balasan kalian hari ini di karenakan ketaatan yang telah kalian lakukan).
7. Cincin ketujuh bertuliskan kalimat, ‘shirtum syubbânan lâ tahrimûna abadan’ (kalian telah menjadi muda dan tak akan menjadi tua selamanya).
8. Cincin kedelapan bertuliskan kalimat, ‘shirtum âminîna lâ takhâfûna abadan” (kalian telah aman dan tak akan merasa takut).
9. Cincin kesembilan bertuliskan kalimat, ‘wâfaqtumul anbiyâ`a wash-shiddîqîn wasy-syuhadâ`a wash-shâlihîn’ (kalian akan berdampingan dengan para nabi, shidiqîn, para syuhada dan orang-orang yang saleh).
10. Cincin kesepuluh bertuliskan kalimat, ‘sakantum fî jiwârir rahmâni dzil ‘arsyil karîm’ (kalian akan bertempat tinggal di Hepotenusa Allah yang Maha Pengasih, pemilik ‘Arsy yang mulia).
setelah itu malaikat berkata, ‘Masuklah kalian ke dalam surga diiringi keselamatan dan kedamaian!’ Mereka pun memasuki surga seraya mengucapkan, ‘Alhamdulillâhil ladzî adzhaba ‘annâl hazan. Inna rabbaka laghafûrun syakûr. Alhamdulillâhil ladzî shadaqanâ wa’dahû wa auratsanal ardha natabawwa`u minal jannati haitsu nasyâa’, fani’ma ajrul ‘âmilîn” (Segala puji untuk Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kami. Sesungguhnya Rabb kami benar-benar Maha Pengampun, Maha Membalas kebaikan. Segala puji untuk Allah yang telah menepati janji-Nya kepada kami dan telah mewariskan bumi kepada kami untuk kami tinggali sesuai kehendak kami. Maka itulah sebaik-baiknya balasan untuk orang yang beramal saleh).
Demikian juga, apabila Allah swt. hendak memasukkan penghuni neraka ke dalam neraka, Dia akan mengutus malaikat yang membawa sepuluh cincin. Masing-masing bertuliskan sebagai berikut:
1. Cincin pertama bertuliskan, ‘udkhulûhâ lâ tamûtûna fîhâ abadan walâ tahyauna walâ takhrujûn’ (Masuklah kalian ke dalamnya, kalian tak akan mati, tak akan Hayati, dan tak akan keluar selamanya).
2. Cincin kedua bertuliskan, ‘khudhû fil ‘azâb lâ râhata lakum” (ceburkanlah diri kalian ke dalam siksa api neraka yang tak pernah berhenti).
3. Cincin ketiga bertuliskan, ‘ai’asû mir rahmatî’ (berputus asalah kalian dari rahmat-Ku).
4. Cincin keempat bertuliskan, ‘udkhulûhâ fil hammi wal ghammi wal huzni abadan’ (masuklah kalian dalam kesusahan, kesengsaraan dan kesedihan selamanya).
5. Cincin kelima bertuliskan, ‘libâsukum nâr, wa tha’âmukum az-zaqqûm, wa syarâbukumul hamîm, wa mihâdukum an-nâr wa mazhâlukum an-nâr” (pakaian kalian yaitu api, Boga kalian yaitu buah zaqqum, minuman kalian yaitu air mendidih, alas tidur kalian terbuat dari api dan payung kalian juga dari api).
6. Cincin keenam bertuliskan, ‘hâdzâ jazâ`ukumul yauma bimâ fa’altum min ma’shiyatî’ (inilah balasan kalian hari ini di karenakan telah menjalankan kedurhakaan kepada-Ku).
7. Cincin ketujuh bertuliskan, ‘sukhtî ‘alaikum fin nâr abadan’ (murka-Ku atas kalian selamanya di neraka).
8. Cincin kedelapan bertuliskan, ‘’alaikumul la’natu bimâ ta’ammadtum minadz dzunûb al-kabâ`iri walam tatûbû wa lam tandamû’ (laknat atas kalian di karenakan dosa-dosa besar yang sengaja kalian perbuat, sedangkan kalian tak Genjah bertobat dan tak pula menyesal).
9. Cincin kesembilan bertuliskan, ’quranâ`ukum asy-syayâthîn fin nâr abadan” (sahabat-sahabat kalian di neraka yaitu setan).
10. Cincin kesepuluh bertuliskan, ‘ittaba’tumusy-syaithân wa aradtumud dunyâ wa taraktumul âkhirah. Fa hâdzâ jazâ`ukum. (kalian telah menurutu setan, sehingga kalian lebih suka terhadap Global dan meninggalkan akhirat. Inilah balasan untuk kalian).
–Nasha’ihul-‘Ibad karya Imam Nawawi Al-Bantani
Sepuluh Hal Tempat Sepuluh Hal Lainnya di speluh tempat
Sebagian ahli bijak berkata, aku mencari sepuluh hal di sepuluh tempat, ternyata aku memperolehnya di sepuluh tempat yang lain yaitu:
  1. Aku mencari ketinggian derajat dalam kesombongan, akan tetapi aku menemukannya dalam ketawadhu’an
  2. Aku mencari puncak ibadah dalam shalat, ternyata aku menemukannya dalam sifat wara’
  3. Aku mencari kesenangan dalam menumpuk-numpuk harta, akan tetapi aku menemukannya dalan zuhud (Hayati sederhana)
  4. Aku mencari pelita hati dalam shalat di siang hari, ternyata aku menemukannya dalam shalat Tahajjud di malam hari
  5. Aku mencari cahaya (penerang) untuk hari kiamat dalam kedermawanan dan kemurahan hati, ternyata aku menemukannya dalam kehausan di saat puasa
  6. Aku mencari kemudahan untuk melintasi shirath dengan tutorial berkurban, ternyata aku menemukannya dalam shadaqah
  7. Aku mencari keselamatan dari siksa neraka dalam hal yang diperbolehkan, ternyata aku mendapatkannya dengan menghindari keinginan hawa nafsu
  8. Aku mencari kecintaan terhadap Allah dengan tutorial meninggalkan keduniaan, ternyata aku menemukannya dalam berdzikir
  9. Aku mencari kesentosaan dalam bergaul dengan masyarakat, ternyata aku menemukannya dalam ‘uzlah
  10. Aku mencari cahaya hati dalam berbagai nasihat dan membaca Al-Quran, ternyata aku menemukannya dalam bertafakkur dan menangis di hadapan Allah (di akhir malam)
Mengenai keutamaan shalat Tahajjud, Rasulullah SAW bersabda, “Sedekat-dekat Tuhan dengan hamba-Nya yaitu di sepertiga malam yang terakhir. bila kalian mampu menjadi orang yang Bisa berdzikir kepada Allah di saat itu, silahkan engkau lakukan.” (HR. Tirmidzi, Nasa’i dan Hakim)
“Shalat sunnah dua rakaat yang dikerjakan oleh anak Adam di sepertiga malam yang terakhir itu lebih bagus baginya daripada Global seisinya. bila tak khawatir akan memberatkan umatku, niscaya akan aku wajibkan hal itu kepada mereka.” (HR. Ibnu Nashr)
Berkaitan dengan keutamaan puasa, Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya di surga ada suatu pintu yang dinamakan ‘Ar-Rayyan’ sebagai tempat masuk Eksklusif untuk mereka yang suka berpuasa, dan tak seorang pun selain mereka yang diizinkan masuk melewati pintu tersebut. saat ditanyakan, ‘Di manakah orang-orang yang suka berpuasa?’ mereka berdiri. Tak ada seorang pun yang Bisa masuk melalui pintu itu selain mereka. Apabilka mereka sudah masuk semua, maka pintu itu dikunci. Dengan demikian, tak ada seorang pun yang Bisa masuk dari pintu tersebut.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’d)
“tak ada seorang hamba yang berpuasa sewaktu berperang di jalan Allah, kecuali Allah akan menjauhkan dia dari api neraka sejauh 70 tahun perjalanan.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Sa’id)
Bekaitan dengan keutamaan dzikir, Nabi SAW bersabda, “Dzikir itu lebih bagus daripada shadaqah (sunnah), juga lebih bagus daripada puasa.” (HR. Abu Syaikh dan Abu Hurairah)
SEPULUH PERKARA YANG DIPERINTAHKAN

Dalam menafsirkan firman Allah (QS. Al-Baqarah [2] : 124):
Artinya:
“Dan (ingatlah) saat Ibrahim diuji Rabbnya dengan beberapa kalimat (perintah), lalu Ibrahim menunaikannya.”
Ibnu ‘Abbas berkata:
“Maksud beberapa kalimat dalam ayat ini yaitu sepuluh perkara yang diperintahkan, yakni lima perkara ada di kepala dan lima perkara lagi ada di badan.
Lima perkara yang ada di kepala yaitu:
1. Bersiwak;
2. Berkumur;
3. Istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung);
4. Memendekkan kumis; dan
5. Bercukur.
Adapun lima perkara yang ada di tubuh yaitu:
1. Mencabut bulu ketiak;
2. Memotong kuku;
3. Mencukur rambut kemaluan;
4. Khitan; dan
5. Bercebok.”

10 PENYEBAB HATI MATI

Syaik Al Balkhi berkata,” Suatu saat Ibrahim Bin Adham berjalan di pasar Basrah, maka orang yang mengetahui kedatangannya berkumpul mengerumuninya. Di antara mereka ada yang beertanya mengenai firman Allah swt,” Berdoalah kepada-Ku niscaya Aku akan mengabulkan doa kalian.” (terjemahan QS. Al Mukmin:40)
Orang yang bertanya itu selanjutnya berkata,” Paadahal kami sudah sering berdoa, akan tetapi Allah tetap tak mengabulkan doa kami.”
Ibrahim bin Adham berkata,”Wahai penduduk Basrah, sesungguhnya hati kalian telah mati oleh sepuluh sebab, maka bagaimana mungkin Allah mengabulkan doa kalian. Kesepuluh sebab yang menyebabkan hati kalian mati yaitu:

1. Kalian mengenal Allah akan tetapi tak mau menunaikan Copyright-Nya (tak mau melaksanakan perintah-Nya dan tak mau menjauhi dan meninggalkan larangann-Nya)
2. Kalian suka membaca kitab Allah akan tetapi tetap tak mau mengamalkannya,
3. Kalian mengetahui bahwa iblis itu musuh akan tetapi tetap mengikuti perintahnya,
4. Kalian menyatakan cinta kepada Rasulullah saw, akan tetapi meninggalkan Sunnahnya,
5.Kalian menyatakan cinta surga, akan tetapi tak mau mengamalkan amalan ahli surga,
6.Kalian mengakui takut siksa neraka, akan tetapi tetap aja berbuat dosa,
7.Kalian mengakui bahwa kematian itu haq (benar), akan tetapi tak pernah menyiapkan bekal untuk menghadapinya,
8. Kalian selalu memperhatikan aib orang lain, akan tetapi tak mau memperhatikan aib diri sendiri,
9.Kalian suka makan rizki Allah, akan tetapi tak pernah bersyukur kepada-Nya,
10.Kalian sering mengubur orang mati, akan tetapi tak mau mengambil pelajaran darinya. 


10 Pengantar Do’a Paling Mustajab

Rasulullah saw bersabda: “tak ada seorang hamba atau umat yang berdo’a dengan pengantar do’a ini di malam ‘arafah sebanyak 1000 kali yang berupa 10 kalimat tasbih, kecuali Allah akan mengabulkan permintaanya selama dia tak berdo’a dengan meminta sesuatu yang Bisa menyebabkan putusnya tali persaudaraan atau sebab terjadinya kemaksiatan. Kesepuluh kalimat tasbih tersebut yaitu:
>> Subhanal ladzi fis smaa’i Arsyuh. (Artinya, MahaSuci Allah yang ‘Arsy-Nya berada di langit yang paling tinggi).
>> Subhanal ladzi fil ardhi mulkuhuu wa qudrotuh. (Artinya, MahaSuci Allah yang bukti kerajaan-Nya dan kekuasaan-Nya nampak di muka di bumi).
>> Subhanal ladzi fil bahri sabiiluh. (Artinya, MahaSuci Allah yang telah membuat lautan Bisa dilalui manusia Futuristis segala arah).
>> Subhanal ladzi fil hawaa’i rouhuh. (Artinya, MahaSuci Allah yang angin-Nya berada diantara langit dan bumi).
>> Subhanal ladzi fin naari sulthoonuh. (Artinya, MahaSuci Allah yang kekuasaan Absolut-Nya berada di api).
>> Subhanal ladzi fil arhaami. (Artinya, MahaSuci Allah yang ilmu-Nya meliputi rahim).
>> Subhanal ladzi fil qubuuri qadhoo’uh. (Artinya, MahaSuci Allah yang ketetapanNya ada di dalam kubur).
>> Subhanal ladzi rofa’as samaa’a bighoiri ‘amad. (Artinya, MahaSuci Allah yang meninggikan langit tanpa ada tiangnya).
>> Subhanal ladzi wadho’al ardho ‘alal maa’i ffajamad. (Artinya, MahaSuci Allah yang meletakkan bumi diatas air, yang tetap beku).
>> Subhanal ladzi laa malja’a wa laa manjaa minhu illaa ilaihi ta’ala. (Artinya, MahaSuci Allah yang tak ada tempat mencari perlindungan dan keselamatan dari siksa-Nya, kecuali hanya kepada-Nya).
Itulah 10 kalimat tasbih yang Bisa mengantar do’a supaya do’a kita dikabulkan oleh Allah azza wa jalla. Dan semoga dengan ini pula kita gemar berdo’a kepada Allah azza wa jalla. InsyaAllah istiqomah,…

10 Teman Iblis

Dalam riwayat Imam Bukhari, diceritakan, suatu saat saat sedang duduk, Rasulullah saw didatangi seseorang. Rasul bertanya kepadanya: “Siapa kalian?” Ia pun menjawab: “Saya Iblis.”

Rasul bertanya lagi, apa maksud kedatangannya. Iblis menceritakan kedatangannya atas izin Allah untuk menjawab semua pertanyaan dari Rasulullah saw.

Kesempatan itu pun digunakan Rasulullah saw untuk menanyakan beberapa hal. Disorientasi satunya mengenai teman-teman Iblis dari umat Muhammad saw yang akan menemaninya di neraka nanti? Iblis menjawab, temannya di neraka nanti ada 10 kelompok.

Yang pertama, Perkataan Iblis, haakimun zaa`ir (hakim yang curang). Maksudnya yaitu seorang hakim yang berlaku tak adil dalam menetapkan hukum. Ia menetapkan tak semestinya.

Tak hanya hakim, dalam hal ini Bisa juga para penegak hukum dengan cara Generik, seperti polisi, jaksa, pengacara, dan juga setiap individu, di karenakan mereka menjadi hakim dalam keluarganya.

Yang kedua, Perkataan Iblis, ghaniyyun mutakabbir (orang kaya yang Arogan). Ia begitu bangga dengan Harta dan enggan mendermakan untuk masyarakat yang membutuhkan.
Dia menganggap, semua yang diperolehnya merupakan usahanya sendiri tanpa Donasi orang lain. Contohnya seperti Qarun.

Ketiga, taajirun kha’in (pedagang yang berkhianat). Ia menjalankan penipuan, bagus dalam hal kualitas barang yang diperdagangkan, ataupun mengurangi timbangan.

apabila membeli sesuatu, dia selalu meminta ditambah, namun saat menjualnya dia menjalankan kecurangan dengan menguranginya.

Disamping itu, ia menimbun barang. Membeli di saat murah, dan menjualnya di saat harga melambung tinggi. Dengan begitu, dia memperoleh untung besar.
Demikian juga di pengerjaan proyek Eksklusif, ia membeli barang dengan kualitas rendah untuk meraih keuntungan berlipat (mark up).

Kelompok keempat yang menjadi teman Iblis yaitu syaaribu al-khamr (orang yang meminum khamar). Minuman apapun yang memabukkan, ia termasuk khamar. Misalnya arak, wine, wisky, atau minuman yang sejenisnya.

Dalam suatu riwayat disebutkan, peminum khamar (pemabuk) dikatakan tak beriman, bila dia meninggal nanti masih terdapat khamar dalam tubuhnya.

Yang kelima, al-fattaan (tukang fitnah). Fitnah lebih berbahaya dari di pembunuhan (al-fitnatu asyaddu min al-qatl). Lihat QS al-Baqarah [2]: 191.

Membunuh yaitu menghilangkan nyawa lebih Genjah, namun fitnah ‘membunuh’ seseorang dengan cara pelan-pelan. Fitnah ini Bisa pula ‘pembunuhan’ karakter seseorang.

Fitnah itu di antaranya, mengungkap aib seseorang yang kebenarannya tak Bisa dipertanggungjawabkan, gosip, ghibah, dan lainnya.

Keenam yaitu shaahibu ar-riya` (orang yang suka memamerkan diri). Mereka selalu ingin menunjukkan kehebatan dirinya, menunjukkan amalnya, kekayaannya, dan lainnya. Semuanya itu demi mendapatkan pujian.

Ketujuh, //aakilu maal al-yatiim// (orang yang memakan harta anak yatim). Mereka memanfaatkan harta anak yatim atau sumbangan untuk anak yatim demi kepentingan pribadi atau kelompoknya. Lihat QS al-Ma`un [107]: 1-7.

Kedelapan, al-mutahaawinu bi al-shalah (orang yang meringankan shalat). Mereka memahami perintah shalat yaitu kewajiban, namun dengan berbagai alasan, akhirnya shalat pun ditinggalkan. Allah juga mengancam Muslim yang melalaikan shalat.

Kesembilan, maani’u az-zakaah (orang yang enggan membayar zakat). Mereka merasa berat untuk mengeluarkan zakat, walaupun tujuan zakat untuk membersihkan diri dan hartanya.

Teman Iblis yang ke-10 yaitu man yuthiilu al-amal (panjang angan-angan). Enggan berbuat, namun selalu menginginkan sesuatu. Dia hanya Bisa berandai-andai, tapi tak pernah menjalankan hal itu.



Facebook Comments
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *