Nabi Tak Pernah Tinggalkan Shalat Sunnah Ini, Meski dalam Keadaan Safar

Oleh: Ustaz Andang Supriana

Sesungguhnya Shalat witir mempunyai banyak keutamaan. Rasulullah SAW tak pernah meninggalkannya dalam safar apalagi saat tak dalam keadaan safar.

Dan shalat witir juga yaitu wasiat Rasulullah kepada tiga sahabatnya, Abu Hurairah, Abu Dzar Al-Gifari dan Abu Darda ra.

BACA JUGA: Shalat Sunnah Witir

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berpendapat bahwa ia lebih afdhol dari seluruh shalat sunnah di siang hari, seperti shalat rawatib dan dhuha, dan lebih ditekankan lagi saat dikerjakan di akhir malam.

Hukum shalat witir menurut Jumhur Ulama yaitu Sunnah Muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan.

Bahkan Imam Abu Hanifah rah berpendapaf bahwa hukumnya yaitu wajib.

Shalat witir Bisa dilaksanakan setelah shalat isya hingga shalat Fajr, dan lebih afdhol apabila dilaksanakan di akhir malam.

Shalat ini boleh dikerjakan dengan satu raka’at aja. Rasulullah SAW bersabda,

من أحب أن يوتر بواحدة فليفعل

“Barangsiapa yang ingin mengerjakan shalat witir satu rakaat, makan lakukanlah.” (HR. Abu Dawud)

Dan witir lebih afdhol apabila dikerjaan sebelas raka’at, dua rakaat dua rakaat dan diakhiri dengan satu rakaat.

Shalat witir pun Bisa ditunaikan dengan tiga raka’at aja. di raka’at pertama membaca Surat Al-A’laa. Raka’at kedua dengan Surat Al-Kafirun dan di Raka’at ketiga dengan Surat Al-Ikhlas.

Jumhur Ulama berpendapat bahwa shalat witir Bisa diqadha bagj yang tak sempat mengerjakannya di malam hari.

Rasulullah SAW bersabda,

من نام عن وتره أو نسيه فليصله إذا ذكره

“Barangsiapa yang tidur dari shalat witir atau terlupa darinya. Hendaknya ia mengerjakannya apabila ia telah mengingatnya.” (HR. Abu Dawud)

Dan disunnahkan untuk diqadha di waktu dhuha dengan rakaat genap bukan rakaat ganjil. Maka apabila kebiasan Disorientasi seorang di antara kita mengerjakannya sebanyak tiga rakaat di malam hari, hendaknya ia mengqadha shalat witirnya dengan empat rakaat di waktu dhuha.

Setelah mengetahui keutamaan dan hukum shalat witir ini, semoga kita Bisa mengamalkannya walau dengan satu rakaat sebelum tidur di malam hari. Dan amal yang paling dicintai oleh Allah yaitu konsisten dikerjakan walaupun sedikit.

BACA JUGA: Shalat Witir, Kapan Waktunya?

Terakhir, Imam Ahmad bin Hanbal rah pernah mengatakan sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Qudamah dalam Al-Mughny 2/118. Beliau berkata,

من ترك الوتر عمدا فهو رجل سوء،ولا ينبغي أن تقبل له شهادة

“Barangsiapa yang meninggalkan witir dengan cara sengaja, dia yaitu orang yang buruk dan tak pantas diterima persaksiannya.” []

SUMBER: WAHDAH

Nabi Tak Pernah Tinggalkan Shalat Sunnah Ini, Meski dalam Keadaan Safar

Facebook Comments
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *