Wahai Para Suami, Camkan 4 Wasiat Nabi terkait Sikapmu kepada Istri

Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud Rahimahullahu Ta’ala,
sahabat mulia Muawiyah al-Qusyairi Radhiyallahu ‘anhu mendatangi Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam dan bertanya, “Apakah yang Tuan perintahkan berkaitan dengan istri-istri kami?”

Wahai Para Suami, Camkan 4 Wasiat Nabi terkait Sikapmu kepada Istri

Berilah mereka makan seperti yang kita makan.
Para suami, kapan terakhir kali makan bersama istrimu? Kini, engkau dimana, dan dimana istrimu? Sudahkah engkau makan? Tahukah bahwa istrimu sudah makan? Apa yang dia makan? Jangan hingga kita sibuk dengan duniamu, menikmati berbagai jenis Boga enak, sementara istrimu menahan lapar, haus, dan rindu lantaran menunggu kabar darimu.

Berilah mereka pakaian seperti yang engkau kenakan.

Kapan terakhir kali kau belikan pakaian untuk istrimu, wahai para suami? Sudahkah engkau benar-benar memperhatikan busananya? Adakah engkau mengagendakan pakaian baru dan layak sebagaimana kecenderungan setiap wanita yang menyukai Estetika?

Jangan-jangan, engkau sibuk berdandan dan membeli berbagai jenis pakaian dengan dalih kerja di kantor dan bertemu banyak rekan bisnis, tapi tak amat jarang membelikan pakaian yang layak untuk istri dengan dalih hanya dikenakan di rumah.

Janganlah kita memukul mereka.

Apakah kita pernah mendaratkan tangan kemarahan di badannya yang lembut dan suci? Sukakah engkau mendaratkan kaki kejengkelan hanya di karenakan satu kesalahan padahal istrimu mengerjakan ribuan bahkan jutaan kebaikan untuk diri dan anak-anakmu sepanjang hari? Adakah engkau termasuk laki-laki bersumbu pendek yang mudah meledak-ledak emosinya dan memukul hanya di karenakan merasa sebagai pemimpin?

Jangan pukul istrimu dengan cara zalim bila engkau tak mau dipukul oleh malaikat-Nya.

Jangan pula kita menjelek-jelekkannya.

Apakah hanya di karenakan istrimu lupa berganti pakaian selepas masak lantas kau berhak mengisahkan kepada seluruh Global bahwa istrimu seorang yang jorok? Apakah hanya di karenakan istrimu lupa menaruh garam sesuai kadar, lalu engkau menceritakan kepada tetangga dan keluargamu bahwa dia tak pandai menyediakan hidangan?

Apakah hanya di karenakan dia terlambat bangun di suatu pagi di karenakan kelelahan, lantas kau siarkan kepada banyak orang bahwa istrimu tukang tidur?

Wahai para suami, camkan  4 wasiat ini bagus-bagus. Ini bukan wasiat sembarangan. Yang menyampaikan wasiat ini merupakan manusia paling mulia. Wasiat ini merupakan pesan cinta yang amat sakral. Meski kini, banyak suami yang mengkhianati 4 wasiat nan mulia ini.

Wallahu a’lam. [Pirman/Keluargacinta]

Sumber : keluargacinta.com/

Facebook Comments
Please follow and like us:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *