Sistem Tilang Ini Buat Warga Padang tak Bisa Lagi Titip Denda ke Polisi

ceramah.xyz, PADANG — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang, Sumatera Barat berlakukan sistem bukti pelanggaran lalu lintas (tilang) dengan cara elektronik yang dikenal dengan tilang-e untuk melonjakkan kualitas kedisiplinan pengguna kendaraan di kota tersebut.

“Dengan diberlakukannya sistem ini masyarakat tak diperbolehkan lagi menjalankan penitipan uang denda tilang kepada pihak kepolisian,” Perkataan Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Padang, Kompol Hamidi di Padang, Ahad (12/2).

Akan akan tetapi para pelanggar lalu lintas Bisa membayar denda dengan cara langsung ke bank yang telah ditunjuk sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan. “Masyarakat Bisa membayarkan denda yang telah ditentukan melalui pelayanan daring ataupun melalui anjungan tunai Berdikari (ATM) yang disediakan oleh pihak perbankan,” Perkataan dia.

Saat ini seluruh petugas lalu lintas telah dilengkapi dengan aplikasi Elang (Elektronik Tilang) yang terpasang di ponsel pintar milik mereka. Aplikasi ini terhubung langsung dengan sistem yang dibuat oleh Bank BRI.
saat petugas menjalankan penilangan, mereka wajib memasukkan data pelanggar dan jenis pelanggaran yang dilakukan oleh warga kedalam aplikasi tersebut. setelah itu data itu akan langsung terhubung dengan server Bank BRI.

Dalam aplikasi ini data yang telah diterima oleh pihak bank akan diberikan kode berwarna biru sebagai Asterik bahwa pelanggar belum menjalankan pembayaran tilang. Namun bila pelanggar telah membayarkan denda melalui fasilitas pembayaran yang telah ditentukan oleh bank. Maka aplikasi data pelanggar yang ada di ponsel petugas akan berubah warna menjadi merah. “Melalui Asterik ini petugas akan mengizinkan pelanggar untuk melanjutkan perjalanannya, di karenakan pembayaran tilang telah dilakukan oleh pelanggar” ujar dia.

Terkait untuk besaran tilang yang wajib dibayarkan oleh masyarakat yang menjalankan pelanggaran lalu lintas sesuai dengan yang diatur oleh undang-undang lalu lintas. “Dengan adanya sistem ini tentunya akan membuat semakin kecil peluang untuk terjadinya pungutan liar kepada masyarakat,” Perkataan dia.

Ketua Ombudsman RI Perwakilan Sumbar, Yunafri mengatakan dalam pemberlakuan sistem tilang elektronik ini wajib ada kesiapan yang matang bagus dari sarana dan prasarana ataupun sumber daya yang dimiliki oleh petugas dalam menjalankannya. “Kalau hal tersebut telah siap maka sistem ini akan menjadi solusi dari tindakan pungutan liar yang terjadi selama ini,” Perkataan dia.

Selain itu, pihak kepolisian juga wajib menjalankan sosialisasi terhadap seluruh masyarakat terkait sistem tersebut. Berikan pemahaman kepada pelanggar lalu lintas dengan cara bagus dan humanis. “Sistem ini denda yang dibayarkan oleh pelanggar lalu lintas akan langsung masuk ke dalam kas negara dan tak terjadi kebocoran,” Perkataan dia.

Sementara seorang warga Fandi (26 tahun) mengatakan dirinya mendukung berjalannya sistem tilang elektronik tersebut. di karenakan bila dirinya menjalankan pelanggaran lalu lintas uang denda yang dibayarkannya akan langsung diterima oleh negara. “Dengan adanya sistem ini pembayaran denda tilang akan semakin jelas,” Perkataan dia.

Sistem Tilang Ini Buat Warga Padang tak Bisa Lagi Titip Denda ke Polisi

Facebook Comments
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *