KITAB NASHAIHUL IBAAD : LIMA INTISARI ZUHUD



Karya Muhammad Nawawi bin ‘Umar Al-Jawi  (IMAM NAWAWI NUSANTARA)
Ahli bijak berkata: “Zuhud itu mengandung lima hal, yaitu:
  1. percaya sepenuhnya kepada Allah;
  2. meninggalkan semua yang Bisa melalaikan Allah;
  3. ikhlas dalam beramal;
  4. sabar saat dizhalimi orang lain; dan
  5. qana’ah terhadap rizki yang diterima.”

Yahya bin Mu’adz berkata: “Seseorang tak akan Bisa mencapai tingkatan zuhud yang sempurna, kecuali ia telah mempunyai tiga faktor dasar, yaitu:
  1. beramal semata-mata di karenakan Allah;
  2. berkata tanpa ada kecenderungan rakus terhadap harta keduniaan; dan
  3. mulia tanpa mempunyai pangkat keduniaan.”

Adapun yang dimaksud dengan zuhud yang sebenarnya merupakan seperti yang disabdakan Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam :

“Zuhud terhadap Global itu bukanlah mengharamkan yang halal, juga bukan menyia-nyiakan harta, akan tetapi zuhud itu merupakan engkau tak menggantungkan diri di sesuatu yang ada di dirimu, akan tetapi lebih percaya di sesuatu yang ada di tangan Allah. Juga lebih banyak mengharapkan pahala sewaktu menerima musibah dan engkau lebih suka menerima musibah sekalipun musibah itu menimpa selama hidupmu (sebab pahalanya besar).” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah, dari Abu Dzar)

Syekh Junaid berkata: “Yang disebut zuhud merupakan hati selalu merasa ridha sekalipun usahanya gagal.”

Sufyan Ats-Tsauri berkata: “Zuhud merupakan tak panjang angan-angan dalam urusan duniawi, bukan mengkonsumsi Boga yang tak enak dan bukan pula mengenakan pakaian yang sangat sederhana.”

Orang yang zuhud tentu tak akan bangga dengan keduniaan yang dimilikinya, juga tak akan meratapi apa yang luput darinya.

Facebook Comments
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *