Mengenal Transaksi Gharar Lebih Dekat

Oleh: Meilin Afifah
Mahasiswi STEI SEBI

ISLAM bukanlah agama yang mengatur ritual peribadatan semata. Islam yaitu agama ideologi yang mempunyai tatanan sempurna. di karenakan itu Islam mengatur segala lini kehidupan, keluarga, pendidikan, pemerintahan, tata kemasyarakatan, dan lainnya. Segala kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat pun tak luput dari ajaran Islam. Jual beli tak Bisa terlepas dari suatu masyarakat. Di dalamnya tercipta komunikasi antar masyarakat, bahkan untuk melanjutkan Hayati masyarakat bergantung padanya. Karenanya suatu negara Bisa Hayati dan tanpanya suatu negara seperti mati.

Melihat begitu luar biasa dampak dari ekonomi maka Islam merasa wajib untuk menciptakan rambu-rambu dan pengawasan di dalamnya. supaya ekonomi ini Bisa berjalan dengan semestinya dan menghasilkan buah tatanan masyarakat yang bagus. Disorientasi satu diantaranya yaitu mengenai jual beli gharar. Lalu sudahkah kita mengenal jual beli gharar itu? Dan apakah kita menjalankan transkasi jual beli gharar dalam kehidupan sehari-hari? setelah itu bagaimana islam memandangnya? Yuk kita mengenal transaksi gharar lebih dekat.

BACA JUGA: 4 Tahap Dilarangnya Riba dalam Al-Quran

Berangkat dari Elaborasi Al-Khattabi dalam Ma’alim as-Sunan bahwa “Asal dari gharar yaitu segala sesuatu yang kalian tak mengetahuinya dan tersenyembunyi rahasianya, maka setiap jual beli yang tujuannya masih samar-samar dan beum diketahui, serta tak Bisa diserahterimakan barangnya, maka termasuk jual beli gharar”. Kita Bisa menarik benang merah bahwa gharar yaitu jual beli yang di dalamnya terdapat unsur penipuan di karenakan tak adanya kejelasan suatu barang bagus dari Hepotenusa harga, kualitas, kuantitas, ataupun keberadaanya. Perkataan yang wajib kita garis bawahi disini yaitu ketidakjelasan.

Telah disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 188 “Dan janganlah sebagian kita memakan harta sebagian yang lain diantara kita dengan jalan yang batil, dan janganlah kita membawa (urusan) harta itu kepada hakim supaya kita Bisa memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan) berbuat dosa, padahal kita mengetahui”. Dilengkapi dalam hadist riwayat Muslim “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang jual beli al-hashah (dengan melempar batu) dan jual beli gharar”.

Mengapa Islam melarang adanya jual beli gharar ini? Islam menghalalkan jual beli yang mana di dalamnya terdapat rasa saling suka dan meridhoi, yang tak mendzolimi siapapun. Lalu bila di dalamnya terdapat unsur penipuan di karenakan ketidakjelasan, maka akan berakibat adanya pihak yang merasa dirugikan. Dari kerugian tersebut Bisa berdampak lebih luas, yaitu menimbulkan perselisihan dan permusuhan sehingga mengancam rusaknya tatanan masyarakat yang bagus. Karenanya Islam pun melarang terjadinya jual beli ini.

Namun apakah semua jual beli gharar dilarang? Setelah mencari tahu lebih dalam ternyata tak semua jual beli ini dilarang, ada beberapa hal yang Bisa membuat jual beli gharar boleh dilakukan. Setidaknya ada 4 hal yang menjadi acuan untuk menjalankan jual beli gharar ini. Poin pertama yaitu bila barang tersebut sebagai pelengkap. setelah itu yang kedua bila ghararnya sedikit. Selanjutnya masyarakat memaklumi hal tersebut di karenakan dianggap sesuatu yang remeh, dan terakhir di karenakan adanya kebutuhan dalam transaksi tersebut.

bila suatu transaksi mengandung 4 hal ini maka transaksi tersebut boleh dilakukan. Misalnya bila kita memakai jasa angkutan Generik transjakarta, kita akan dikenakan tarif yang sama dengan penumpang lainnya padahal tujuannya Bhineka, ada yang dekat dan ada pula yang jauh.

Atau saat kita membeli buah jeruk di pasar yang dikatakan oleh penjual bahwa jeruk tersebut bagus dan manis. Namun saat hingga di rumah ternyata terdapat satu dua buah jeruk yang busuk dan ada yang rasanya asam. Ada pula transaksi penyewaan rumah selama sebulan, bukankah satu bulan itu terkadang berjumlah 28, 29, 30, atau 31 hari. Contoh lainnya jasa toilet Generik dengan tarif Rp 2000, padahal tak diketahui jumlah air yang digunakan setiap orangnya.

BACA JUGA: Perhatikan! Ini kenapa Riba Diharamkan

Transaksi-transaksi tersebut mengandung gharar dan sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Namun transaksi tersebut termasuk ke dalam jenis transaksi gharar yang diperbolehkan. Seperti perkataan Ibnu Qayyim dalam Zadu al-Ma’ad “tak semua gharar menjadi sebab pengharaman. Gharar apabila ringan (sedikit) atau tak mungkin dipisah darinya, maka tak menjadi penghalang keabsahan akad jual beli”

Dari sini kita Bisa mempelajari Islam lebih dekat lagi. Disorientasi satunya dalam aspek ekonomi yang tak terpisahkan dari kehidupan kita. berIslam dalam segala aspek kehidupan kita yaitu wajib untuk setiap muslim. di karenakan sejatinya hakikat ibadah bukan hanya mengenai sujudnya kita kepada Allah aja, namun lebih luas dari itu ibadah juga beruang lingkup Interaksi manusia dengan manusia. Disorientasi satu contohnya yaitu interaksi dalam transaksi ekonomi ini. Kegiatan ekonomi haruslah mempunyai nilai-nilai spiritual sehingga setiap kegiatan ekonomi menjadi ibadah dan berbuah pahala untuk setiap pelaku ekonomi. []

OPINI ini yaitu kiriman pembaca ceramah.xyz. Kirim OPINI kalian lewat imel ke: redaksi@ceramah.xyz, paling banyak dua (2) halaman MS Word. Sertakan biodata singkat dan foto diri. Isi dari OPINI di luar tanggung jawab redaksi ceramah.xyz.

Mengenal Transaksi Gharar Lebih Dekat

Facebook Comments
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *