Rekor Penalti 38 Tahun yang Pecah di Rusia

Rekor sebelumnya hanya berjumlah 18 hukuman penalti.

ceramah.xyz, JAKARTA — Satu lagi rekor yang terpecahkan di Piala Global 2018 di Rusia. Jumlah hukuman penalti selama pagelaran akbar sepak bola Global hingga pascapertandingan Argentina vs Nigeria di Rabu (27/6) dini hari tadi sudah mencapai 21 hukuman. Rekor sebelumnya hanya berjumlah 18 hukuman penalti, mulai dari pertandingan pertama hingga laga final usai.

Rekor penalti ini sebenarnya sudah terpecahkan saat pertandingan Portugal kontra Iran, Selasa (26/6). Wasit asal Paraguay, Enrique Caceres, membagikan masing-masing tim satu kali tendangan penalti. Keduanya diberikan setelah melalui pengamatan Video Assistant Referee (VAR), teknologi yang baru di Piala Global kali ini diterapkan oleh FIFA.

Penalti untuk kedua tim tersebut menjadi torehan ke-19 dan ke-20 di Piala Global 2018. Ini melewati rekor yang dipegang oleh tiga Aplikasi piala Global sebelumnya, yakni di Piala Global 1990 di Italia, 1998 di Prancis, dan 2002 di Jepang dan Korea Selatan.

Hal yang menarik untuk disoroti, rekor tersebut terpecahkan hanya dalam 36 pertandingan. Terbukti penalti kembali hadir hingga laga ke-40. Masih ada 24 pertandingan lagi hingga mencapai partai final. 

Penggunaan VAR yang berujung pemberian hadiah penalti bukan terjadi di pertandingan Portugal melawan Iran aja. Dari 21 penalti, tujuh di antaranya diawali dari peninjauan wasit melalui VAR tersebut. Sejarah baru ini bermula di pertandingan Prancis melawan Australia, saat Antoine Griezmann dijatuhkan di kotak penalti Australia.

di Maret 2018 lalu, Presiden FIFA Gianni Infantino mengumumkan penggunaan VAR di Piala Global 2018. Ia menyebutkan, penggunaan VAR telah disetujui oleh Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) setelah adanya pertemuan di Bogota, India. IFAB merupakan badan penghasil sejumlah Anggaran yang diterapkan FIFA terkait pertandingan.

Sistem VAR mengizinkan wasit atau asisten yang memonitor melalui video untuk mempertimbangkan keputusan yang akan dibuat. Infantino yakin, sistem VAR akan mengurangi kesalahan wasit dalam membuat keputusan. Ia juga percaya VAR akan membuat sepak bola lebih adil dan transparan.

Setelah 36 pertandingan dengan sistem VAR dijalankan, tak sedikit komentar mengenai teknologi teranyar ini yang berdatangan. Komentar berisi protes terbaru datang dari mulut Instruktur Iran berdarah Portugis, Carlos Queiroz. Ia menyoroti penggunaan VAR atas pelanggaran Ronaldo terhadap Morteza Pouraliganji yang berujung hanya pemberian kartu kuning kepada sang kapten Portugal tersebut. 

“kalian menghentikan pertandingan untuk VAR. Ada sikutan, dan sikutan yaitu kartu merah berdasarkan Anggaran. Dalam Anggaran tak disebutkan (penyerang Argentina Lionel) Messi atau Ronaldo,” Perkataan Queiroz, dikutip BBC seusai laga.

Queiroz mengatakan, Instruktur ingin tahu apa yang terjadi melalui VAR, termasuk ia. Sayangnya, mereka tak Bisa Empati menyaksikan VAR. “Mereka tak memperbolehkan kami untuk melihat. Menurut pendapat saya, Tuan Infantino dan FIFA, semua orang wajib setuju bahwa VAR tak berjalan dengan bagus, itulah kenyataannya. Ada banyak masalah,” ungkapnya.

 

Rekor Penalti 38 Tahun yang Pecah di Rusia

Facebook Comments
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *