USAHA USAHA UNTUK melonjakkan KESABARAN

Ketidaksabaran (baca; isti’jal) merupakan Disorientasi satu penyakit hati, yang seyogyanya diantisipasi dan diterapi sejak dini. di karenakan hal ini memilki dampak negatif dari amalan yang dilakukan seorang insan. Seperti hasil yang tak maksimal, terjerumus kedalam kemaksiatan, enggan untuk melaksanakan ibadah kepada Allah dsb. Oleh di karenakan itulah, diperlukan beberapa uaha, guna melonjakkan kesabaran. 
Diantara usaha usaha terrsebut merupakan;
1. Mengkikhlaskan niat kepada Allah SWT, bahwa ia semata-mata berbuat hanya untuk-Nya. Dengan adanya niatan seperti ini, akan sangat menunjang munculnya kesabaran kepada Allah SWT.
2. Memperbanyak tilawah (baca; membaca) al-Qur’an, bagus di pagi, siang, sore ataupun malam hari. Akan lebih optimal lagi manakala bacaan tersebut disertai perenungan dan pentadaburan makna-makna yang dikandungnya. di karenakan al-Qur’an merupakan obat untuk hati insan. Masuk dalam kategori ini juga dzikir kepada Allah.
3. Memperbanyak puasa sunnah. di karenakan puasa merupakan hal yang Bisa mengurangi hawa nafsu terutama yang bersifat syahwati dengan lawan jenisnya. Puasa juga merupakan ibadah yang memang dengan cara Eksklusif Bisa melatih kesabaran.
4. Mujahadatun Nafs, yaitu suatu usaha yang dilakukan insan untuk berusaha dengan cara giat dan maksimal guna mengalahkan keinginan-keinginan Heroisme yang cenderung suka di hal-hal negatif, seperti malas, marah, kikir, dsb.
5. Mengingat-ingat kembali tujuan Hayati di Global. di karenakan hal ini akan memacu insan untuk beramal dengan cara sempurna. Sedangkan ketidaksabaran (isti’jal), mempunyai prosentase yang cukup besar untuk menjadikan amalan seseorang tak optimal. Apalagi bila merenungkan bahwa sesungguhnya Allah akan melihat “amalan” seseorang yang dilakukannya, dan bukan melihat di hasilnya. (Lihat QS. 9 : 105)
6. wajib mengadakan latihan-latihan untuk sabar dengan cara pribadi. Seperti saat sedang sendiri dalam rumah, hendaklah dilatih untuk beramal ibadah dari di menyaksikan televisi misalnya. setelah itu melatih diri untuk menyisihkan sebagian rezeki untuk infaq fi sabilillah, dsb.
7. Membaca-baca kisah-kisah kesabaran para sahabat, tabi’in ataupun tokoh-tokoh Islam lainnya. di karenakan hal ini juga akan menanamkan keteladanan yang patut dicontoh dalam kehidupan nyata di Global.

Facebook Comments
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *