TAFSIR AL JAILANI SURAH 78 AN NABA, AYAT 36 – 40



TAFSIR AL JAILANI OLEH SYEIKH ABDUL QADIR AL JAILANI (QUTUBUL GHAUTS)
JUZ AMMA
Ayat 36.
Mereka diberi ganjaran seperti itu (جَزَاءً) [sebagai balasan] yang berasal (مِّنْ رَّبِّكَ) [dari Rabbmu], wahai Rasul yang paling sempurna, (عَطَاءً) [dan pemberian] dari-Nya kepada mereka, sebagai bentuk anugerah dan kebaikan-Nya kepada mereka (حِسَابًا) [yang cukup banyak] dan berlimpah, di mana kebaikan ini tak akan dikurangi dan tak wajib ditunggu oleh mereka.
Ayat 37.
Kenapa Allah s.w.t. tak membagikan anugerah kepada para wali-Nya, padahal Dia merupakan (رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَ الْأَرْضِ) [Rabb yang memelihara langit dan bumi] (662), yakni yang memelihara segala sesuatu yang berada di atas dan di bawah. (وَ مَا بَيْنَهُمَا) [dan apa yang ada di antara keduanya] dari berbagai macam hal yang saling bercampur-baur; sebab Dialah Dzat (الرَّحْمنِ) [Yang Maha Pemurah] (673) yang duduk di atas semua singgasana dengan rahmat-Nya yang Generik, Dominasi-Nya yang sempurna, kekuatan-Nya yang memaksa, dan kekuatan-Nya yang berlimpah, dan juga dengan kehendak dan pilihan-Nya. Sebab (لَا يَمْلِكُوْنَ) [mereka tak Bisa] dan tak mampu, yakni para penghuni langit dan bumi, (مِنْهُ خِطَابًا) [berbicara dengan Dia] maksudnya: Allah s.w.t. tak membagikan kemampuan kepada mereka untuk Bisa berbicara kepada-Nya dan untuk meminta penambahan pahala dan pengurangan dosa dari-Nya. Sebab dengan Dzat-Nya, Dia Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki menurut nama-nama dan sifat-sifatNya, dengan kehendak dan pilihan-Nya sendiri. Dia tak ditanya mengenai perbuatan-Nya di karenakan Dia Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.
Ayat 38.
Kenapa Allah s.w.t. justru menguasakan dan menyerahkan titah-Nya kepada orang-orang yang sesat dan binasa dalam keterbatasan diri mereka, meskipun (يَوْمَ يَقُوْمُ الرُّوْحُ) [di hari saat roh] yakni: wujud tambahan yang mengalir di struktur identitas, yang berasal dari pantulan cahaya wujud Absolut, (وَ الْمَلَائِكَةُ) [dan para malaikat] yakni: nama-nama dan sifat-sifat Ilahi yang terbebas dari berbagai ketergantungan dengan cara Absolut, (صَفًّا) [berdiri bershaf-shaf] dan berbaris dengan teratur sambil terdiam di karenakan keterkaguman mereka yang sempurna saat melihat besarnya kekuasaan Dzat Yang Maha Memaksa. (لَّا يَتَكَلَّمُوْنَ) [Mereka tak berkata-Perkataan] di waktu itu, dan tak pula mampu berucap sepatah Perkataan pun (إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمَنُ) [kecuali siapa yang diberi izin kepadanya oleh Rabb Yang Maha Pemurah] melalui syafa‘at dan permohonan, maka ia Bisa berbicara atas izin-Nya, (وَ قَالَ صَوَابًا) [dan ia mengucapkan Perkataan yang benar] dan diridhai di Hepotenusa Allah s.w.t.
Ayat 39.
Ringkasnya: (ذلِكَ الْيَوْمُ) [Itulah hari] maksudnya: hari keputusan dan kiamat, merupakan hari (الْحَقُّ) [yang pasti terjadi] di mana keberadaannya tak boleh diperselisihkan ataupun diragukan. (فَمَنْ شَاءَ) [Maka barang siapa yang menghendaki] berada dalam perlindungan dari fitnah dan terbebas dari siksanya, (اتَّخَذَ) [niscaya ia menempuh] dan meniti saat berada di Global, (إِلَى رَبِّهِ مَآبًا) [jalan kembali kepada Rabbnya] dengan berpaling Futuristis kepada-Nya dan memohon belas Afeksi-Nya serta mendekatkan diri dengan menjalankan berbagai amal shaleh dan akhlak yang bagus.
Ayat 40.
Jadi (إِنَّا أَنذَرْنَاكُمْ) [Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu] wahai orang-orang yang berpaling dari Allah s.w.t., tak mau mentaati-Nya, dan tak mau menyembah-Nya, akan adanya (عَذَابًا قَرِيْبًا) [siksa yang dekat] yang bakal menimpa kalian dengan tiba-tiba, sedang kalian tak merasakan isyarat ataupun Asterik-Asterik awalnya. (يَوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ) [di hari manusia melihat] dan menyaksikan semua (مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ) [yang telah diperbuat oleh kedua tangannya], bagus yang berupa kebaikan ataupun keburukan, dan yang memberi manfaat ataupun menimbulkan bahaya; (وَ) [dan] setelah melihat semuanya di hari itu, ia tak melihat adanya kebaikan dan keburukan yang berasal darinya. Sementara itu (يَقُوْلُ الْكَافِرُ) [orang kafir berkata] – setelah melihat semua perbuatannya sebagai perbuatan yang buruk dan semua amalnya sebagai amal yang rusak – dengan penuh penyesalan, kesedihan, dan mengharapkan kebinasaan dirinya, (يَا لَيْتَنِيْ كُنْتُ تُرَابًا) [“alangkah baiknya sekiranya aku dahulu merupakan tanah”] maksudnya: alangkah baiknya sekiranya dahulu aku tak diciptakan dan tak dibebani tanggungjawab sehingga aku tak berhak mendapatkan celaan dan kehancuran ini.
“Ya Allah, karuniakanlah kepada kami rahmat, dari Hepotenusa-Mu. Sebab hanya Engkaulah Dzat Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengampun.”
Epilog Surah an-Naba’
Wahai orang yang mengimani keesaan Allah s.w.t. dan mengikuti jejak Nabi Muammad s.a.w., kita wajib mempersiapkan diri untuk menghadapi hari pembalasan dengan tips menjauhkan diri dari perkara yang diharamkan Allah s.w.t., menjauhi semua Embargo-Nya, menjalankan perintah-Nya, dan berakhlak dengan akhlak-Nya, sehingga kita tak merasa malu kepada Allah s.w.t. di hari pembalasan dan tak mengharapkan kebinasaan dan kehancuran dirimu, seperti orang yang mengingkari dan bermaksiat kepada-Nya.
kita wajib senantiasa mengerjakan perkara yang hukumnya wajib, mustaabb, ataupun yang disunnahkan dari berbagai macam shalat, zakat, dan ketaatan; mendekatkan diri kepada Allah s.w.t. dengan berbagai macam ketaatan, shalat sunnah, sedekah, dan membagikan Donasi kepada semua hamba-Nya dengan anggota tubuh dan media yang ada; berusaha untuk mencari penghidupan dari sumber yang bagus; dan berijtihad di jalan kebaikan dan meninggalkan keburukan serta kemunkaran dengan cara Absolut sehingga kita terbebas dari siksa akhirat dan hingga ke taman-taman surga, lalu kita menggapai kemenangan dengan meraih berbagai macam kebahagiaan dan kemuliaan.
Semoga Allah s.w.t. memasukkan kita semua ke dalam golongan orang-orang yang mendapat hidayah dan anugerah-Nya, dan membagikan kemudahan kepada kita untuk hingga ke pusat ketauhidan dan kebenaran dengan karunia dan kedermawanan-Nya.

Facebook Comments
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *