Tata tips dan Tuntunan Shalat Tarawih

Disorientasi satu shalat sunat yang pelaksanaanya disunatkan dilakukan dengan cara berjamaah merupakan shalat tarawih. bila ditilik dari asal Perkataan, arti shalat tarawih merupakan pendinginan atau penyegaran. Pendinginan dari apa ? Para sahabat bila melaksanakan shalat tarawih, selalu melamakan berdiri saat shalatnya dengan memperbanyak membaca Al Quran disertai khusyu dan menghadirkan maknanya. supaya energi pulih kembali, setiap Demisioner 2 salam, mereka istirahat dulu selama beberapa menit sambil menunggu orang yang melaksanakan tawaf 7 putaran. Kalau kalian menonton channel TV Arab Saudi, kalian Bisa membuktikannya di acara shalat tarawih langsung.

Hal ini justru kontradiktif dengan situasi zaman sekarang yang justru shalat tarawih dilaksanakan dengan secepat kilat. Yang menjadi masalah merupakan, ditakutkan bila shalat tersebut dilaksanakan dengan Genjah, rukun-rukun shalat seperti thumaninah, bacaan wajib dan gerakan shalat lainnya, tak dilakukan dengan cara sempurna. Nah, kalau tak dilakukan dengan cara sempurna, maka tak jadilah shalatnya.

Dalil shalat tarawih
Asal mula adanya shalat tarawih merupakan berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim : “Sesungguhnya Rasul keluar rumah di saat tengah malam di beberapa malam di bulan Ramadhan. setelah itu beliau shalat di masjid dan orang-orang pun mengikuti shalat beliau hingga akhirnya semakin banyak. Namun di malam ke empat, beliau tak keluar rumah. Beliau bersabda : Aku takut kalian menganggap shalat malam ini sebagai shalat fardu, di karenakan kalian tak akan mampu”.

Ada juga hadits lain riwayat Imam Baihaqi dengan sanad shahih : “Sesungguhnya mereka melaksanakan shalat lail di zaman Umar bin Khathab r.a di bulan Ramadhan sebanyak 20 rakaat”.

Bahkan Imam Malik dalam kitabnya Al Muwatho meriwayatkan bahwa shalat lail tersebut dilakukan sebanyak 23 rakaat. Imam Baihaqi menyimpulkan bahwa yang 23 raka’at tersebut merupakan 20 rakaat shalat tarawih  dan 3 rakaat shalat witir.



Tata tips dan Tuntunan Shalat Tarawih



Jumlah rakaat shalat tarawih
tak ada hadits shahih yang dengan cara tegas menyatakan bahwa shalat tarawih ada 20 rakaat. Hanya ada hadits dhoif yang menyatakan shalat tarawih ada 20 rakaat. Tapi jumlah shalat tarawih 20 rakaat ternyata telah disepakati oleh para sahabat Nabi dan ulama fiqih. Menurut pendapat 3 Imam, yakni Imam Syafi’i, Imam Ahmad dan Imam Abu Hanifah, shalat tarawih dilakukan sebanyak 20 rakaat, dengan satu salam setiap 2 rakaat, untuk muslim di luar Madinah. Sedangkan Eksklusif untuk muslim yang sedang berada di kota Madinah, hukumnya diperbolehkan melaksanakan shalat tarawih sebanyak 36 rakaat. Yang dimaksud warga Madinah merupakan setiap orang yang sedang berada di kota Madinah, bagus pribumi ataupun tamu. Sehingga, untuk mereka yang kebetulan sedang ada di Madinah akan tetapi tak sempat menjalankan shalat tarawih di malam Eksklusif, maka shalat tarawih yang ditinggalkan tersebut boleh diqadha sebanyak 36 rakaat, walaupun qadhanya tak dilaksanakan di kota Madinah. Berbeda masalah, kalau suatu malam kita tak sempat melaksanakan shalat tarawih di Jeddah, setelah itu kita pergi ke Madinah, maka apabila shalat tarawih tersebut mau diqadha, maka cukup mengqadha sebanyak 20 rakaat aja.

Mengapa ahli Madinah menjalankan shalat tarawihnya sebanyak 36 rakaat ? di karenakan hal ini untuk sedikit mengimbangi ahli Mekkah. Di Mekkah, setiap selesai 2 salam, dilaksanakan thawaf dulu sebanyak 7 keliling, kecuali di 2 salam terakhir. Total ada 4 kali menjalankan thawaf saat shalat tarawih, yakni setelah tarawih 4, 8, 12 dan 16 rakaat. Maka thawaf tersebut diganti oleh ahli Madinah dengan 4 rakaat shalat tarawih, jadi ada 16 rakaat tambahan sebagai pengganti thawaf.

di karenakan shalat tarawih wajib dilaksanakan 2 rakaat-2 rakaat dengan satu salam, maka tak Absah melaksanakan shalat tarawih sebanyak 4 raka’at dengan satu salam, di karenakan itulah yang dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat Nabi. bila kalian menjalankan 4 rakaat dengan satu salam dengan sengaja dan sudah tahu atas ketidakbolehannya, maka tak Absah shalat tarawihnya. bila tak tahu, maka Absah shalatnya namun masuk kategori shalat sunat Absolut.

Berbeda dengan shalat sunat qabliyyah atau ba’diyyah fardu seperti qabliyyah zhuhur, maka bolehlah dilaksanakan 4 rakaat sekaligus dengan satu salam.  Kecuali bila mengqadha shalat qabliyyah dzuhur setelah melaksanakan ba’dyyah zhuhur, maka itu tak diperbolehkan dilakukan dengan satu salam di karenakan berbeda niat shalatnya, demikian menurut Imam Ibnu Hajar. Begitu juga dengan shalat dhuha, bila kalian melaksanakannya sebanyak 8 rakaat, boleh dilakukan sekaligus dengan satu salam.

Tata tips shalat tarawih
Shalat tarawih sama halnya dengan shalat biasa di umumnya, membaca iftitah, dzikir sunat lainnya, membaca tasyahud, du’a dan lain sebagainya.

Niat shalat tarawih
Tidaklah Absah apabila melaksanakan tarawih dengan niat shalat Absolut, akan tetapi wajib ditentukan, seperti :

اصلي ركعتين من التراويح

USHALLII RAK’ATAINI MINATTARAAWIIHI
atau

اصلي ركعتين من قيام رمضان

USHALLII RAK’ATAINI MIN QIYAAMI RAMADHAANA
atau

اصلي سنة التراويح

USHALLII SUNNATAT TARAAWIIHI

Bacaan shalat tarawih
Membaca Keseluruh surat dari Al Quran di shalat tarawih di seluruh malam di bulan Ramadhan dipandang lebih utama daripada membaca surat Al Ikhlash berkali-kali. Caranya bacalah 1 juz dalam semalam. Disunatkan membacanya dengan cara tartil dan jelas. Bahkan ada keterangan dari ulama bahwa ada sebagian masyarakat yang saat shalat tarawih hanya membaca surat Al Ikhlas 3 kali tiap rakaat terakhir dan ini termasuk hal yang tak dianjurkan.

Waktu shalat tarawih
Shalat tarawih dilakukan setelah shalat isya dan batas terakhirnya merupakan terbitnya fajar shadiq. Jadi shalat tarawih akan Absah bila dilakukan shalat isya terlebih dahulu, walaupun shalat isyanya dijama taqdim dengan shalat maghrib. Shalat tarawih di awal waktu, yakni di jangkaun seperempat malam pertama, lebih utama daripada melaksanakannya di menjelang pertengahanan malam tapi setelah tidur terlebih dahulu, di karenakan makruh bila tidur sebelum melaksanakan shalat Isya.

Sumber :
Nihayatuz Zaini : 114
Al Adzkar : 166
I’aanathut Thaalibiin : 265-266
Miizanul Kubra I : 184
Minhaajul Qawiim : 66

Tag : Bacaan Sholat
Facebook Comments
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *