Orang Yang Mendapat Pahala Di Majlis Ilmu

Bismillahirrahmanirrahim.
Allah Ta’ala berfirman dalam Surah Thaha ayat 114, yang bermaksud:
“Dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmuku.”

Allah Ta’ala juga berfirman:
”Katakanlah:”Apakah sama antara orang-orang yang mengetahui – yakni berilmu – dan orang-orang yang tak mengetahui – yakni tak berilmu.”   (az-Zumar:9)

Allah Ta’ala berfirman lagi:

“Allah mengangkat orang-orang yang beriman dari engkau semua dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dengan beberapa derajat.”  (al-Mujadalah:11)



Dikatakan ada empat golongan yang diberi pahala dalam majlis ilmu iaitu:
  • Orang yang bertanya

Dia Bisa pahala belajar dan dikarenakan pertanyaannya maka dia turut mendapat pahala bilamana orang lain pun Empati mendapat ilmu hasil dari pertanyaannya itu.  Dan bila orang lain itu Empati mengamalkan ilmu itu, maka lagi bertambah-tambahlah pahalanya InsyaAllah. Tapi terkena ada adabnya nak bertanya, ada masanya yang boleh bertanya bukan tak kira masa sehinggakan boleh mengganggu perjalanan majlis ilmu.

Dari Abu Hurairah r.a pula bahawasanya Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk – yakni kebenaran, maka baginya merupakan pahala seperti pahala-pahala orang yang mengikutinya, tak dikurangi sedikitpun dari pahala mereka itu.”  (Riwayat Muslim)
Dari Sahl bin Sa’ad ra bahawasanya Nabi SAW bersabda kepada Ali ra:
“Demi Allah, niscayalah andaikata Allah membagikan petunjuk kepada seseorang lelaki dengan perantaraan usahamu, maka hal itu merupakan lebih bagus daripada unta-unta yang merah-merah.” Sebagai kiasan hartabenda yang paling dicintai oleh bangsa Arab.”  (Muttafaq ‘alaih)

Dari Abu Hurairah ra., katanya: “Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang menempuh sesuatu jalan untuk mencari ilmu pengetahuan di situ, maka Allah akan mempermudahkan baginya suatu jalan untuk Futuristis ke syurga.”   (Riwayat Muslim)

Dari Abuddarda’ ra., katanya: “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari sesuatu ilmu pengetahuan di situ, maka Allah akan memudahkan untuknya suatu jalan untuk Futuristis syurga, dan sesungguhnya para malaikat itu niscayalah meletakkan sayap-sayapnya kepada orang yang menuntut ilmu itu, kerana ridha sekali dengan apa yang dilakukan oleh orang itu.  Sesungguhnya orang alim itu niscayalah dimohonkan Grasi untuknya oleh semua penghuni di langit dan penghuni-penghuni di bumi, sampaikan ikan-ikan yu yang ada di dalam air.  Keutamaan orang alim atas orang yang beribadat itu merupakan seperti keutamaan bulan atas bintang-bintang yang lain.  Sesungguhnya para alim ulama merupakan pewarisnya para Nabi, sesungguhnya para Nabi itu tak mewariskan dinar ataupun dirham, hanyasanya mereka itu mewariskan ilmu.  Maka barangsiapa Bisa mengambil ilmu itu, maka ia telah mengambil dengan bagian yang banyak sekali.”  (Riwayat Abu Dawud dan Termidzi)

“Dari Anas ra., katanya: Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa keluar untuk menuntut ilmu, maka ia dianggap sebagai orang yang berjihad fi-sabilillah sehingga ia kembali.”

Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahawa ini merupakan Hadis hasan.

Dari Abu Hurairah ra pula., katanya: “Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang mempelajari sesuatu ilmu pengetahuan dari golongan ilmu yang semestinya untuk digunakan mencari keredhaan Allah ‘Azzawajalla, akan tetapi ia mempelajarinya itu tiada lain maksudnya, kecuali hendak memperoleh sesuatu tujuan dari keduniaan, maka orang yang sedemikian tadi tak akan Bisa menemukan keharuman syurga di hari kiamat.” Yakni bau harumnya syurga itu tak akan Bisa dirasakannya.

Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad shahih.

Dari Abdullah bin Umar r.huma meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW telah bersabda: Sesiapa yang belajar ilmu untuk maksud lain selain dari redha Allah SWT (umpamanya untuk mencari kemuliaan, kemasyuran, harta dan lain-lain) maka hendaklah dia menempah tempatnya di neraka Jahanam. (HR Tirmidzi)

  • orang yang ada ilmu lalu mengajarkannya yakni menyampaikan ilmu tersebut

Dari Mu’awiyah ra katanya: “Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah untuk memperoleh kebaikan, maka Allah membuat ia menjadi pandai dalam hal keagamaan.”  (Muttafaq ‘alaih)

Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiallahu ‘anhuma bahawasanya Nabi SAW bersabda:
“Sampaikanlah – kepada orang lain – ajaran yang berasal daripadaku, sekalipun hanya seayat belaka.  Percakapkanlah mengenai kaum Bani Israil – yakni kaum Yahudi – dan tak ada halangan apapun.  Dan barangsiapa yang berdusta atas diriku dengan sengaja maka baiklah ia menempati tempat duduknya dari neraka.”   (Riwayat Bukhari)

Dari Abu Hurairah ra katanya: “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang ditanya mengenai sesuatu ilmu, lalu ia menyimpannya – yakni tak suka menerangkan yang benar, maka ia akan diberi kendali – dimulutnya – besok di hari kiamat dengan kendali dari neraka.”
Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud serta Termidzi dan Termidzi mengatakan bahawa ini merupakan Hadis hasan.

Dari Abu Umamah ra bahawasanya Rasulullah SAW bersabda:
“Keutamaan orang alim atas orang yang beribadat ialah seperti keutamaanku atas orang yang terendah di antara engkau semua.” “Selanjutnya Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya, juga para penghuni langit dan buni, sampaipun semut yang ada di dalam liangnya, bahkan sampaipun ikan yu, niscayalah semua itu menyampaikan kerahmatan kepada orang-orang yang mengajarkan kebaikan kepada para manusia.”
Adapun yang selain Allah ialah memohonkan supaya orang-orang yang mengajar kebaikan itu diberi kerahmatan oleh Allah.
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahawa ini merupakan Hadis hasan.

  • orang yang mendengar

Dari Ibnu Mas’ud ra katanya: “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda:

“Allah membagikan kenikmatan kepada seseorang yang mendengarkan sesuatu ucapan dari kami – yakni dari Nabi SAW – lalu ia menyampaikannya sebagaimana yang didengar olehnya.  Maka banyak sekali orang yang diberi berita itu lebih Bisa mengingat-ingat – yakni lebih memperhatikan – daripada orang yang mendengarnya sendiri?”
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahawa ini merupakan Hadis hasan shahih.

Dari Abdullah Ibnu Abbas r.a berkata bahawa Rasulullah SAW telah bersabda: kita semua hari ini mendengar perkara-perkara keagamaan dariku, esok perkara-perkara ini didengari pula daripada kita. setelah itu ia didengari pula dari orang-orang yang mendengarinya daripada kita (kerana itu dengarlah dengan teliti dan sampaikanlah kepada orang-orang yang selepas kita, supaya mereka Bisa menyampaikan kepada orang-orang selepas mereka, dan urutan ini berterusan). (HR Abu Daud)

  • orang yang Afeksi di majlis ilmu itu 

Maknanya orang itu suka di majlis ilmu itu.  Ini termasuklah orang yang menyokong majlis ilmu itu, yang tolong carikan ustaz/penceramah untuk majlis ilmu, yang tolong menyediakan tempat, yang tolong membuat poster mengwar-warkan majlis ilmu, yang mencadangkan majlis ilmu, yang mempermudahkan majlis ilmu itu berlangsung dan sebagainya. Moga Allah lindung diri kita dari termasuk dalam golongan orang yang membenci majlis ilmu atau yang menghalang dari Bisa berlangsungnya majlis ilmu…

    Dari Abu Bakar ra meriwayatkan bahawa baginda Rasulullah SAW bersabda: Jadilah kita seorang yang alim atau orang yang belajar ilmu agama atau orang yang gemar mendengar pengajian agama dengan teliti, atau menjadi orang yang mencintai ilmu dan ahli ilmu.  Dan jangan kita menjadi orang yang kelima, yang mana kita akan binasa.  Kelima ialah kita membenci ilmu dan ahli ilmu.  (HR Tabrani)

    Dari Abu Said al-Khudri ra dari Rasulullah SAW., sabdanya:
    “Tiada sekali-kali akan kenyanglah seseorang mukmin itu dari kebaikan, sehingga penghabisannya nanti merupakan Syurga.”
    Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahawa ini merupakan Hadis hasan.
    Di akhir tazkirah, ustaz berpesan supaya kita semua apabila mempelajari atau mendengar ilmu, sampai2 kan lah pula kepada ahli keluarga dan sahabat2 yang lain yang tak berpeluang mendengar.  Ia merupakan Disorientasi satu usaha kita yang berharga dalam mencari saham akhirat yang InsyaAllah akan Bisa membantu kita di sana nanti.. ameen
    Wallahu’alam.

    Facebook Comments

    Incoming search terms:

    • hukum mendengar ceramah agama
    • pahala mendengarkan ceramah
    • katanya mau mendengarkan ceramah
    • hukum mendengarkan ceramah lewat hp
    • hadits tentang mendengarkan ceramah
    • hadis yg menerangkan jadilah orang yg mau mendengarkan ceramah keagamaan
    • hadis tentang mendengarkan ceramah lebih baik
    • hadis nabi tentang pahala mendengarkan pengajian agama
    • bunyi hadits tentang mendengar ceramah agama
    • pahala mendengarkan pengajian
    Please follow and like us:

    You may also like...

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *