Pemerintah Tambah 3 SPBU Kompak di Talaud

Kebutuhan BBM di Talaud tahun 2018 rata-rata mencapai 247 KL per bulan.

ceramah.xyz, JAKARTA — Komitmen Pemerintah dalam mewujudkan energi berkeadilan untuk masyarakat di wilayah 3T (Terluar, Terdepan, Tertinggal) melalui program BBM Satu Harga terus dilakukan. Forum penyalur BBM baru kembali diresmikan, kali ini berupa SPBU Kompak di Kabupaten Kepulauan Talaud yang terletak di Kecamatan Essang, Kecamatan Nanusa dan Kecamatan Miangas.

Ketiga SPBU Kompak tersebut merupakan bagian dari 133 Forum penyalur BBM yang telah beroperasi sejak dimulainya Program BBM Satu Harga di 2017.

Peresmian SPBU Kompak tersebut dilakukan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Djoko Siswanto didampingi oleh Retail Fuel Marketing (RFM) Manajer MOR VII PT Pertamina (Persero) I Ketut Permadi Aryakuumara, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Alex Sahadula dan jajaran TNI dan Polri, serta tokoh masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud.

“Alhamdulillah masyarakat di Kabupaten Kepulauan Talaud Bisa mendapatkan pasokan BBM dengan harga sesuai yang ditetapkan Pemerintah, Premium Rp 6.450/liter dan Solar Rp 5.150,-/liter. Hal ini tak lepas berkat dukungan Pemerintah Daerah, TNI dan Polri, serta stakeholders terkait”, ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto, Ahad (31/3).

Sebelum dibangun Forum penyalur di ketiga lokasi tersebut, warga wajib membeli BBM jenis Solar dengan harga sekitar Rp 10.000 hingga 15.000 dan BBM Premium dengan harga sekitar Rp 15.000 hingga Rp 20.000.

Kepulauan Talaud merupakan Disorientasi satu daerah terdepan di Indonesia. Miangas khususnya, merupakan pulau terluar yang berbatasan dengan Mindanao – Filipina. Jaraknya lebih dekat ke Davao (48 mil Bahari) daripada ke Melonguane (110 mil Bahari). Oleh di karenakan itu, Pemerintah menugaskan PT Pertamina mendirikan 5 Forum penyalur BBM 1 harga di Kepulauan Talaud yaitu di Melonguane, Kabaruan, Essang, Miangas, dan Nanusa.

Menurut RFM Manajer MOR VII PT Pertamina (Persero) I Ketut Permadi Aryakuumara, ketiga SPBU Kompak yang diresmikan hari ini telah uji coba operasi sejak akhir tahun 2018. “Kebutuhan BBM di Kabupaten Kepulauan Talaud tahun 2018 rata-rata mencapai 247 KL per bulan. Adanya SPBU Kompak ini diharapkan Bisa memenuhi kebutuhan BBM serta Bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kepulauan Talaud,” papar Ketut Permadi.

Supply point SPBU di Kepulauan Talaud merupakan TBBM Bitung yang berjarak sekitar 278 mil Bahari dengan memakai SPOB kapasitas 1100 KL. Total alokasi BBM untuk SPBU Essang sebesar 20 KL/bulan, SPBU Nanusa sebesar 20 KL/bulan dan SPBU Miangas sebesar 40 KL/bulan.

“Untuk BBM tersebut kami terus menjalankan pengawasan supaya tak ada Defleksi dalam penyaluran, Asa kami Pemda dan masyarakat Bisa aktif berperan supaya BBM yang disalurkan tepat sasaran,” terang Ketut Permadi.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM dan Badan Usaha Pelaksana Penugasan terus menjalankan pemetaan lokasi sasaran program BBM Satu Harga. “Tahun 2019 direncanakan dibangun 40 titik BBM 1 Harga dan untuk Sulawesi berada di Kabupaten Banggai Kepulauan (2 lokasi) dan Kabupaten Sigi (1 lokasi),” jelas Djoko.

dengan cara nasional, sejak tahun 2017 hingga 2019 akan dibangun 170 penyalur BBM Satu Harga. Hingga saat ini PT Pertamina (Persero) telah membangun 124 lokasi, sementara badan usaha pendamping sebanyak 9 lokasi. Untuk tahun 2019, ditargetkan 39 Penyalur beroperasi oleh PT Pertamina dan 1 Penyalur beroperasi oleh badan usaha pendamping.

Pemerintah berkomitmen untuk menyediakan energi, khususnya BBM, untuk masyarakat untuk mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, termasuk ke pulau terdepan yang menjadi beranda Indonesia. “Pendirian SPBU ini diharapkan akan membawa dampak positif untuk perekonomian serta melonjakkan kualitas Hayati dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Talaud,” terang Djoko.

Pemerintah Tambah 3 SPBU Kompak di Talaud

Facebook Comments
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *