Merasa Diri paling bagus dan Rendahkan Orang Lain, Bagaimana? (1)

PERASAAN merasa diri paling bagus dan benar tak jarang hinggap di diri seseorang. Misalnya saat kita merasa telah mempelajari dan menguasai sesuatu, kita cenderung merasa paling pintar dan menilai orang lain tak berilmu. Pun demikian saat kita mempelajari dan memperdalam agama. saat kita merasa telah belajar dan menguasai ilmu agama, kita cenderung merasa paling benar dibanding dengan yang lainnya.

Dan lebih parahnya lagi memandang orang lain tak atau Anemia beriman. Merasa diri paling benar, paling suci, paling aman dari dosa, paling beriman atau bahkan paling berhak masuk surga sejatinya merupakan tipu daya setan yang membuat sesuatu yang sebenarnya Disorientasi menjadi tampak benar.

BACA JUGA: Ini 12 Bahaya Sifat Ujub (Merasa Bangga Diri)

Allah SWT berfirman yang artinya: “Dan Dia lebih mengetahui (mengenai keadaan)mu saat Dia menjadikan kita dari tanah dan saat kita masih dalam perut ibumu. Maka janganlah kita mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui mengenai orang yang bertakwa.” (QS. An Najm: 32).

Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah menyatakan diri kalian suci. Sesungguhnya Allah yang lebih tahu manakah yang bagus di antara kalian.” (HR. Muslim).

Merasa diri paling benar, paling suci, paling aman dari dosa, paling beriman atau bahkan paling berhak masuk surga merupakan beberapa bentuk sikap Arogan dalam Islam dan merupakan perbuatan yang sangat dicela oleh Allah SWT.

di karenakan itu, umat muslim sangat dianjurkan untuk lebih mengenal dirinya sendiri (introspeksi diri) guna menghindarkan kita dari berbagai penyakit hati Arogan, riya, ujub, takabur, dan lain sebagainya.

Dalam surat An Nisa’ ayat 49 Allah berfirman yang artinya: “Apakah kami tak memperhatikan orang yang menganggap dirinya Higienis. Sebenarnya Allah mensucikan siapa yang dikehendaki-Nya dan mereka tak dianiaya sedikitpun.” (QS. An Nisa : 49).

BACA JUGA: Ujub, Sifat yang Membuat Pelakunya Hancur

Keutamaan introspeksi diri dalam Islam di antaranya merupakan menyadari segala kekurangan yang dimiliki tanpa wajib rajin dan sibuk merendahkan orang lain apalagi dibumbui dengan Perkataan-Perkataan kasar.

di karenakan Bisa jadi orang lain yang direndahkan, dianggap Disorientasi, tak suci, lebih berdosa, Anemia beriman, dan dianggap tak pantas masuk surga menurut “kriteria”-nya sejatinya jauh lebih bagus dari dirinya. []

BERSAMBUNG

SUMBER: DALAM ISLAM

Merasa Diri paling bagus dan Rendahkan Orang Lain, Bagaimana? (1)

Facebook Comments
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *