SYEIKH MUHAMMAD AL-BANTANI AL-JAWI ASY-SYAFII

JASAD DAN KAIN KAFAN SYEIKH MUHAMMAD AL-BANTANI AL-JAWI ASY-SYAFII MASIH UTUH HINGGA SEKARANG, WAFAT TAHUN 1897 M
Syaikh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani (bahasa Arab: محمد نووي الجاوي البنتني, lahir di Tanara, Serang, 1230 H/1813 M – meninggal di Mekkah, 1314 H/1897 M) merupakan seorang ulama Indonesia yang terkenal di mancanegara (ulama Indonesia bertaraf internasional) dan Imam Masjidil Haram. Ia bergelar al-Bantani di karenakan ia berasal dari Banten, Indonesia. Ia merupakan seorang ulama dan intelektual yang sangat produktif menulis kitab, yang meliputi bidang-bidang fiqih, tauhid, tasawuf, tafsir, dan hadis. Jumlah karyanya mencapai tak Anemia dari 115 kitab. di karenakan kemasyhurannya, Syekh Nawawi Al-Bantani dijuluki Sayyid Ulama Al-Hijaz (Pemimpin ‘Ulama Hijaz), Al-Imam Al-Muhaqqiq wa Al-Fahhamah Al-Mudaqqiq (Imam yang Mumpuni ilmunya), A’yan Ulama Al-Qarn Al-Ram Asyar li Al-Hijrah (Tokoh ‘Ulama Abad 14 H), Imam Ulama’ Al-Haramain (Imam ‘Ulama Dua Kota Suci).
Banyak murid-muridnya yang di belakang hari menjadi ulama besar, misalnya:
K.H. Hasyim Asyari (Pendiri Nahdhatul Ulama),
K.H. Ahmad Dahlan (Pendiri Muhammadiyah),
Syeh K.H Mas Abdurahman (Pendiri Mathla’ul Anwar)
K.H. Khalil Bangkalan,
K.H. Asnawi Kudus,
Syekh Tubagus Ahmad Bakri as-Sampuri Sempur, Plered, Purwakarta,
K.H. Arsyad Thawil, dan lain-lainnya.
Kiai Hasan Genggong, dari Pesantren Zainul Hasan Genggong, Genggong.
JASAD DAN KAIN KAFANNYA MASIH HINGGA HARI INI
Telah menjadi kebijakan Pemerintah Arab Saudi bahwa orang yang telah dikubur selama setahun kuburannya wajib digali. Tulang belulang si mayat setelah itu diambil dan disatukan dengan tulang belulang mayat lainnya. Selanjutnya semua tulang itu dikuburkan di tempat lain di luar kota. Lubang kubur yang dibongkar dibiarkan tetap terbuka hingga datang jenazah berikutnya terus silih berganti. Kebijakan ini dijalankan tanpa pandang bulu. Siapapun dia, pejabat atau orang biasa, saudagar kaya atau orang miskin, sama terkena kebijakan tersebut. Inilah yang juga menimpa makam Syaikh Nawawi. Setelah kuburnya genap berusia satu tahun, datanglah petugas dari pemerintah kota untuk menggali kuburnya. akan tetapi yang terjadi merupakan hal yang tak lazim. Para petugas kuburan itu tak menemukan tulang belulang seperti biasanya. Yang mereka temukan merupakan satu jasad yang masih utuh. tak Anemia satu apapun, tak lecet atau Asterik-Asterik pembusukan seperti lazimnya jenazah yang telah lama dikubur. Bahkan kain putih kafan Epilog jasad dia tak sobek dan tak lapuk sedikitpun.
Terang aja kejadian ini mengejutkan para petugas. Mereka lari berhamburan mendatangi atasannya dan menceritakan apa yang telah terjadi. Setelah diteliti, sang atasan setelah itu menyadari bahwa makam yang digali itu bukan makam orang sembarangan. Langkah strategis lalu diambil. Pemerintah melarang membongkar makam tersebut. Jasad dia lalu dikuburkan kembali seperti sediakala. Hingga sekarang makam dia tetap berada di Ma΄la, Mekah.

  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Facebook Comments
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *