Perempuan Di Balik Teknologi

Sebanyak 73 persen pengguna internet di Jakarta merupakan perempuan.

Global teknologi saat ini masih identik dengan laki-laki. Tapi, siapa sangka, tak sedikit inovasi teknologi komputer Global yang datang dari kaum Hawa. Perkembangan teknologi komputer saat ini tak Bisa lepas dari peran seorang Grace Brewster Murray Hopper atau dikenal dengan Grace Hopper. 

Perem puan asal brand new York, Amerika Serikat, ini dikenal sebagai peneliti komputer dan United States Navy Rear Admiral. Dilansir melalui laman biogra phy.com, Hopper merupakan penemu perempuan yang sukses membuat program komputer Harvard Mark I. Program ini merupakan program pertama di Global yang digunakan se bagai compiler untuk computer pro graming language.

Program tersebut berfungsi mentransformasi source code menjadi ba hasa program dengan berbeda. Singkat nya, compiler computer Bisa disebut sebagai penerjemah untuk perangkat komputer, sehingga Bisa menerjemah kan kode menjadi bahasa.

Ide dari Hopper tersebut menjadi populer, hingga digunakan oleh Cobol, yakni machine-independent prog ram ing language yang banyak digunakan dalam bidang bisnis. Cobol juga merupakan program bahasa dengan level tertinggi pertama di Global. Jauh sebelum Hopper, seorang ahli matematika asal Inggris sudah mene mukan mesin penganalisis dalam bentuk algoritma atau bahasa komputer. Siapa menyangka, programmer tersebut juga seorang perempuan bernama Ada ‘Coun tess of Lovelace’ atau Ada Love lace.

Namanya dikenal sebagai ilmuwan teknologi komputer sekitar 1800-an silam. Lovelace yang bekerja di filsuf dan inventor Charles Babbage membuat catatan algoritma saat bekerja. Catatan tersebut justru Bisa diter jemahkan ke dalam mesin. “Lovelace ibarat ‘penyihir wanita dalam angka’ yang sangat cerdas,” puji Babbage dalam Disorientasi satu catatannya terhadap kecer dasan Lovelace. Hingga kini, Global me nobatkan Lovelace sebagai programmer pertama di Global.  rep: Nora Azizah, ed: Setyanavidita Livikacansera 

 

***

Perempuan dan Coding

Pentingnya Global teknologi komputer untuk perempuan memang sudah tak Bisa tertolak. Dari data yang telah diolah Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KPPPA RI), sebanyak 73 persen pengguna internet di Jakarta merupakan perempuan.

Mereka mengakses internet untuk berbagai tujuan. Mulai dari, mencari informasi, berinteraksi melalui media sosial, hingga bertransaksi bisnis. “Sudah saatnya membagikan kesempatan untuk perempuan untuk berinovasi dalam teknologi,” Perkataan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yambise dalam acara Perayaan Hari Kartini ‘Make Whats Next’ bersama Microsoft di Kementerian PPPA RI, Jakarta, Kamis (21/4).

Microsoft peduli terhadap peran perempuan di balik teknologi komputer. Merangkul Yayasan Prestasi Junior Indonesia (PJI), Microsoft dengan cara berkala menyelenggarakan program Youth Spark dalam mengedepankan pendidikan anak-anak. Para pelajar diajak membuat karya dalam beberapa bidang, Disorientasi satunya teknologi. Microsoft mencoba membuka akses pendidikan ilmu komputer di seluruh Global dengan membagikan dana sejumlah 75 juta dolar AS untuk 100 organisasi nonprofit di 55 negara.

Program Youth Spark juga menjadi tips untuk Microsoft untuk mencetak generasi ahli teknologi komputer perempuan di Global. Kali ini, Microsoft mengajak 100 pelajar perempuan dari sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk berpartisipasi. “Mereka kami ajak untuk mengenal coding,” Perkataan Human Resources Director Microsoft Indonesia Mira Fitria Soetjipto. Para siswi setelah itu diajak ke kantor Microsoft Indonesia yang terletak di gedung Bursa Imbas Indonesia (BEI). Bertajuk “Hour of Code”, Microsoft memperkenalkan coding sejak dini.

Coding Bisa dipelajari sejak seseorang masuk usia enam tahun, yakni saat aktivitas membaca dan menulis sudah mulai dikuasai. di dasarnya mempelajari coding juga tak rumit, terutama apa apabila kita tertarik dalam bidang tersebut. ed: Setyanavidita Livikacansera 

Perempuan Di Balik Teknologi

Facebook Comments
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *