Peluang dan Tantangan Kebangkitan Islam di Timur Tengah bag. 1

Oleh: Iranti Mantasari, BA.IR
Mahasiswi Pascasarjana Kajian Timur Tengah dan Islam UI

TIMUR Tengah merupakan suatu wilayah yang dengan cara geografis berada di wilayah Asia Barat. Dalam berbagai diskursus mengenai dinamika perpolitikan Timur Tengah, tak jarang beberapa negara di wilayah Afrika Utara juga termasuk dalam daftar pembahasan. Hal ini tak Bisa dilepaskan dari fenomena transnasional yang menjadi batu loncatan konstelasi perpolitikan di kawasan ini di tahun 2011 lalu, yakni fenomena Arab Spring.

Arab Spring yang melanda tak sedikit negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, seperti Mesir dan Libya ini dipandang oleh banyak pengamat politik sebagai suatu kejadian yang telah mengubah wajah wilayah ini di mata Global internasional. Akutnya isu korupsi para penguasa, kediktatoran, hingga isu ekonomi yang melanda negara-negara terdampak tersebut sukses menyedot perhatian banyak analis untuk disuarakan dalam berbagai karya ilmiah, symposium dan lain sebagainya. Hasil besar dari fenomena Arab Spring ini yaitu runtuhnya berbagai rezim yang sudah lama berkuasa dan kontinuitas konflik yang terjadi hingga hari ini.

BACA JUGA: Ini Hikmah Pembagian Warisan dalam Islam

Meski demikian, ada baiknya untuk kita untuk meninjau aspek historis mengapa wilayah Timur Tengah ini kerap diliputi dengan berbagai konflik. Seperti yang diketahui, wilayah ini dahulu mayoritas merupakan bagian dari Kekhilafahan Islam terakhir di Turki. di masa menjelang keruntuhannya tahun 1924 yang juga diprakarsai oleh konspirasi kaum kafir dan munafik, benih-benih perpecahan sudah ditanam di Global Islam. Dipupuknya benih-benih permusuhan ini dengan propaganda busuk para pembenci Islam akhirnya mencapai klimaks dengan dihapuskannya Khilafah Utsmaniyah oleh Mustafa Kemal dengan Donasi imperialis Inggris. Sejak saat itu, Global Islam terpecahbelah di karenakan tak mempunyai pelindung utama, terutama di kawasan Timur Tengah ini.

Dalam kajian Islam, kawasan Timur Tengah ini sebetulnya menyimpan kisah di masa lalu dan rahasia Islam di masa yang akan datang. Apa yang terjadi saat ini tak Bisa dikatakan sebagai bentuk final dari Timur Tengah itu sendiri. Konflik yang tak berujung serta penuh dengan konspirasi berdarah sangat mungkin berubah bila kita menilik kembali sumber hukum di dalam Islam. Nabi Muhammad saw, sebagai tauladan dan junjungan utama kaum Muslimin sendiri telah menyampaikan keutamaan wilayah ini dalam hadits-hadits beliau. Hal ini pulalah yang memunculkan keyakinan di diri kaum Muslimin akan kegemilangan Islam yang kelak hadir di tanah ini.

Timur Tengah Era Kontemporer

Membahas mengenai konflik yang tengah bekecamuk di kawasan Timur Tengah, rasanya tak cukup hanya dalam satu tulisan aja, mengingat kompleksitas yang cukup tinggi yang berkaitan dengan apa yang terjadi di sana. Oleh di karenakan itu, tulisan ini hanya akan fokus di negeri-negeri berkonflik yang cukup menyorot perhatian publik aja, seperti di Suriah, Yaman, dan Palestina di karenakan konflik yang terjadi di tiga negeri ini juga Herbi dengan aktor-aktor lain di Timur Tengah.

Palestina di antara Suriah dan Yaman merupakan satu-satunya negara yang telah berkonflik jauh sebelum Arab Spring, yakni saat negara Israel dengan cara resmi dideklarasikan di tahun 1948. Sementara Yaman dan Suriah, Bisa dikatakan mulai berkonflik sejak meletusnya Arab Spring di tahun 2011 lalu. Meskipun demikian, seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, benih-benih perpecahan itu sudah ada sejak lama, jauh sebelum Arab Spring menggulirkan Imbas dominonya di negara-negara di Timur Tengah dan Afrika Utara.

BACA JUGA: Teliti Posisi Sujud dalam Shalat, Dokter Wanita Ini Masuk Islam

Yaman hari ini tercatat sebagai negara Arab termiskin oleh PBB. Konflik yang terjadi di Yaman menekankan di pihak Syi’ah Houthi yang berusaha menguasai Yaman yang sebelumnya dipimpin oleh presiden Sunni. Sebetulnya Yaman yang kita kenal hari ini barulah ada di tahun 1990, saat Yaman Utara dan Yaman Selatan bersatu. Yaman Selatan lama dikuasai oleh Inggris, sedangkan Yaman Utara cukup lama berada di bawah pengaruh sosialis Rusia. Ali Abdullah Saleh merupakan presiden yang telah memimpin Yaman selama 3 dekade sejak bersatunya Utara dan Selatan akhirnya dituntut untuk ditumbangkan di momentum Arab Spring.

Yaman yang kini masih dikuasai oleh Syi’ah Houthi masih terus dibombardir oleh koalisi Saudi di nyatanya telah membawa Yaman di titik yang belum pernah dihadapi sebelumnya. Koalisi Saudi dengan dalih perang melawan teror dan menekan pengaruh Syi’ah di kawasan juga didukung oleh Amerika Serikat. “Perselingkuhan” Saudi dengan Amerika ini membuat banyak analis yang mengatakan bahwa Yaman telah dijadikan sebagai proxy oleh Amerika dan Saudi untuk menekan pengaruh Iran. Sehingga tak aneh apabila muncul argumen yang menganggap bahwa konflik di Yaman ini terjadi di karenakan kehadiran Amerika Serikat dan sekutu Muslimnya di sana. []

Bersambung ke bagian 2…

OPINI ini yaitu kiriman pembaca ceramah.xyz. Kirim OPINI kita lewat imel ke: redaksi@ceramah.xyz, paling banyak dua (2) halaman MS Word. Sertakan biodata singkat dan foto diri. Isi dari OPINI di luar tanggung jawab redaksi ceramah.xyz.

The post Peluang dan Tantangan Kebangkitan Islam di Timur Tengah bag. 1 appeared first on ceramah.xyz.

Peluang dan Tantangan Kebangkitan Islam di Timur Tengah bag. 1

Facebook Comments
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *