Pengelola Statuter Bumiputera Gandeng OJK

ceramah.xyz,  YOGYAKARTA — Pengelola statuter AJB Bumiputera aan menjalankan fungsi penindakan. Hal tersebut dilakukan bila menemukan Defleksi dalam pengelolaan asuransi tertua di Indonesia itu. 

Menurut pengelola statuter Bumiputera, Adhie M Massardi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  untuk menindaklanjuti berbagai temuan Defleksi yang terindikasi tindak pidana (korupsi) oleh manajemen lama dalam pengelolaan Bumiputera. 

“Tapi prosesnya nanti tetap di OJK, bukan dibawa ke KPK atau ke Bareskrim, di karenakan di sana (OJK) juga ada bagian penindakan, lengkap dengan para penyidik profesional. Sebab tak adil apabila Defleksi pengelolaan yang membuat Bumiputera menanggung masalah besar dibiarkan tanpa proses penegakkan hukum,” Perkataan Adhie melalui siaran persnya yang diterima ceramah.xyz, Sabtu (14/1).

Adhie menyampaikan hal tersebut di hadapan kepala wilayah dan para kepala cabang Regional AJB Bumiputera Yogjakarta, Jumat (13/1) di kantor AJBB Yogjakarta. Dia di sana untuk  sosialisasi skema penguatan AJB Bumiputera sekaligus memperkenalkan direksi PT Asuransi Heroisme Bumiputera yang baru didirikan Januari ini.

saat ditanya mengenai berbagai rumor negatif mengenai Bumiputera yang masih beredar di media sosial, Adhie mengatakan supaya para pimpinan AJBB di daerah tak terpengaruh, bahkan seharusnya Bisa menetralisir isu-isu negatif itu.

Adhie mengaku sudah tahu di balik rumor itu ada bekas orang dalam, bekas petinggi Bumiputera juga yang ingin mengail di air keruh.  

“Nanti kalau memang dianggap mengganggu proses penguatan AJB Bumiputera, kami akan lapor OJK supaya mengeluarkan perintah tertulis, yang apabila dilanggar mempunyai konsekuensi hukum (pidana). Mereka terus meracau di karenakan memang tak ingin proses penguatan AJB Bumiputera ini berjalan.”

 

Pengelola Statuter Bumiputera Gandeng OJK

Facebook Comments
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *