SYARAH KITAB AL- HIKAM ATHAILLAH KE 30 SYARAH SYEIKH ABDULLAH ASY- SYARQAWI AL KHALWATI : SERUAN MEMBERI NAFKAH ORANG YANG SELAYAKNYA



Menurut Kalam Hikmah ke 30 Imam Ibnu Athaillah Askandary:  
Al-Hikam 30
 
“Hendaklah orang yang diberi keluasan rezeki (yaitu orang yang telah hingga kepada Allah) memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya (yaitu orang yang tengah Futuristis Allah) hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya”
            Hendaklah orang yang diberi keluasan rezeki memberi nafkah menurut kemampuannya. Ini yaitu Citra mengenai kondisi orang-orang yang telah hingga kepada Allah. Yakni orang-orang yang telah terbebas dari penjara Etos keduniaan, dan telah hingga kepada alam tauhid dan kesempurnaan mata batin. di karenakan itulah, mereka dianugerahi rezeki berupa berbagai ilmu dan rahasia Ilahi serta Etos yang luas dan jauh kedepan. Sehingga, merekapun dibebaskan untuk membantu orang lain, dengan mengajarkan ilmu dan pemahaman mereka, sekehendak hati mereka.
            Sementara itu, orang yang disempitkan rezekinya yaitu orang-orang yang sedang Futuristis kepada-Nya. Mereka tak diberi keluasan rezeki berupa ilmu dan pemahaman. Mereka masih terkungkung dalam ruang sempit khayalan dan imajinasi. Sekalipun demikian, mereka masih diperbolehkan menafkahkan karunia Allah berupa ilmu dan pemahaman yang sedikit itu kepada orang lain. Namun dengan catatan: sebatas apa yang Allah ajarkan kepada mereka.

Facebook Comments
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *