Musim Hujan, Ribuan Hektare Sawah di Indramayu Kekeringan

Flora padi mulai mengering.

ceramah.xyz, INDRAMAYU — Kekeringan yang melanda areal Flora padi di Kabupaten Indramayu sudah mencapai 8.982 hektare. Petani berharap supaya pihak terkait Bisa menyelamatkan Flora padi milik mereka.

 

“Areal yang kekeringan itu tersebar di Kecamatan Kandanghaur dan Losarang,” ujar KabidTata Teknik Irigasi Dinas Pekerjaan Generik dan Penataan Ruang (PUPR) KabupatenIndramayu, Yudi Suswanto, saat ditemui di sela rapat koordinasi pengairan di Kantor Dinas PUPR setempat, Rabu (31/1).

 

Yudi menyebutkan, di Kecamatan Kandanghaur, luas areal Flora padi yang menemui kekeringan mencapai 6.622 hektare. Sedangkan di Kecamatan Losarang, ada 2.360 hektare. Dari kedua kecamatan itu, kekeringan terparah terjadi di wilayah Kecamatan Kandanghaur.

 

Berdasarkan pantauan ceramah.xyz, Rabu (31/1) siang, di Kecamatan Kandanghaur, tanah di areal sawah nampak retak-retak dan mengeras. Tak sedikit daun padi yang menguning di bagian ujungnya di karenakan lama tak mendapat pasokan air. Bahkan, ada pula Flora padi yang mengering di bagian pangkal hingga ujungnya.

 

Hujan yang sempat turun di Selasa (30/1) sore di wilayah itupun tak membagikan pengaruh yang signifikan. Air hujan langsung meresap ke dalam retakan tanah yangmengeras sehingga tak hingga tergenang. Apalagi, cuaca sepanjang Rabu (31/1) kembali terik.

 

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Kandanghaur, Waryono, mengatakan, hingga Rabu (31/1) siang, kekeringan yang melanda wilayahnya semakin meluas. Tak hanya terjadi di empat desa, kekeringan bahkan terjadi di 11 desa dari total 13 desa yang ada di Kecamatan Kandanghaur.

 

Adapun 11 desa itu, yakni Desa Karanganyar, Wirakanan, Wirapanjunan, Karangmulya, Bulak,Curug,  Eretan Kulon, Eretan Wetan, Ilir, Parean Girang dan Pranti.

 

Waryono mengatakan, luas areal Flora padi yang menemui kekeringan di 11 desa itu ada 6.000-an hektare. Adapun umur Flora padinya bervariasi, mulai dari yang baru tanam hingga ada yang 40 harian. “Bahkan ada yang belum Bisa tanam sama sekali di karenakan lahannya kering. Padahal benih yang disemainya sudah ketuaan dan wajib Genjah ditanam, ” Perkataan Waryono.

 

Waryono mengakui, hujan memang mengguyur wilayahnya di Selasa (30/1) sore. Namun, berdasarkan pengukuran yang dilakukannya, curah hujan saat itu hanya Anemia dari satu milimeter. Padahal, untuk membuat air di sawah hingga tergenang, dibutuhkan curah hujan minimal 30 milimeter.

Musim Hujan, Ribuan Hektare Sawah di Indramayu Kekeringan

Facebook Comments
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *