Mushida Beri Award Daiyah 3T

“Alhamdulillah. Jujur saya merasa tak pantas menerima award. Saya berdakwah di karenakan ingin semua orang mengenal Allah dan bahagia dengan agamanya.”

ceramah.xyz– Terjun ke gelanggang dakwah berarti melebur diri untuk siap berkorban demi umat. Dibutuhkan kerja sama dan sinergi dari berbagai pihak untuk mewujudkan suksesnya pelayanan umat tersebut.

Sekurangnya, itulah kesamaan visi misi yang menyatukan para daiyah saat berkumpul di acara “Silaturahim Daiyah 3T, Terpencil, Terluar, dan Terdalam” di Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, baru-baru ini.

Acara yang dipelopori oleh Pengurus Pusat (PP) Muslimat Hidayatullah (Mushida) tersebut berlangsung semarak, diikuti lebih dari lima ratus orang daiyah yang datang dari seluruh penjuru Indonesia.

Baca: Pertolongan di Luar Dugaan

Selain reuni dan temu kangen, peserta silaturahim juga saling menguatkan dan merapikan barisan guna menghadapi tantangan dakwah yang dijalani.

“Alhamdulillah. Silaturahim ini menjadi pengobat rindu kami yang bertugas di pelosok daerah,” ucap Munawwarah, daiyah yang sudah 20 tahun lebih berdakwah di berbagai wilayah Sumatera.

Dijelaskan Hapseni, Ketua Departemen Dakwah PP Mushida, selain silaturahim, agenda ini diupayakan untuk menyusun program bersama sekaligus evaluasi agenda sebelumnya.

Baca: Hujan “Tak Jadi” di Silatnas Dai

“Tentu ini bukan kumpul-kumpul biasa. Di dalamnya membicarakan dakwah dan persatuan di tengah umat serta peluang kerjasama dan sinergi dengan semua pihak,” paparnya singkat.

Di akhir acara, panitia yang disebut Majelis Murabbiyah (MM) membagikan penghargaan (award) kepada enam daiyah yang dianggap menginspirasi dalam dakwahnya. Khususnya kategori 3T di atas. Yakni Terpencil, Terluar, dan Terdalam wilayahnya.

Mereka yaitu Arfi (Jawa Timur), Nurlaila (Sulawesi Barat), Maryam (Sulawesi Selatan), Syarifah (Sulawesi Selatan), Nur Hidayah (Kalimantan Utara), dan Armiah (Kalimantan Timur).

Baca: Gol Silatnas Hidayatullah Peningkatan Kualitas Iman, Islam, Ihsan

“Alhamdulillah. Jujur saya merasa tak pantas menerima award. Saya berdakwah di karenakan ingin semua orang mengenal Allah dan bahagia dengan agamanya,” ungkap Arfi menerangkan motivasi dakwahnya.

Saat ini, Arfi membina dua puluh dua majelis taklim di sela kesibukannya mengurus keluarga di rumah. Mulai dari pengajian di kalangan istri dosen hingga anak-anak jalanan di kawasan pemulung dan tempat Deportasi sampah di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Lain kisah dari Nurlaila, daiyah asal Mamuju, Sulawesi Barat. Jatuh dari motor dalam misi dakwah yaitu hal biasa baginya.

Baca: PENA Luncurkan Buku “Santri Menulis”

Selain faktor usia kendaraan yang menua, kondisi jalan yang licin dan terjal menjadi sarapan Nurlaila setiap waktu.

“Saya tak punya alasan tak mendatangi mereka. Semangat masyarakat menuntut ilmu begitu tinggi. Ini tanggung jawab saya,” pungkas Nurlaila tegar dalam rangkaian Silaturahim Nasional (Silatnas) Hidayatullah yang berlangsung di 20-25 November 2018 di Gunung Tembak, Balikpapan, itu.* Warta Mushida

Mushida Beri Award Daiyah 3T

Facebook Comments
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *