MENJADI AKHLAK MULIA Pelajaran Keenam: Al-Hilmu (Lembut)

DARI TINTA EMAS SYAIKH ABBAS AL-QUMMI
Hilm merupakan sikap berhati-hati dan menahan murka sehingga tak dengan mudah membangkitkan kekuatan marah. Dan sifat hilmini tak akan mengakibatkan kegoncangan Heroisme dan stres sepanjang masa.

Dan kazhmul ghaizh (menahan diri dari murka) yaitu merupakan suatu perbuatan menyembunyikan dan mengekang rasa marah. Kedua sifat ini yaitu hilm dan kazhmul ghaizh yaitu merupakan akhlak yang sangat bagus dan terpuji. 

Cukuplah hilm ini merupakan sifat terpuji di karenakan ia banyak terdapat dan disinggung di dalam riwayat-riwayat yang dibarengi dengan al-‘ilm (ilmu pengetahuan). 

Dikatakan bahwa hilm merupakan garamnya akhlak. Sebagaimana setiap Boga tak Bisa dirasakan nikmatnya kecuali dengan garam, maka begitu pula dengan hilm.
Akhlak dan budi pekerti tak dianggap indah kecuali dengan adanya sifat hilm. Maka sifat hilm untuk setiap akhlak seperti garam untuk setiap Boga.

Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib As. berkata:
“Sesungguhnya hilm itu merupakan cahaya yang esensinya yaitu akal”

Dalam hadist yang lain dikatakan bahwa:
“Sesungguhnya hilm itu merupakan kesempurnaan akal”

Dikatakan pula dalam riwayat yang lain:
“Hilm itu merupakan tatanan urusan seorang mukmin”

Riwayat yang lainnya mengatakan:
” Hilm yaitu kekasih dan teman dekat seorang mukmin dan merupakan wazirnya”

Riwayat yang lain lagi mengatakan:
” Estetika seorang laik-laki terletak di sifat hilmnya”

Riwayat lainnya lagi mengatakan:
” Barang siapa membuatmu murka dengan melontarkan ucapan buruk kepadamu maka balaslah dengan kebaikan sifat hilm”

Riwayat yang lainnya lagi mengatakan:
” Apabila engkau tak mempunyai sifat hilm maka berusahalah untuk menjadi orang yang halim 

Facebook Comments
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *