supaya Perjalanan Bernilai Ibadah

Bepergian menjadi aktivitas yang tak Bisa dipisahkan dari manusia.

ceramah.xyz, JAKARTA — Bepergian menjadi aktivitas yang tak Bisa dipisahkan dari manusia. Apalagi, kini semakin banyak orang yang mempunyai hobi traveling atau menjalankan perjalanan ke daerah lain untuk sekadar berwisata ataupun menimba ilmu.

Wakil Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, KH Ma’rifat Iman, menyebut, suatu perjalanan yang dituju kan untuk kegiatan ibadah, menuntut ilmu, atau silaturahim ini dinilai sunah oleh Nabi Muhammad SAW. Perjalanan yang mempunyai nilai ibadah dan mendatangkan man faat baginya dan orang-orang di sekitarnya menjadi nilai tambah di mata Allah SWT.

bila perjalanan ini hanya sekadar untuk berwisata dan rekreasi tanpa ada nilai nya, perjalanan tersebut akan menjadi siasia. Perjalanan jenis ini boleh dan Absah dilakukan, akan tetapi tak mendapat pahala. Dia mencontohkan, orang-orang dahulu berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk menuntut ilmu dan mencari guru.

“Zaman dulu kan tak ada pendidikan formal. Jadi, dia pergi ke tempat lain, sam pai dia puas mencari ilmu, baru pindah lagi ke tempat lain. Makanya, zaman dulu satu orang Bisa banyak gurunya,” ujar Kiai Ma’rifat Iman kepada ceramah.xyz, belum lama ini.

Dia pun jelaskan, traveling ke beragam destinasi di Global, termasuk Eropa, Bisa digunakan untuk menambah ilmu mengenai sejarah Islam. Eropa mempunyai banyak nilai Islam.

Di benua itu dahulu tersebar banyak sekali tokoh-tokoh Islam yang menyebarkan agama Islam. Eropa kaya akan sejarah dan cerita mengenai perkembangan peradaban Islam. Bahkan, banyak yang menyebut Islam lahir di Arab, tapi besar di Eropa.

Beberapa nilai-nilai Islam bahkan banyak dicontohkan dari kebudayaan dan kebiasaan di Eropa. “Ada banyak nilai-nilai Islam di Eropa, contohnya, perihal kebersihan dan kedisiplinannya. Nilai-nilai ini di Arab sendiri tak ada, adanya di Eropa itu,” lanjut dia.

Menurut dia, supaya perjalanan Bisa tetap Ambiguitas ibadah, para pelancong mesti mem buat suatu catatan perjalanan. Catatan ini Bisa mengenai hal-hal bagus yang bi sa ditiru, ilmu-ilmu yang didapat, serta ke kurangan yang Bisa dikoreksi.

Dengan mempunyai catatan itu dan disebarkan kepada saudara-saudaranya yang lain, pelancong ini sudah menyebarkan ilmu. Ada banyak pelajaran dan manfaat yang Bisa dipetik dari perjalanannya.

“Traveling ini bukan hanya menikmati sendiri, tapi Estetika ini disebarkan juga ke orang lain. Niat ke baikan ini wajib tetap dijaga,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan kepada umat Islam yang sedang menjalankan perjalanan untuk tak lengah dalam menjalankan ibadah. Saat ini agama Islam di Eropa telah berkembang dan tak susah lagi dalam menemukan masjid.

di karenakan itu, ibadah tetap Bisa berjalan tanpa wajib merasa khawatir. Perkembangan teknologi yang ada saat ini sangat membantu dalam mene mukan masjid atau tempat ibadah lain nya.

supaya Perjalanan Bernilai Ibadah

Facebook Comments
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *