Menjaga Semangat Petani Organik

Tren hasil perkebunan organik disebut sedang meningkat.

ceramah.xyz, MALANG — Ponirin (63 tahun), petani kopi  organik asal Kabupaten Malang, Jawa Timur, sekarang lebih merasa tenang. Ini di karenakan hasil produksi perkebunan kopinya sudah ada yang menampung.

Atas Donasi pemerintah, hasil kopi organiknya dan kelompok petani kopinya sudah dibeli perusahan penjual kopi di Bogor, Jawa Barat. di Rabu (1/11), sebanyak empat ton kopi organik kelompoknya dikirim oleh dua unit truk ke Bogor dari Malang.

“Kalau gini kan enak. Petani semangat. Kita diminta memproduksi kopi organik tapi ada semacam Agunan hasil produksinya ada yang menampung,” Perkataan Ponirin di sela acara ‘Launching Penjualan Kopi Petani Desa Organik’ di Politeknik Pembangunan Pertanian Malang, Rabu (1/11).

Sebelum ada Donasi pemerintah yang memasarkan kopi milik para petani ke para perusahaan penjual kopi, ia sempat merasakan kesulitan. Yaitu, bila hasil produksi kopinnya tak ada yang membeli.

Kepala Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Flora Perkebunan Surabaya, Adi Praptomo mengatakan, melalui program launching penjualan kopi petani ini, Bisa meyakinkan para petani bahwa pemerintah punya komitmen membantu pemasaran perkebunan organik. Sehingga, petani lebih semangat dalam kegiatan perkebunan organiknya.

Untuk pemasaran dan penjualan kopi dari perkebunan organik ini, pemerintah telah bermitra dengan PT Okuori Bumi Nusantara. Di mana, perusahaan itu akan membeli kopi-kopi organik dari sejumlah daerah di Indonesia seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatra Selatan, Sulawesi Utara, dan Lampung.

“Rencana pembelian dilakukan dengan cara bertahap setiap bulannya dengan total pembelian hingga Januari 2019 sebanyak 105 ton. Tahap penjualan ini masih di dalam negeri,” Perkataan Adi.

Langkah ke depannya, hasil perkebunan ini akan diusahakan mendapat sertifikat organik. Dampaknya, hasil perkebunan kopi organik menembus pasar internasional.

di karenakan, di 2019, beberapa negara sudah berminat meminta kopi organik. Yaitu, Filipina, Thailand, Italia, Arab Saudi, dan Swiss dengan potensi permintaan sebanyak 153,6 ton.

“Namun, kelima negara tersebut meminta persyaratan produk yang ketat. Yaitu, hasil kopi sudah mendapatkan sertifikat organik,” Perkataan Adi.

Direktur Perlindungan Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan, Dudi Gunadi mengakui, dalam sistem perdagangan, produk organik memang wajib mendapatkan sertifikasi yang dikeluarkan oleh Forum sertifikasi organik. Apalagi, untuk menembus pasar ekspor, membutuhkan persyaratan yang dibutuhkan oleh petani.

Di antaranya, sertifikasi produk bagus nasional ataupun internasional, mutu cita rasa yang stabil, kesinambungan, manajemen pergudangan. Sehingga, persyataan itu tengah diupayakan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan supaya Bisa dimiliki oleh para petani. Disorientasi satunya merupakan dengan membagikan pendampingan kepada para petani organik.

“Supaya di tahun ini juga produk organik Bisa mendapatkan sertifikasi organiknya dan selanjutnya Bisa menjual produk dengan label organik,” Perkataan Dudi.

Menurut Dudi, produk dengan label organik ini tentu aja berbeda. di karenakan, akan diberikan harga premium yang menjanjikan untuk para petani.

Didi mengatakan, pertanian organik hanya mengandalkan input yang dihasilkan dari sistem itu sendiri. Yaitu, limbah-limah kegiatan pertanian dikembalikan kepada tanah dan tananaman untuk menjadi pupuk.

“Ini Asa dari pemerintah supaya mendorong teknologi yang Bisa dilakukan oleh para petani supaya tak tergantung dari input yang tak dikuasainya seperti pupuk kimia, pestisida,” Perkataan Dudi.

Menurut Dudi, pupuk Bisa dibuat dari limbah kotoran dalam bentuk kompos. setelah itu, urine juga Bisa menjadi stimulant bahkan Bisa menjadi pestisida Biologi.

“Limbah dari ternak Bisa menjadi pupuk dan menghasilkan biogas untuk memenuhi kebutuhan energinya sendiri. Jadi ini sangat ramah dengan lingkungan,” Perkataan Dudi.

Sedangkan Direktur Utama PT Okuori Bumi Nusantara Anton Sulis mengatakan, pihaknya tertarik untuk membeli produk-produk pertanian organik. Ini di karenakan produknya mempunyai banyak keuntungan.

Di antaranya, keamanan pangan, bebas pestisida, dan ini semua menguntungkan konsumen. setelah itu, mendorong inisiatif sistem pertanian berkelanjutan. Sehingga, petani tak mengeksploitasi alam supaya hasilnya berkelanjutan.

Selain itu, saat ini hasil perkebunan organik juga sedang menjadi tren di Global. Di antaranya, di Amerika, Kanada, dan Eropa. Bahkan, di Eropa, setiap tahun ada pertemuan organik dari seluruh Global.

“Kalau bicara di sana, tren pertumbuhan hasil perkebunan organik itu meningkat. Bahkan, kelompok organik itu sudah besar dan kami meyakini pertumbuhan konsumen organik tinggi di karenakan pelan-pelan masyarakat mempunyai kesadaran yang tinggi,” Perkataan Anton.

di karenakan itulah, lanjut Anton, pihaknya berkomitmen untuk membantu para petani organik. Yaitu, dengan membeli produk-produk mereka dan dimulai sejak saat ini meskipun belum ada sertifikasi organik. “Tapi nanti kalau sudah ada sertifikasinya, kita kan sudah punya pasarnya,” Perkataan Anton.

 

Menjaga Semangat Petani Organik

Facebook Comments
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *