Suara Golkar Turun di Pemilu 2019, Politikus Senior Golkar: wajib Ada Evaluasi

JAKARTA— Politikus senior Partai Golkar Yorrys Raweyai angkat bicara perihal turunnya suara pemilih ke Partai Golongan Karya (Golkar) di pemiliha Generik tahun 2019.

Yorry mengatakan, sebagai partai modern, Golkar wajib menjalankan evaluasi dan merumuskan kebijakan supaya posisinya tetap kokoh.

“Ke depan, Partai Golkar wajib demokratis dan efektif, dalam arti wajib ada perbaikan terus menerus atas capaian Partai Golkar. Kemarin target kita 110 kursi, tapi turun dengan banyak alasan seperti turbulensi dan lainnya tapi itu semua tak Bisa jadi alasan,” Perkataan Yorrys, di Senin (23/7/2019) kemarin.

setelah itu Yorrys mendorong adanya rapat pleno DPP Golkar untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan Golkar dan evaluasi kinerja pengurus biasa dilakukan dengan cara berkala DPP Partai Golkar setelah melalui peristiwa-persitiwa politik di tanah air seperti pemilihan kepala daerah, pemilu legislatif hingga pemilu presiden.

“Pilkada, pemilu legislatif, pilpres sudah selesai, maka DPP Golkar wajib Genjah menjalankan rapat pleno mengevaluasi itu semua, untuk setelah itu dibawa ke Rapimnas dan diantarkan ke Munas,” ujarnya.

Yorrys juga mengatakan, Golkar menjadi satu-satunya partai pendukung Joko Widodo-Ma”ruf Amin yang mendapatkan penurunan perolehan kursi DPR dan tak mendapatkan Imbas ekor jas atau coattail effect dari paslon nomor urut 01.

“Padahal di pemilu 2019 ada penambahan daerah pemilihan dan kursi, ada 15 kursi tambahan di DPR RI. Tapi Golkar justru memperoleh 85 kursi, evaluasi perolehan kursi itu penting, di karenakan itu yang jadi sumber persoalan hari ini,” tandasnya. []

SUMBER: REPUBLIKA

Suara Golkar Turun di Pemilu 2019, Politikus Senior Golkar: wajib Ada Evaluasi

Facebook Comments
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *