KITAB RAHSIA ZAKAT IHYA ULUMUDDIN: FASAL 8 mengenai yang lebih utama dari menerima sedekah & zakat.



Elaborasi: mengenai yang lebih utama dari menerima sedekah & zakat.
merupakan Ibrahim Al-Khawwash, Al-Junaid dan segolongan ulama, berpendapat bahwa mengambil sedekah merupakan lebih utama. di karenakan di mengambil zakat itu, merupakan berdesak-desakan dan menyempitkan orang-orang miskin. Dan terkadang-terkadang tak lengkap sifat untuk berhak mengambil zakat, seperti yang disifatkan dalam Kitab Suci. Adapun sedekah, urusannya merupakan lebih luas. Ada segolongan yang mengatakan, dengan mengambil zakat, tak sedekah, di karenakan menerima zakat itu, merupakan menolong kepada yang wajib.
Kalau sekiranya semua orang miskin, menolak menerima zakat, maka berdosalah semuanya. Dan di karenakan di zakat, tak ada menyebut-nyebut padanya. Dia merupakan Copyright yang diwajibkan di karenakan Allah Ta’ala, sebagai rezeki kepada segala hambaNya yang memerlukan. Dan di karenakan zakat itu diambil dengan keperluan. Dan manusia itu tahu dengan pasti, akan keperluan dirinya. Dan mengambil zakat, merupakan mengambil dengan jalan agama. Biasanya, orang yang bersedekah, membagikan kepada orang yang diyakininya bagus. Dan di karenakan Bergaul dengan orang-orang miskin, memasukkan ke dalam kehinaan dan kemiskinan dan amat jauh dari takabur. di karenakan terkadang-terkadang manusia itu, menerima sedekah dalam tontonan pemberian hadiah, maka tak berbedalah sedekah daripadanya. Dan ini menegaskan atas kehinaan orang yang menerima dan keperluannya. Perkataan yang benar mengenai ini, ialah bahwa hal itu, berlainan menurut keadaan orang, menurut keadaan yang biasa terjadi kepadanya dan menurut apa yang hadir di dalam niatnya. Kalau ada keraguan, mengenai dirinya bersifat dengan sifat yang berhak menerima zakat, maka tak seyogyalah ia mengambil zakat. Dan apabila ia mengetahui bahwa benar-benar ia berhak, seperti apabila ada utangnya yang dipergunakannya di jalan kebajikan dan tak ada jalan baginya untuk membayarnya, maka benar-benarlah ia berhak menerima zakat. Apabila disuruh pilih antara zakat dan sedekah, maka kalau orang yang bersedekah itu, tak mau bersedekah dengan harta tadi, apabila orang yang diserahkan itu, tak mau mengambilnya, maka hendaklah ia mengambil sedekah itu. Sesungguhnya zakat wajib, merupakan diserahkan oleh pemiliknya kepada yang berhak menerimanya. Maka di yang demikian itu, membanyakkan kebajikan dan melapangkan orang-orang miskin. Dan kalau harta itu dikemukakan untuk sedekah dan tak ada di pengambilan zakat itu, menyempitkan orang-orang miskin, maka dia boleh memilih. Dan keadaan di keduanya itu berlebih Anemia. Dan dalam banyak hal, menerima zakat merupakan lebih menghancurkan dan menghinakan diri. Wallaahu a’lam ! Allah Maha Tahu !. Telah sempurna “Kitab rahasia-rahasia Zakat” dengan pujian, pertolongan dan kebaikan taufiq Allah Ta’ala. Dan insya Allah, akan disambung oleh “Kitab Rahasia-rahasia Puasa”. Segala pujian untuk Allah Tuhan seru sekalian alam. Diberi Allah rahmat kepada penghulu kita Muhammad, kepada sekalian nabi dan rasul, kepada para malaikat dan yang dekat dengan Allah, dari penduduk langit dan bumi, kepada segala keluarga dan sahabatnya. Diberi Allah kiranya kesejahteraan yang sebanyak-banyaknya, yang berkekalan terus-menerus hingga kepada hari qiamat. Dan segala pujian untuk Allah Tuhan Yang Maha Esa. Hanya Allah yang mencukupkan untuk kami dan sebaik-bagus untuk menyerahkan diri !. 

Facebook Comments
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *